
“Kalau nenek tidak percaya, aku sudah menyimpan video cctv yang ada di dalam plasdisk ini ke dalam ponsel ku! Nenek bisa melihat nya.” Kenzo meletakkan ponselnya di tangan Mary.
“Tapi bagaimana itu bisa terjadi!! Aku -aku -aku sungguh tidak dapat mempercayai itu!!!” Mary menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
“Kau harus menerima kenyataan ini Mary! Marcus tidak lah bersalah atas kecelakaan Robert dan Jodytia. Dia malah yang telah melindungi cucu kita dari trauma kecelakaan yang pasti akan berdampak buruk pada diri Kenzo.” Ujar Albert yang tiba-tiba muncul entah dari mana.
“Putra ku yang kau benci karena kau anggap tidak jelas asal usul nya ini lah yang telah pasang badan untuk cucu kita. Kalau tidak, kita tidak akan melihat Kenzo seperti hari ini. Bahkan bisa saja kita memang sama sekali tidak akan melihat nya.” Seru Albert.
“Dan kau! Kau membenci putra ku yang sempurna ini?” Ujar Albert sambil menarik Marcus hingga ke hadapan Mary.
“Lihat lah dia Mary! Lihat wajah yang telah rela mengesampingkan kebahagiannya hanya untuk cucu kita. Lihat lah dia!! Kalau kau masih membenci nya setelah semua pengorbanannya untuk cucu kita maka aku tidak tahu harus berkata apa lagi pada mu Mary.” Tukas Albert.
Mary masih saja duduk dan menundukkan kepala. Tamparan yang ia arahkan ke Marcus tadi sungguh bagaikan sudah Kembali telak pada nya.
__ADS_1
“Hei!! Mary!! Apakah putra ku yang tampan, dan baik hati ini tidak cukup sempurna untuk putri mu?” Tanya Albert,.
“Jika dia memang bukanlah pria yang pantas untuk Dyana hanya karena dia adalah putra angkat ku, maka akan ku bawa pergi dia dari sini. Tapi ingat Mary, ingat.. jika terjadi sesuatu pada putri mu Dyana, dan pada putra ku Marcus, kau lah orang yang patut di persalahkan.” Tegas Albert dan ingin menarik tangan Marcus.
“Ayoo Marcus, aku tidak akan pernah rela menjadikan mu sebagai menantu dari seseorang yang memiliki pikiran terbelakang dan hati yang keras bagaikan batu di lautan.” Sarkas Albert.
“Tidak Albert!! Jangan kau bawa pergi menantu ku! Cukup satu kali aku kehilangan menantu yang luar biasa! Aku tidak ingin kehilangan lagi menantu seperti itu!!!” Ujar Mary sambil menahan tangan Albert.
Mary menggeleng, lalu dia berdiri dan memeluk Marcus.
“Maafkan kau nak. Aku tidak seharusnya membenci diri mu. Tidak seharusnya aku berupaya untuk memisahkan mu dan putri ku! Aku sungguh bersalah Marcus!!” Mary memperat perlukannya.
“Kau bersedia memaafkan ku kan Marcus??!” Tanya Mary sambil terisak-isak memeluk menantu nya itu.
__ADS_1
“tentu saja bu…” Jawab Marcus sambil tersenyum ke arah Kenzo dan ALesya yang ada di belakang Mary.
“Thank you..” Ucap Marcus dengan Gerakan mulut pada ponakannya itu. Semua ini tidak akan pernah terjadi kalau bukan karena campur tangan Kenzo dan ALesya.
“Aku merestui kalian berdua!” Ujar Mary Ketika melepas pelukannya dari Marcus.
“Pergilah dan ciumlah istri mu !” Ujar Nya sambil menghapus air mata kesedihan yang telah berubah menjadi air mata Bahagia itu.
Marcus yang mendapatkan restu dari sang ibu mertua pun bergegas menghampiri wanita cantik berpakaian pengantin yang sepertinya pipinya pun Sudah dibasahi oleh lelehan air mata.
“Hei… “ panggil Marcus sambil menghapus air mata di pipi Dyana, “I LOVE YOU…” Ucap nya lalu mencium lembut bibir Dyana di hadapan semua orang.
Dyana tentu saja menyambut ciuman itu dengan perasaan suka cita. Pria yang selama ini dicintainya dalam diam, telah benar-benar menjadi suaminya.
__ADS_1