
"Alesya sayang dengar kan aku, " Ucap Kenzo sambil memegang kedua pipi Alesya. "Mulai saat ini kau tidak boleh pergi ke perusahaan." Kenzo memandang wajah Alesya dengan dalam.
"Maksud mu? mengapa aku tidak boleh bekerja Kenz? Lalu perusahaan siapa yang akan mengurus nya?" Protes Alesya.
"Sayang kau itu saat ini sedang hamil. Kau harus banyak beristirahat. Aku tidak ingin ada hal buruk yang terjadi pada mu atau anak kita." Sebut Kenzo lalu mengusap perut Alesya dengan lembut.
“Sayang ku, ini bukan pertama kali nya. Kau ingat aku pernah mengandung Skala selama sembilan bulan kan? Dan aku baik-baik saja Kenz. Bahkan apa yang aku lakukan saat itu jauh lebih berat dari pada pekerjaan ku saat ini. Jadi kau tidak perlu khawatir yang berlebihan pada ku sayang!” Seru Aleysa yang tidak habis pikir dengan jalan pikiran suaminya itu. Sudah jelas ini adalah kehamilan kedua nya Alesya. Tentu Alesya sudah tahu hal apa yang boleh dan tidak boleh dia lakukan.
Tapi apa yang dipikirkan oleh Alesya tentu saja tidak sama dengan apa yang ada di dalam pikiran Kenzo.
“Pokoknya aku tidak setuju kau tetap pergi ke perusahaan!!” Sebut Kenzo sambil melipat tangannya.
“Kenzo, percaya lah pada ku..” Mohon Alesya pada Kenzo yang sedang memasang wajah cemberut di hadapannya.
“Ini bukan perkara aku percaya pada mu atau tidak Alesya. Masalahnya hati ku tidak bisa tenang jika kau berada jauh dari mata ku!” Tukas Kenzo, benar-benar terdengar absurb di telinga Alesya.
“Suami ku sayang, yang benar saja. Kau bilang aku tidak boleh pergi bekerja. Kemudian kau katakan itu karena kau tidak bisa aku jauh dari pandangan mata mu. But How come sayang? Kau sendirikan juga harus pergi bekerja ke perusahaan mu? Tidak mungkin kan kau ikut-ikutan tidak masuk kerja atau tidak mungkin pula kau membawa ku pergi ke perusahaan mu?!” Protes Alesya.
__ADS_1
“Siapa yang mengatakan hal tersebut tidak mungkin. Aku bisa saja tidak ngantor selama kau hamil atau selama kau hamil kau bisa saja ikut dengan ku pergi ke perusahaan ku?” Jawab Kenzo asal membuat Alesya sangat geram dengan tingkah kekanakan-kanakan suaminya itu.
Alesya mencoba menenangkan dirinya. Dia menarik nafasnya perlahan dan mengeluarkan nya pelan-pelan.
“Kenzo.. kau tidak bisa seperti itu pada ku! Kalau aku tidak pergi ke perusahaan lalu siapa yang akan menghandle perusahan itu. Hamil manusia itu lama Kenzo Dayson! Tidak seperti hamster yang hamilnya hanya dua puluh hingga dua puluh dua hari!!!” Teriak Alesya frustasi. Akhirnya usahanya untuk menenangkan diri benar-benar sia-sia.
“ya.. aku tahu kau akan hamil selama sembilan bulan.” Jawab Kenzo sambil melihat ke ponselnya. Sepertinya dia baru saja mensearching berbagai hal terkait kehamilan wanita.
“Sembilan bulan sepuluh hari!” Tegas Alesya yang malah jadi sebal melihat tingkah Kenzo yang seenaknya menyuruhnya tidak ngantor. “ Itu artinya jika kau menyuruh ku untuk tidak ngantor selama aku hamil, aku harus meninggalkan perusahaan ku selama tiga puluh delapan minggu hingga empat puluh dua minggu. Can you imagine that honey? Siapa yang akan mengurusi perusahan untuk waktu yang selama itu?” Tukas Alesya berang.
“Jack!! aku akan suruh Jack untuk mengurusi perusahaan Diningrat. Dan kau masih bisa memantaunya dari rumah atau dari perusahaan ku. “ Ungkap Kenzo seenak jidatnya. Dia merasa solusi yag ia berikan adalah solusi yang terbaik untuk permasalahan ini.
“Sayang, dengar! Jack.. , Jack yang kau katakan akan kau perintahkan untuk mengawasi perusahaan Diningrat, dia itu masih dalam keadaan yang belum terlalu pulih!” Ucap Alesya sambil merapatkan giginya. “Dan dia masih duduk di kursi roda sampai dokter mengizinkan dia untuk dapat kembali berlari dan melompat. So, bagaimana seorang Jack dapat mengawasi perusahaan ku jika dia sendiri tidak bisa melakukan hal normal seperti biasanya?” Sambung Alesya masih dalam mode gigi yang merapatan barisan.
“Sayang, sekarang giliran dirimu yang mendengarkan ku!” Balas Kenzo masih dalam mode sebuah senyuman menyebalkan menghiasi wajah tampannya. “Jack itu hanya luka cedera ringan di kakinya. Kaki nya tidak putus atau pun hilang di gigit hiu, dia masih memiliki kakinya dan paling penting saat ini Jack itu tidak dalam keadaan hamil yang memerlukan banyak waktu untuk beristirahat dan menenangkan pikiran. Siapa tahu setelah dia sibuk bekerja, kaki nya malah semakin cepat sembuh karena sudah tidak sabar berjalan lamban dengan kursi roda.” Kenzo kembali memberikan jawaban absurb nya pada Alesya hingga wanita itu hanya bisa terbengong dan tersenyum kesal pada Kenzo.
“Kau sungguh keras kepala tuan Dayson!” Sebut Alesya, lelah sudah dia berdebat dengan suaminya itu.
__ADS_1
“ Apa kau tidak suka aku mengkhawatirkan mu sayang?” Kenzo yang melihat Alesya mulai kesal pada nya langsung menggunakan strategi yang lain untuk membujuk istrinya tersebut.
“Bukannya aku tidak suka Kenz. But it’s too over!” Sungut Alesya. *tapi itu terlalu berlebihan.
“Tidak ada yang berlebihan dalam cinta sayang. Aku tidak ingin kau dan calon anak kedua kita kenapa-napa. Cukup aku memendam rasa bersalah yang luar biasa karena tidak ada disamping mu dan Skala ketika kau mengandung Skala. Dan aku tidak ingin menambah beban rasa bersalah di dalam diri ku dengan tidak ada di samping mu dan calon anak kedua kita ini. Kau harus mendengarkan ku sayang. Kau mau kan?” Bujuk Kenzo dengan puppy eyesnya. Benar-benar sulit untuk di tolak.
“Akan aku pertimbangkan!” Sebut Alesya, ingin segera mengakhiri perdebatan yang useless ini.
“NE!! Tidak ada dewan pertimbangan disini. Aku hanya meminta mu untuk berada di samping ku. Tidak ada hal yang lain. Kalau kau ingin datang ke perusahaan mu sesekali, tentu saja aku akan mengizinkannya. Tapi kau harus datang bersama ku.” Lanjut Kenzo.
“Ya ampun Kenz!! Kenapa kau keras kepala sekali!!” Cubit Alesya geram di pipi Kenzo.
“Auuw! Kau menyakiti ku sayang! Wajah tampan ku ini bertambah tampan jika kau terus cubiti seperti ini!” celetuk Kenzo.
Akhirnya mau tidak mau Alesya menuruti perkataan suaminya itu. Lagi pula semenjak Alesya dasar kalau dirinya sedang hamil, dia sedikit kepikiran dengan Jenny. Dimana wanita jahat dan licik itu kini berada. Alesya harus benar-benar ekstra hati-hati. Dan mungkin saja dengan berada selalu bersama suaminya, Alesya dan calon anak mereka bisa aman dari jangkauan Kenzo.
“Syukurlah dia bersedia untuk mengikuti perkataan ku!” Sebut Kenzo dalam hati, yang masih was-was dengan keberadaan Jenny yang menghilang bak ditelan bumi.
__ADS_1
****jangan lupa untuk tekan tombol like dan vote untuk otor ye cinto**...