Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 15#Rencana Kenzo dan skala#2


__ADS_3

Alesya membuka pintu kamar berlahan, sambil mengendap-enda Alesya masuk ke dalam kamar itu.


Dilihatnya sekeliling kamar namun ia tidak dapat melihat keberadaan Kenzo di kamar itu. Namun hal itu tidak membuat Alesya merasa lega malah ia merasakan aura mencekam bagai masuk ke sarang singa.


"Dimana dia?" Ujar Alesya mencari keberadaan Kenzo. "Apa dia keluar? Tapi aku tidak melihat dia keluar."


Alesya terdiam di depan ranjangnya. "Kau mencari ku?" Seru Kenzo, yang muncul dari balkon kamar itu.


"heeem.. tidak." Ujar Alesya bohong.


"padahal aku berharap kau mencari ku!" ucap Kenzo sambil meletakan ponselnya di atas nakas.


"Aku akan ke kamar Skala." Kenzo pun pergi tanpa membawa ponsel nya.


Alesya tidak terlalu tertarik dengan ponsel Kenzo tersebut jadi ia hanya membiarkan ponsel itu begitu saja.


Kemudian Alesya duduk di tepi tempat tidur berniat untuk menelpon Monica. Dia ingin membicarakan langkah balas dendam mereka berikutnya tapi ponsel Kenzo terus saja berbunyi hingga akhirnya Alesya kesal dan menerima panggilan itu.


"Hallo.. " Sapa seseorang di ujung telpon. Suaranya yang lembut dan merdu menandakan dia adalah seorang wanita.

__ADS_1


"Wanita?" Batin Alesya.


"Heemm.. ya.. hallo." balas Alesya.


"Kau siapa?" Tanya wanita itu.


Bukan kah disaat seperti ini seharusnya Alesya yang mesti mengajukan pertanyaan itu. Secara wanita ini menelpon ke nomor suami Alesya.


"Aku -" Alesya diam sejenak. Dia tidak tahu mesti menjawab apa. Apakah dia mesti mengatakan dia istri Kenzo? Atau cukup menyebutkan nama nya saja. Alesya merenung untuk memilih jawaban ya g paling benar dalam situasi ini.


"Apa kau istri kontraknya Kenzo?" Ujar wanita itu dan membuat Alesya terbengong. Bagaimana wanita ini bisa mengetahui tentang pernikahan kontrak dirinya dan Kenzo? Siapa wanita ini sebenarnya? Apa yang hubungan nya dengan Kenzo? mendadak banyak pertanyaan yang muncul di kepala Alesya.


"Tidak.Katakan saja pada Kenzo Dyana akan datang."


Wanita itu lalu menutup panggilan itu.


"Siapa wanita ini?" Gumam Alesya sambil memegang ponsel Kenzo.


"Kau sedang apa?" Tiba-tiba Kenzo sudah ada di kamar itu.

__ADS_1


Alesya jadi kelabakan sebab dia sudah berani menerima panggilan di ponsel Kenzo.


"A.h.. h.. it-u.. Tadi ponsel mu dari tadi berdering Akh kira ada hal penting jadi ak-u menerima panggilan itu." Ujar Alesya gugup. Alesya sadar perbuatannya barusan tidak lah sopan.


Kenzo melihat Alesya dengan seksama. "Siapa yang menelpon?" Tanya Kenzo dan wajah tanpa ekspresi.


"Seorang wanita bernama Dyana." Jawab Alesya pelan. Dia sungguh dipenuhi oleh rasa bersalah.


"kemarikan ponsel ku." Kenzo meminta ponselnya kembali.


"Ini." ujar Alesya sambil menyerahkan ponsel Kenzo.


Kenzo mengambil ponsel itu dan pergi ke balkon kamar mereka. Seperti Kenzo menghubungi kembali wanita bernama Dyana tadi. Alesya merasa Kenzo dan wanita itu memiliki hubungan yang khusus sebab Kenzo sampai menutup pintu kamar ke arah balkon agar Alesya tidak dapat mendengar percakapan itu.


Alesya memandang Kenzo dari balik pintu kaca itu. Mendadak hati Alesya merasa kesal melihat Kenzo tersenyum dan tertawa ketika menelpon.


"Memang nya siapa wanita itu? sampai membuatnya tersenyum dan tertawa seperti itu?" Alesya jadi tidak mood untuk menelpon Monica. Pikirannya kini hanya tertuju pada Kenzo.


###

__ADS_1


hohoho.. maaf otor di sekap.. tiga hari ini. Malam ini otot crazy up ya.. semoga hutang otor terbayar...


__ADS_2