Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 44#Ujian Cinta #37


__ADS_3

"Dokter ..!!nona Mai sadar!!!!" panggil salah seorang perawat pada Arya yang kelihatan sedang sibuk menuliskan sesuatu di meja petugas medis.


"Mai?" Jawab Arya langsung menutup buku nya. Baru saja dia kembali dari visit ke ruangan - ruangan pasiennya dan ingin membuat beberapa catatan perkembangan pasien, kini dia harus kembali beranjak menuju kamar Mai sebab pasien nya yang satu itu sudah sadar dari koma nya.


"Panggil yang lain untuk segera ke kamar Mai." perintah Arya agar perawat tadi segera memanggil tim nya Arya untuk ke kamar Mai. Mereka harus segera mengecek keadaan pasien yang satu ini.


Arya berjalan cepat menuju ke kamar Mai.


"Klek..." terdengar suara pintu yang di buka oleh Arya.


"Dokter...Putri ku sudah sadar." Seru Romano begitu Arya sampai ke dalam ruangan itu.


"Tuan bisa tuan keluar sebentar. Saya akan memeriksa keadaan Mai." Arya pun meminta Romano untuk keluar dari ruangan ini sebab nanti akan datang beberapa dokter dan perawat yang akan juga datang memeriksa Mai.


Di saat Mai sudah sadar dari Koma nya... Seorang wanita juga baru sadar dari pengaruh obat bius yang di suntikkan pada nya pasca operasi.


"nyonya . . apa kau bisa mendengar ku?" tanya seorang dokter bedah plastik bernama Aldo pada seorang wanita yang baru saja menjalani operasi bedah plastik.


"Kalau kau bisa mendengar ku, maka kedipkan mata mu beberapa kali." perintah dokter Aldo.


"Apakah ada yang terasa tidak nyaman saat ini?" tanya dokter itu sekali lagi.


"wa- wa- wajjaaah ku..dok-ter." jawab pasien wanita itu terbata-bata..


"ya . ya.. aku tahu wajah mu pasti terasa heeemmm sedikit berbeda. Wajar kalau kau merasakan nya karena kau baru saja bangun dari pengaruh obat bius yang kami suntikkan pada mu. Baiklah Nyonya Munaf, kau jangan banyak bicara dulu. Hemat saja tenaga mu untuk beberapa hari ini. Aku akan mengunjungi mu lagi nanti." ujar Dokter Aldo lalu terlihat dia memberikan beberapa instruksi kepada perawat.


Dokter Aldo pun keluar bersama para perawat nya dari ruangan wanita tadi.


" Aku sungguh merasa kasihan pada wanita itu dok.. kok bisa ada perampok yang melakukan hal sesadis itu pada pada korbannya. Setelah mengambil semua harta milik korban, mereka bahkan menyayat wajah korban seperti itu." Ujar salah satu perawat perempuan sambil bergidik ngeri.


"Maka nya kalian jangan keluyuran malam-malam! Saat ini kejahatan itu bisa terjadi dimana-mana dan kapan saja. Dan paling penting untuk kalian ingat bahwa sebagian besar korban dari kejahatan yang di lakukan di malam hari terjadi pada wanita." tegas sang dokter kepada para perawat nya

__ADS_1


"Benar dok! maka nya saya lebih memilih shift malam.. dan pulang pagi.. hehehee"jawab salah seorang perawat.


"Tapi kalau di pikir-pikir kembali memang jahat sekali meraka. Apa yang mereka lakukan sungguh kejam." Seru perawat yang lainnya.


" Tapi tidak semua di dunia ini jahat... buktinya wanita yang menemukan nyonya Munaf bersedia membayar semua biaya operasi dan perawatan nyonya Munaf walaupun mereka tidak saling kenal." timpal sang dokter yang kebetulan ada di IGD malam itu ketika si pasien di antar dengan sebuah mobil.


"waah.. ini memang jarang-jarang terjadi dokter. Tapi jumlah orang kaya yang baik hati dan rupawan seperti ini sangat sedikit!! bisa di hitung dengan jari." sebut salah seorang perawat.


"Sudah!! Sudah!! mau jumlah banyak.. mau jumlah yang kaya itu sedikit!! yang penting itu adalah kepedulian kita bersama kepala orang lain!!!!" Tegas dokter Aldo.


"Tapi semalam memang banyak sekali yang masuk ke IGD.. mulai dari yang sakit dadakan.. kecelakaan.. hingga korban perampok seperti nyonya Munaf. IGD memang tidak pernah sepi. Aku beruntung sudah pindah dari tempat kerja rodi itu." bisik salah seorang perawat kepada temannya.


"hush!! nanti dokter Aldo dengar!!" timpal teman si perawat.


"Kalian ini!! Kerja itu harus iklas!!" omel sang dokter.


"Sekarang coba kalian cek pasien yang ada i kamar 303. Apakah sudah sadar atau belum."perintah dokter Aldo


Mereka pun akhirnya berpencar. Dokter Aldo kembali ke meja jaga perawat sementara perawat tadi pergi mengecek kondisi pasien seperti yang sang dokter perintah kan.


"Bagaimana kondisi pasien mu Arya."Tanya dokter Aldo ketika berjumpa dengan Arya di kantin rumah sakit.


"Dia sudah mulai sadar. Tapi kondisinya belum terlalu baik." Jawab Arya lalu meminum kopinya .


"Tumben wajah mu seperti itu. Ada masalah lagi dengan bokap di rumah?" Tanya dokter Aldo. Selain rekan kerja di rumah sakit yang sama, Aldo juga adalah satu-satunya dokter yang dekat dengan Arya di rumah sakit ini.Jadi Aldo bisa di katakan salah satu sahabat Arya.


Karena Aldo bertanya tentang keadaan Mai.Arya jadi teringat ketika dia memeriksa Mai pasca Mai sadar.


#Flash Back on.


"Aku senang kau akhirnya sadar nona Mai." Ujar Arya pada Mai yang sudah sadar beberapa jam lalu.

__ADS_1


Arya kelihatan sibuk memeriksa Mai alat-alat yang terpasang pada diri Mai.


"Bagiamana perasaan mu saat ini nona cantik?" tanya Arya yang masih tetap sibuk dengan pemeriksaan nya, tapi sesekali masih melihat ke arah Mai.


Mai hanya diam, tidak menanggapi Arya. Dia terlihat sedang mengumpulkan tenaga nya untuk suatu hal.


"Apa kau merasa sulit bernapas nona?" Tanya Arya sambil memeriksa pernafasan Mai.


Mai menggeleng pelan.


"Heemm. kalau begitu kita lihat perkembangan mu sampai nanti malam ya." Ujar Arya dengan lembut.


"Ken- Kenzo.. ?" ucap Mai dengan nafas nya yang masih satu-satu itu.


"Kau ingin bertemu dengan Kenzo?" Tanya Arya setelah dia mendengar Mai memanggil nama Kenzo dengan sangat pelan.


Mai mengangguk pelan. Tenaga nya benar-benar tidak ada saat ini


"Kau ingin aku mencari Kenzo untuk mu?" Tanya Arya sekali lagi yang langsung mendapat anggukan dari Mai.


"Baiklah. kalau memang itu yang kau inginkan. Aku akan mencarikan kekasih hati mu itu." jawab Arya sambil tersenyum, walaupun di dalam hati nya dia sangat iba melihat Mai yang dengan nafasnya yang hanya satu-satu itu masih saja memanggil nama Kenzo. Sedangkan laki-laki bren*gsek malah enak - enakkan dengan seorang wanita.


,"Andai boleh ku tonjok pacar mu itu Mai, beuh.. !!." seru Arya dalam hatinya, merasa geram dengan pria yang bernama Kenzo itu.


"Kau istirahat lah dengan tenang di sini. Jika aku bertemu dengan pacar mu itu aku akan mengatakan padanya kalau kau sudah sadar dan ingin bertemu dengan nya. Sekarang simpan saja semua tenaga mu untuk bertemu dengan nya nanti." Arya menarik selimut Mai agar tubuh Mai tidak merasa kedinginan di kamar itu.


"ken- Kenzoo..." Ujar Mai sekali lagi, membuat Arya benar- benar iba.


"Sungguh kasihan kau Mai. Pria bernama Kenzo itu sungguh tidak pantas untuk mendapatkan cinta mu." gumam Arya dalam hati.


"Iya!!! Iya!! Aku akan meminta Kenzo mu yang tersayang itu untuk menemui mu sekarang juga." Arya menyelimuti tubuh Mai agar tidak terasa dingin.

__ADS_1


"Sampai jumpa lagi nanti nona cantik." Ujar Arya lalu menutup pintu kamar Mai.


**bersambung...


__ADS_2