
"Misi pertama ku ialah mencari ayah kandung ku di kota ini. Dan aku sudah menemukannya. Kini ia sudah ada bersama ku dan sedang menatap ku dengan sebuah tatapan yang selama ini aku rindukan. Tatapan cinta dari seorang ayah." Skala memeluk Kenzo.
Kedua nya kini kembali mengharu biru dalam rasa kebahagiaan mereka.
"daddy, jadi apa rencana mu?" Skala melepaskan pelukannya.
"Aku akan membuat mommy mu mencintai ku terlebih dahulu. Lalu akan menceritakan semuanya."
"Aku rasa itu akan sulit. Sebab selama ini mommy selalu menutup hatinya untuk siapapun."
Kenzo berpikir sejenak. "Tidak. Mereka tidak sama dengan ku. Aku berbeda."
"Daddy..!! Semua laki-laki yang pernah mencoba mendekati mommy bukan lah laki-laki biasa. Mereka tampan. Mereka kaya raya. Tapi mommy tidak terpengaruh."
"Aku berbeda Skala. Aku memiliki mu. Kau adalah ikatan aku dan mommy mu."
"Sebaiknya aku pulang sekarang."Kenzo berdiri dan menepuk lembut pundak Skala. " beristirahat lah di sini untuk beberapa hari."
"Tidak!! Aku ikut pulang bersama mu daddy." Skala meraih tangan Kenzo yang sedang memegang pundaknya.
"Aku-" seru Kenzo terputus.
Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Kenzo merogoh saku celana nya untuk mengambil ponsel tersebut. "Alesya?" gumam Kenzo dalam hati.
Kenzo memberikan isyarat pada Skala untuk diam sambil berkata, "mommy mu!"
Skala mengangguk menandakan ia paham maksud daddy nya.
"Ya Alesya.. ada apa?" Ucap Kenzo sambil melirik ke Skala.
__ADS_1
"Kenz.. kau dimana?" Tanya Alesya di ujung telpon.
"Heem.. aku ada urusan sebentar di luar. Ada apa mencari ku?"
"keluarga Diningrat akan kemari." Jawab Alesya.
"Apa mereka mengatakan alasan mereka mengunjungi kita?" Tanya Kenzo.
"Agnez bilang, ayahnya mengkhawatirkan Skala. Aku mesti mengatakan apa tentang Skala kalau mereka datang nanti?"
"Kau tenang saja Alesya. Kalau mereka datang, katakan saja aku dan orang-orang ku sedang mencari Skala."
"Apakah cukup mengatakan itu saja?"
"Ya.. tenanglah. Aku akan segera pulang. Tunggu lah di rumah."
"Ska, kau ikut dengan ku pulang. Tapi kalau ada yang bertanya maka katakan bahwa kau telah disekap oleh orang yang tidak dikenal. Orang-orang itu saat ini sedang diinterogasi oleh orang-orang ku. Kau mengerti Ska?"
"Aku mengerti dad. "
"Ayo kita menemui kakek Albert untuk mengatakan kau akan pulang bersama ku.
###
Di kediaman Diningrat.
" Aku sudah tidak sabar untuk bertemu Alesya bu!" Ujar Agnez sambil memasang anting nya.
"Pelan kan suara mu Agnez! Bagaimana kalau tiba-tiba ayah mu masuk dan mendengar perkataan mu." Jenny melihat ke arah pintu kamar Agnez, takut kalau tiba-tiba suami nya masuk.
__ADS_1
"Kau tenang saja ibu, ayah sedang di bawah. Dia bersama seorang detektif yang sengaja disewa nya untuk membantu Kenzo." Dengus Agnez.
"Ayah benar-benar sudah berada di pihak Alesya kali ini." Ucap Agnez kesal. "Hanya karena ia sudah menikah dengan Kenzo."
" Ini semua juga adalah salah mu. Bagaimana bisa kau tidak bisa mengait Kenzo selama delapan tahun kebersamaan kalian. Apa saja sebenarnya yang kau lakukan selama ini." Ejek Jenny pada Putri nya.
"Aku hampir saja memiliki nya, seandainya ibu sudah melenyapkan Alesya sejak lama." Sindir Agnez.
"Heh.. aku pasti sudah melenyapkan nya seandainya ayah mu menelantarkannya. Ayah mu terlalu mencintai Ameera, ibu wanita jal*ng itu. Hingga dia tetap mengasihi Alesya walapun tidak sebesar dia mengasihi mu."
"Sekarang hidup ku yang jadi berantakan karena harus menikah dengan si bandot tua itu."
"Tenang lah. Jadi lah istri yang baik untuk nya selama beberapa waktu hingga kita punya kesempatan untuk melenyapkan nya. Kau harus bisa membuat si bandot tua itu jatuh hati pada mu. Karena kalau aku perhatikan mata tidak pernah lepas dari mengamati Alesya. Jangan sampai kau rugi dalam pernikahan ini."Tegas Jenny.
"Apa? itu sama saja kau menyuruhku untuk menyerahkan diri ku pada nya, bu!!!" Teriak Agnez tidak percaya dengan perintah ibu nya.
"Bertahan lah Agnez! Karena tidak ada yang gratis di atas dunia ini. Anggap saja kau sedang berinvestasi untuk masa depan mu. Kau bayangkan saja, berapa banyak harya kekayaan milik si bandot tua itu yang akan beralih ke tangan mu jika kau bisa memenangkan hati nya."
"Aku tidak tertarik dengan semua harta kekayaan itu. Kini yang ada di dalam pikiran ku hanya bagaimana cara menghancurkan Alesya!!"
"Sabar, kita akan melihat pertunjukan yang menarik setelah kita sampai ke rumah nya nanti." Jenny tersenyum bahagia membayangkan Alesya menangis.
"Aku sudah selesai bu. Ayo kita turun. Aku sudah tidak sabar melihat ekspresi nya ketika menerima paket yang berisi potongan tubuh putra nya itu."
Agnez dan Jenny pun ke bawah menemui Ronald yang sedang sibuk berbicara dengan detektif sewaan nya..
###
huhuhu... singkat banget ya bab ini? heemm otor up satu lagi hari ini gimana????setuju atau setuju banget??? πππππ
__ADS_1