
"Apakah kau akan percaya jika aku menceritakan apa yang sebenarnya terjadi antar diriku dan adik mu?" Tanya Frans dengan sangat hati-hati.
Frans masih berusaha untuk menjelaskan duduk perkaranya sebenarnya pada Stephan agar pria ini paham alasan Frans ingin pergi dari ruangan itu apa. Tapi sayangnya....
"Tidak!!" Jawab Stephan lugas mengalihkan pandangannya dari Frans. Tidak mungkin dia membiarkan Frans menghilang.
Apa yang mesti Stephan katakan pada Stephanie jika ternyata Frans tidak kembali lagi.
So, dari pada dia berada di posisi sulit itu, mendingan dia jadi bayangan Frans, bisa mengikuti kemana Frans pergi.
Frans menghela nafas panjang. Kini satu-satunya harapan Frans hanya wanita itu. Hanya wanita yang belum sadar di atas tempat tidur itu yang dapat membantu Frans keluar dari masalah ini.
__ADS_1
Frans mengurut-urut kepalanya."Paling tidak izinkan aku untuk pulang mengganti pakaian ku ." Pinta Frans yang sudah bagaikan seorang tawanan perang milik Stephan.
"Baik lah. Aku tidak keberatan sebab aku pun ingin mandi dan menukar pakaian ku." jawab Stephan seenaknya.
"Tunggu! Apa maksud perkataan mu barusan? Kau tidak bermaksud untuk ikut dengan ku pulang ke rumah ku kan?" Tekan Frans yang berharap pemahaman terhadap perkataan Stephan barusan salah.
"Bingo! benar sekali. Kau cukup pintar untuk ukuran seorang pengusaha tuan Aksena. Atau boleh aku panggil kau Frans saja. Supaya kita lebih akrab?" Sebut Stephan yang moodnya sungguh sudah berbeda seratus delapan puluh derajat dari yang tadi, yang penuh dengan aura membunuh, yang tidak ada kesan ramah sama sekali. Tapi setelah tahu Frans hanya ingin pulang untuk berganti pakaian saja, sikap Stephan langsung berubah menjadi sangat ramah.
"Google! " Jawabnya Seenaknya. "Di sini tertulis kau adalah pengusaha kedua yang sukses di kota ini. Salah satu yang terbaik setelah Kenzo Dayson." Baca Stephan penuh penghayatan.
" Meskipun kau bukan nomor satu di kota ini bagi ku itu tidak lah masalah selama kau memperlakukan adik ku penuh cinta." Stephan mulai lagi berbual seenak jidatnya.
__ADS_1
"Cinta palanya pitak?!" Gumam Frans dalam hati.
"Lain kali kalau ada yang ingin kau tanya, kau bisa bertanya langsung pada ku. Aku past ok akan dengan senang hati menjawab setiap pertanyaan mu." ucap Frans Sewot, sebab Stephan membaca berita di koran dan tabloid yang isinya gak ada putus- putusnya membicarakan kelebihan Kenzo Dayson darinya.
"benarkah aku dapat BERTANYA semau ku?" Tanya Stephen yang terlihat seperti masih sibuk mencari yang dia inginkan padahal itu semua merupakan strateginya untuk dapat memulai sesi interograsi nya pada Frans.
Sebagai calon suami Stephanie, ada banyak hal mengenai Frans yang harus Stephan ketahui. Stephan tidak bisa menyerahkan adiknya pada pria sembarangan. Hanya karena cinta lalu menikah? No, hidup tak seindah di alam pernovelan. So buka mata, lalu cari dan liat realitas.
Stephan tidak ingin Stephanie mengalami nasib buruk dalam berumah tangga seperti dirinya. Rumah tangga yang ia bangun berlandaskan cinta antara dirinya dan sang kekasih nya dulu yang kini sudah menyandang predikat sebagai mantan istrinya, sebab hubungan mereka yang harus kandas karena perselingkuhan sang istri. Hingga untuk menutupi rasa kecewanya Stephan hanyut di dalam misi-misi militernya.
itulah mengapa Stephan lebih sering di dalam hutan atau daerah terpencil dari pada di kota-kota besar. Cuma dengan berperang dia dapat meninggalkan luka hati nya.
__ADS_1
**bersambung...