Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 26 #Di mulai dari Agnes#1


__ADS_3

“tuan Marcus, aku sangat senang dapat berbicara banyak hal dengan mu.” Ujar tuan Puji sambil berjalan disebelah Marcus ketika mereka keluar dari ruang kerja tuan Puji.


“Aku pun merasa demikian tuan Puji. Aku sungguh berharap kita dapat menjadi partner kerja yang solid.” Balas Marcus, bersungguh-sungguh dengan perkataannya.


“aku lah yang seharusnya berkata demikian. Kesempatan langka dapat berjumpa dengan pria sukses seperti mu.” Lagi – lagi tuan Puji tidak putus-putus memuji Marcus.


Namun obrolan asik mereka terpaksa berhenti sebab seorang pelayan tiba-tiba datang dengan wajah panik.


“Tuan!!” Seru si pelayan sambil membisikkan sesuatu ke telinga tuan Puji.


Seketika wajah tuan Puji terlihat Pias. Dan dia langsung berlari mengikuti si pelayan.


Marcus yang merasa heran dengan tingkah tuan Puji memutuskan untuk tetap berada di tempatnya. Tidak mungkin baginya untuk ikut bersama tuan Puji karena mungkin saja itu adalah hal intern keluarga tuan Puji. Namun untuk pulang begitu saja juga tidak bisa Marcus lakukan sebab itu tentu nya tidak sopan. Jadi mau tidak mau, Marcus terpaksa diam saja di sana sambil pura-pura tidak kepo dengan apa yang sebenarnya terjadi.


Tidak beberapa lama, Marcus dapat melihat seorang pelayan tuan Puji menggendong seorang perempuan yang terlihat seperti tidak sadar kan diri.

__ADS_1


“Siapa wanita itu.” Pikir Marcus dalam hati sambil mata nya terus mengikuti pelayan itu hingga naik ke ruangan atas.


“maafkan atas ketidak sopanan saya tuan Marcus.” Ujar tuan Puji yang tiba-tiba kini sudah berada di belakang Marcus sambil menepuk pundak Marcus pelan.


“Ah.. Tidak apa-apa tuan Puji.” Ujar Marcus sambil terus menekan rasa penasarannya.


“Saya sungguh tidak enak sebab ada hal-hal yang seharusnya tidak tuan lihat malah tuan saksikan dengan mata kepala tuan sendiri.” Lanjut Tuan Puji yang merasa tidak enak dengan kejadian yang terjadi pada Agnez harus terlihat oleh calon partner kerja baru nya.


“Saya sangat memaklumi hal itu tuan Puji walaupun sebenarnya saya sangat penasaran apa yang sebenarnya sedang terjadi.” Tanya Marcus akhirnya tidak bisa mengendalikan rasa penasarannya.


“maaf tuan Puji saya tidak bermaksud-“ Marcus langsung menyadari kalau mungkin pertanyaannya barusan memuat tuan Puji merasa tidak enak hati maka buru-buru Marcus bermaksud untuk menarik kembali pertanyaannya itu pada tua Puji.


“Itu tadi adalah istri muda saya.” Ujar Tuan Puji dengan wajah yang sedikit bete.


“Saya baru menikahinya beberapa waktu yang lalu.” Lanjut tuan Puji.

__ADS_1


Mendengar tuan Puji mengatakan kalau wanita yang digendong oleh pelayan tadi adalah istri tuan Puji, Marcus tidak merasakan keterkejutan sama sekali sebab tuan Puji memang terkenal memiliki banyak sekali istri.


“maaf tuan Puji saya sungguh tidak bermaksud-“ belum sempat Marcus menyelesaikan perkataannya seorang wanita turun dari lantai atas dan menghampiri mereka.


“Suami ku sepertinya kita harus memanggil dokter.” Ujar Mona, salah satu istri tuan Puji, “tangan Agnes sangat dingin. Aku takut dia kenapa-napa.” Lanjut Mona.


Tuan Puji terlihat berpikir. Untuk saat ini memang sudah seharusnya dia memanggil seorang dokter tapi permasalahannya dokter keluarga tuan Puji tidak sedang berada di tempat. Dan untuk memanggil sembarangan dokter tuan Puji beranggapan kalau itu terlalu beresiko sebab rahasia yang ada di dalam rumah nya dapat terbongkar ke publik.


Marcus melihat ada kegusaran di wajah tuan Puji dapat menebak bahwa tuan Puji pasti menyembunyikan sesuatu. Dan Marcus yakin hal itu pasti berkaitan dengan alasan dibalik pingsannya salah satu istri tuan Puji.


“Suami ku...!” Mona terus mendesak suaminya yang terlihat masih bimbang antara harus memanggil dokter dengan resiko yang sangat besar atau nanti malah berujung berurusan dengan polisi seandainya terjadi hal yang buruk pada Agnez misalnya Agnez meninggal.


“Suami ku!!!!” Mona mendesak kembali tuan Puji dan membuat laki-laki malah menjadi marah sebab ia sendiri dalam keadaan yang kalut.


“Bisakah kau membiarkan ku berpikir sejenak!!” Bentak tuan Puji pada Mona, istrinya.

__ADS_1


###


jangan lupa untuk vote ya zeyeng.. biar otor up dua kali lagi untuk kamu malam ini... 😁


__ADS_2