Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 42#Dasar Tulalit#1


__ADS_3

Dari jauh Jack melihat kedatangan kapten Dio bersama tiga anak buahnya. Mereka dalam mode penyamaran.


Jack menelpon Kapten Dio dan mengatakan pada kapten Dio dimana posisinya.


Kapten Dio dan anak buahnya pun langsung menuju tempat Jack bersembunyi.


“apa kau melihat sesuatu yang aneh selama di sini Jack?” tanya Kapten Dio.


“Aku rasa tikus itu bersembunyi di toko pakaian wanita itu.” Ujar Jack sambil menunjuk toko yang berada di arah jam sembilan dari posisinya itu.


“baiklah. Kita masuk ke dalam toko itu. Tapi kau –“ Kapten Dio melihat jack dari atas ke bawah. “dia pasti sudah melihat mu kan Jack?” tanya Kapten Dio yang merasa Jenny sudah mengenali Jack. Jadi merasa sebaiknya Jack tidak perlu ikut ke dalam bersama mereka.


Jack melihat kapten Dio dan ketiga anak buahnya bergantian. Lalu Jack berkata.


“Lepaskan jaket mu!” ujar Jack pada salah seorang anak buah kapten Dio yang kebetulan menggunakan jaket berwarna kuning. “dan kemari kan topi mu.” Jack pun meminta topi yang digunakan oleh polisi muda itu.

__ADS_1


Polisi muda itu memandang ke arah atasannya seakan meminta persetujuan dari atasannya itu.


“lepaskan jaket dan topi mu. Biar Jack yang memakainya. Karena bagaimana pun Jenny belum melihat kita sama sekali berbeda dengan Jack jika ia tetap seperti itu maka Jenny akan langsung mengenali nya.


Polisi muda itu pun menanggalkan jaket dan topinya lalu memberikannya pada Jack. Dengan sigap Jack langsung mengenakan jaket dan topi yang diberikan oleh polisi muda itu.


“Jack kau ikut aku ke dalam. Dan kalian bertiga kepung tempat ini. Jangan sampai dia melarikan diri.” Ujar kapten Dio memberikan instruksi apa yang harus mereka lakukan.


“kau sudah siap Jack?” tanya Kapten Dio pada Jack, memastikan bahwa Jack siap untuk masuk bersamanya.


“Kalian pergi dulu, berpura-pura lah untuk tidak saling kenal. Dan tempati semua pintu keluar.” Perintah kapten Dio pada ketiga anak buahnya.


Polisi-polisi muda itu pun berpencar dan mengambil jalan yang berbeda menuju toko itu. Mereka langsung memposisikan diri mereka di pintu masuk dan keluar toko itu.


“Jack, ayo!” ajak Kapten Dio pada Jack.

__ADS_1


Kapten Dio dan Jack pun pura-pura ngobrol sambil berjalan layaknya teman. Lalu mereka masuk ke dalam toko itu berpura-pura menjadi pembeli.


Monica yang mengamati mereka dari jauh terus melaporkan hal yang ia lihat kepada Alesya. Monica memang tidak ingin mendekat ke toko yang dicurigai oleh Jack sebagai tempat Jenny bersembunyi. Monica tidak ingin Jenny sampai mengenali wajahnya sebab itu akan membuatnya sulit untuk melangkah berikutnya sebagai kaki tangan Alesya.


Saat Monica sibuk mengamati toko itu dari kejauhan. Dia melihat seorang ibu hamil keluar dari toko itu. Tapi ada yang berbeda dari ibu hamil itu. Sebab dengan bentuk perut yang kelihatan sudah kelihatan sangat besar itu bagaimana mungkin seorang ibu hamil masih bisa berjalan menggunakan high heel setinggi itu. Monica menaruh curiga pada ibu-ibu hamil yang baru keluar itu.


“jangan-jangan wanita itu...”


Monica terus mengamati wanita itu dari jauh, perasaannya mengatakan kalau wanita itu adalah Jenny. Monica ingin mendekat tapi dia ragu. Hanya saja untuk tetap berada disitu dan diam saja, hati nya merasa geregetan.


“bagaimana ini? Kenapa polisi-polisi itu tidak menghentikan wanita itu?” Gumam Monica geram.


“Apa boleh buat!!!!” akhirnya Monica pun berlari kearah wanita hamil itu. Disaat bersamaan Jack dan kapten Dio pun keluar dari toko itu dengan wajah kecewa sebab mereka tidak berhasil menemukan Jenny di dalam toko itu. Wanita dengan ciri-ciri yang ia lihat bersama Kenzo tadi pagi benar-benar tidak ada didalam sana.


Monica terus berlari dan dengan sigap menangkap tangan wanita itu.”kau tidak bisa lari nyonya Jenny!!” seru Monica membuat Jack, kapten Dio dan polisi yang berjaga di depan pintu keluar itu kaget mendengarnya.

__ADS_1


***bersambung


__ADS_2