Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 25#Ketulusan#12


__ADS_3

“sudah-sudah...ayo duduklah dengan benar.” Aldion menepuk bahu Kenzo dan Alesya bersamaan dan meminta mereka untuk duduk di kursi semula.


“Kalian ini! Aku meminta kalian untuk memeluk ku tapi kalian malah duduk di lantai seperti itu.” Gerutu Aldion sambil menyeka air matanya.


Aldion mencoba mengambil hal positif dari kejadian ini, paling tidak kini ia tidak hanya memiliki seorang putri. Kini Kenzo Dayson, seorang pria tampan, pintar dan kaya raya menjadi putra nya.


“Jadi kapan kalian akan kembali ke kota A?” Tanya Aldion pada Alesya dan Kenzo.


Untuk kesekian kalinya Alesya dan Kenzo saling menatap satu dengan lainnya.


“tak bisakah kalian langsung menjawab pertanyaan ku tanpa saling menatap seperti itu?” Sungut Aldion sambil menggelengkan kepalanya.


Kenzo tersenyum mendengar perkataan Aldion. Dia tidak menyangka pria tua yang menyebalkan ini memiliki tingkat sarkasme yang tinggi.


“Aku akan mengikuti keinginan Alesya saja.” Jawab Kenzo sambil menepuk nepuk punggung tangan Alesya seolah berkata jika kau masih ingin disini maka aku pun akan tetap disini selama yang kau inginkan.


“Aku-“ Alesya terlihat ragu untuk menjawab pertanyaan ayahnya. Dia ingin lebih lama bersama Aldion tapi dia juga tidak boleh menjadi egois tanpa mempertimbangkan Kenzo. Tentu Kenzo tidak dapat lama meninggalkan perusahaannya walaupun ada Jack disana yang menghandle segalanya Tapi tetap saja Kenzo harus segera kembali untuk melihat perusahaannya. Selain itu ada urusan lain yang ingin segera Alesya tuntaskan. Hanya saja, bagaimana dengan sang ayah?


“Sudah-sudah aku tahu. Kau pasti sulit untuk memilih menginap lebih lama disini atau segera kembali ke kota A.” Ujar Aldion. “Alesya Dayson,” ucap Aldion. “Kini kau sudah menikah dan memiliki keluarga mu sendiri. Kau juga sudah memiliki rumah yang kau tinggali dengan keluarga kecil mu walaupun tempat ini juga akan selalu menjadi rumah mu.” Lanjut Aldion dengan tersenyum. “Tapi sebaiknya kau segera pulang ke kota A. Jangan pikirkan pria tua ini lagi. Begitu aku sudah merestui kalian maka aku sudah menyiapkan hati untuk ini.” Aldion menutup perkataannya dengan sebuah senyuman yang terlihat sangat ikhlas.


“Ayah,..” Seru Alesya dan ia kembali menangis.


“Kenzo, bisa kah kau minta istri mu untuk tidak menangis lagi. Memang nya dia ingin membuat kita sepanjang hari ini menangis?” Ujar Aldion sambil mengalihkan pandangannya ke tempat lain sebab ia pun turut menangis.

__ADS_1


“Bukankah seharusnya kalian yang berhenti menangis seperti ini.” Ujar Kenzo sambil tersenyum.


“Alesya, sebaiknya aku keluar dulu. Aku rasa kau dan ayah membutuh waktu bersama sejenak.” Ucap Kenzo.


“Lihatlah, baru saja aku mengakuinya sebagai menantu ku, dia sudah mulai membatasi waktu antara aku dan putri ku.” Ucap Aldion pura-pura sewot.


“Ayah sungguh aku tidak bermaksud begitu.” Kenzo langsung mengklarifikasi maksudnya. Dia tidak ingin Aldion jadi salah paham dengan perkataannya barusan.


“Hahahhaa.. kau lucu sekali Kenzo Dayson!! Aku hanya bercanda. Mulai sekarang kau harus dapat menyesuaikan diri mu dengan semua lelucon ku.” Seru Aldion sambil tertawa sebab melihat wajah Kenzo yang menjadi panik sebab mendengar candaannya.


“Iiih.. ayah!! Tega nya kau mengerjai suami ku.” Timpal Alesya dengan memasang wajah manyunnya.


“Kau sangat beruntung Kenz.. sebab sepertinya kau memiliki seseorang yang akan selalu membela mu.” Ucap Aldion.


“Aku ke bawah dulu. Aku yakin ada banyak hal yang akan kalian bicara kan.” Kenzo pun pergi dari kamar itu dan meninggalkan Alesya dan Aldion berdua saja di kamar itu.


Setelah mendengar suara tutupan pintu kamar, tiba-tiba suasana menjadi hening. Alesya hanya menunduk sementara Aldion terus menatap putrinya yang menunduk itu.


“Hei..apa kau akan diam saja Alesya Dayson?” Panggil Aldion.


“Ayah!! Kenapa ayah selalu memanggil ku dengan sebutan Alesya Dayson?? Tadi aku juga mendengar kalau ayah menyebut ku dengan nama itu.” Alesya mendekatkan kursinya ke Aldion. “Aku tetap putri ayah. Ayah tidak harus menghapus nama ayah dari nama ku.” Ujar Alesya sambil memegang tangan Aldion erat.


“Bagaimana bisa aku tetap memanggil mu sebagai dengan sebutan Alesya Rodio lagi sebab kenyataannya saat ini kau sudah menjadi nyonya Dayson.” Terang Aldion dengan suara beratnya. “But that’s oke girl. Kau akan selalu menjadi putri ku dan putri keluarga Rodio sampai kapan pun.”ujar Aldion sambil mengelus kepala Alesya dengan lembut.

__ADS_1


“Alesya, apa kau sungguh mencintai Kenzo Dayson?” Walaupun sudah mengetahui jawaban dari putrinya itu, tapi Aldion merasa wajib untuk menanyakan ini untuk yang terakhir kalinya pada Alesya. Dan dia ingin mendengarkan langsung jawaban itu dari mulut Alesya sekali kali.


“Ya ayah. Aku sangat mencintainya.” Jawab Alesya.


“Apa kau yakin kau dapat memaafkan semua kesalahannya dimasa lalu?” tanya Aldion lagi.


“Ya ayah aku yakin aku dapat menerima semua yang terjadi dimasa lalu.” Jawab Alesya penuh keyakinan.


“Apa kau yakin kau tidak menyimpan rasa marah, dendam atau apapun juga pada Kenzo Dayson sebab apa yang telah ia lakukan pada mu bertahun-tahun yang lalu?”


“tidak ada sedikit pun perasaan itu di dalam diri ku ayah.” Ujar Alesya.


“Aku lega kalau memang begitu yang kau rasakan. Sebab aku tidak ingin suatu saat ini malah menjadi batu sandungan dalam rumah tangga mu. Ingat Alesya, kerikil kecil yang tajam jauh lebih menyakitkan bila mengenai kulit mu dibandingkan dengan sebuah batu besar yang memiliki permukaan mulus. Aku tidak mau hanya karena saat ini kau sedang jatuh cinta pada Kenzo akhirnya kau mengenyampingkan semua perasaan marah dan kesal pada Kenzo yang sebenarnya kau miliki untuk Kenzo. Mulailah semuanya dari nol putri ku. Pastikan kau tidak menyimpan rasa benci atau kesal pada Kenzo walaupun hanya sekecil ini.” Ujar Aldion memvisualkannya dengan jari nya.


“aku tahu akan hal itu ayah. Dan aku sama sekali tidak menyimpan atau memiliki perasaan benci atau pun kesal pada Kenzo. Memang benar aku adalah pihak yang dirugikan dimasa lalu. Tapi Kenzo sudah menceritakan semuanya awal kejadian buruk malam itu. Dan aku memahaminya. Ayah yakinlah aku memahaminya bukan karena aku telah sangat mencinti pria itu tapi memang karena apa yang dia ucapkan adalah benar. Dan itu bukan lah kesalahan dia sepenuhnya. Sebab seperti yang ayah tahu, Jenny dan putrinya lah dalang dari peristiwa buruk malam itu. Andaikan aku tidak berada di kamar Kenzo malam itu mungkin aku nasib ku akan menjadi lebih buruk.” Terang Alesya.


“Syukurlah kalau kau memang memandang hal ini dari segi positif nya Alesya. Aku pun senang melihat Kenzo yang telah memperjuangkan mu Alesya. Aku sungguh merasa iri padanya. Andaikan dimasa lalu aku melakukan hal yang sama seperti yang Kenzo lakukan, tidak meninggalkan mu walaupun kau sudah menyuruhnya untuk pergi maka nasib keluarga kita akan berbeda sayang.” Suara Aldion mulai terdengar parau. Pria tua itu kambali menangis. Tiba-tiba dia sangat menyesali diri telah menceraikan Ameera hanyak karena Ameera marah saat itu. Andaikan saat itu hatinya dan hati Ameera tidak teracuni oleh keraguan yang sengaja ditanam oleh Jenny dan Ronald maka mereka akan hidup bahagia hingga saat ini. Ameera pun tidak harus pergi di usian yang masih muda belia seperti itu.


Sekilas sepotong-sepotong adegan-adegan sebelum Aldion akhirnya meninggalkan Ameera muncul didalam pikiran Aldion...


Pria tua pun menangis pilu.. meninggat mengapa ia begitu bodoh saat itu. Begitu bodoh hingga jatuh dalam taktik busuk Jenny dan Ronald. Begitu bodoh tidak mempertahankan pernikahannya.


****bersambung

__ADS_1


__ADS_2