Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 30#Aksi Kenzo#6


__ADS_3

‘jack jalan kan rencana berikutnya.” Tulis Kenzo pada email yang akan ia kirim ke Jack.


“aku yakin saat ini mereka sudah saling mencurigai.” Gumam Kenzo sambil melihat jamnya.


“apa kau punya janji tuan Dayson? Aku perhatikan sedari tadi kau kelihatan sibuk dengan email mu dan asik melihat ke arah jam tangan mu.” Seru Alesya yang memang sedari tadi memperhatikan suami nya itu.


“bukan masalah serius nyonya Dayson.” Ujar Kenzo sambil memasang kaca mata hitamnya sebab sebentar lagi pesawatnya akan berangkat.


Alesya pun membuka novel yang sudah dia persiapkan dari tadi sebagai bahan bacaannya di dalam pesawat.


Sedangkan Kenzo mematikan jaringan ponsel dan laptopnya nya. Kini dia hanya duduk santai sambil menyilangkan kaki nya di hadapan Aleysa.


Dari balik kacamata hitam itu, Kenzo terus memperhatikan gerak gerik istrinya yang seakan-akan cuek saja pada nya dan asik dengan bacaannya.


“Kau akan terkejut begitu sampai ke kota A, nyonya Dayson!” gumam Kenzo dalam hati.

__ADS_1


****


di rumah kediaman tuan Puji,


“bagaimana keadaannya?” tanya tuan Puji pada pelayan yang sedang menjaga Agnez.


“Kondisi nya sebenarnya sudah membaik dari hari kemaren tuan. Tapi entah mengapa sampai sekarang nyonya tidak ada berbicara sedikit pun. Saya jadi sedikit khawatir dengan kondisi nyonya.” Si pelayan pun mengutarakan pendapatnya terkait kondisi Agnez yang dipantaunya.


Tuan Puji berjalan mendekat pada Agnez, dan berkata dengan lembut pada wanita itu,”bagaimana kondisi mu saat ini Agnez? Apa ada sesuatu yang kau rasakan?” Tuan Puji duduk di sebelah Agnez yang sedang berbaring.


“apa kondisinya masih belum membaik?” tanya Jasmin pura-pura bersimpati pada Agnez. Jasmin bahkan mengusap lembut kepala Agnez.


“pelayan mengatakan kalau kondisi nya sudah lebih baik dari hari kemaren tapi hingga saat ini dia tidak ada bicara sedikit pun. Apa menurut mu dia mengalami trauma?” tanya tuan Puji, cemas.


“trauma?? Trauma kenapa? Trauma karena di kurung di ruang bawah tanah?? Yang benar saja sayang!! Mana ada orang trauma dengan hal-hal seperti itu.” Ungkap Jasmin. Padahal Jasmin tahu, bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada Agnez. Dan kemungkinan besar itu karena diri nya yang sudah menyiksa Agnez dengan sangat keterlaluan.

__ADS_1


“entahlah, aku hanya berpikir apa mungkin aku terlalu keras pada nya secara dia tidak pernah diperlakukan sekeras itu di rumahnya.Jadi mungkin saja-“ tuan Puji tidak sempat menyelesaikan omongannya sebab Jasmin tiba-tiba meletakan jari nya di bibir tuan Puji.


“aku rasa saat ini dia hanya lelah dan butuh istirahat. Nanti juga dia akan bicara seperti semula.” Ujar jasmin sambil menggeleng.


“tapi aku tetap saja khawatir Jasmin. Heem.. bagaimana kalau menurut mu kita minta tuan Marcus untuk kemari dan memeriksa kondisi Agnes sekali lagi.” Tuan Puji yang panik dengan keadaan Agnez tidak dapat berpikir hal lain selain memanggil Marcus untuk memeriksa Agnez.


"Tuan Marcus pasti bisa!!!" Ulang tuan Puji.


“Apa dia ingin Marcus memeriksa wanita ini!! Tidak akan aku biarkan Marcus dekat dengan wanita ini. Marcus adalah milik ku dan hanya akan menjadi milik ku!!” Ujar Jasmin dalam hati. Tidak rela Agnez dalam berdekatan dengan Marcus.


“Sebaiknya kita tidak perlu merepotkan tuan Marcus untuk hal in. Lagi pula aku yakin Agnez itu baik-baik saja sayang.” Bujuk Jasmin.


“tapi aku-“


“heem.. kalau begitu bagaimana kalau aku saja yang merawat Agnez? Aku yakin kalau aku yang merawatnya dia akan pulih lebih cepat!” Ujar Jasmin sambil tersenyum smirk pada Agnez yang terlihat seperti sedang tertidur itu.

__ADS_1


***bersambung..


__ADS_2