
“Frans sudah disini, sebaiknya kau jelaskan rencana mu pada Frans.” Ujar Kenzo pada Alesya.
Alesya pun mengangguk.
“Frans, seperti yang ku katakan di telpon tadi, tidak baik bila membantu orang setengah-setengah.” Alesya mulai menjelaskan duduk masalahnya pada Frans.
“Karena kau sudah berniat untuk membantu bibi dan paman Marcus maka kau harus menyelesaikannya hingga akhir.” Lanjut Alesya.
“lalu apa yang bisa kau bantu?” Tukas Frans yang sungguh sangat berlapang dada masih bersedia membantu Marcus dan Dyana walaupun hatinya sedang berdarah-darah saat ini.
“Apa kau ingin aku yang membatalkan pernikahan ini? Baik akan aku lakukan.” Ucap Frans tanpa pikir panjang.
“Ne Frans! Itu percuma! Sebab begitu kau memutuskan pernikahan ini maka ibunya bibi akan langsung mencarikan jodoh yang lain untuk bibi. Dan itu akan terus berulang. Sebab permasalahannya disini adalah paman nya Kenzo ini sama sekali tidak masuk ke dalam kriteria calon menantu yang nenek Mary ingin kan.” Jelas Alesya panjang kali lebar.
“Lalu, apa rencana mu?” tanya Frans.
“Aku ingin kau dan bibi tetap mempersiapkan pernikahan ini. Tapi di hari H, kita ganti calon pengantinya. Bagaimana?” Alesya menunggu respon dari Frans.
“Heem.. apa bibi Mary tidak akan mengamuk nanti?” Tanya Frans was-was.
“tentu saja nenek ku akan sangat marah jika tahu menantunya di tukar. Tapi aku yakin dia tidak akan mengamuk di depan umum.” Timpal Kenzo.
“Heem.. bagaimana kalau pernikahan ini kit adakan secara tertutup saja. Kita rancang pernikahan ini hanya dihadiri oleh keluarga kita saja. Jadi tidak perlu ada orang tahu tentang hal ini.” Ide Frans.
__ADS_1
“Aku setuju!” Dukung Kenzo.
“Kalau perlu besok siang pernikahan ini harus diadakan.” Sambung Kenzo yang langsung mendapat tatapan terkejut dari Frans, Marcus dan Alesya.
“Ada apa? apa ucapan ku salah?” Kenzo memandangi wajah ketiga orang di hadapannya satu persatu.
“memangnya ada yang salah dengan ucapan ku?” Ujar Kenzo sambil mengambil satu tusuk bakso lagi.
“kau tahu jam berapa saat ini tuan Dayson?” Seru Frans sambil memperlihatkan jam yang ada di tangannya.
“Jam delapan malam.” Jawab Kenzo setelah memperhatikan jarum panjang dan pendek jam di tangan Frans itu.
“So?” Tanya Kenzo yang masih tidak paham.
“Sayang ini sudah malam. Bagaimana mungkin mempersiapkan pernikahan dalam waktu semalam?” Timpal Alesya, yang punya pemikiran yang sama dengan Frans.
“Aku satu pikiran dengan Frans dan Alesya. Tidak mungkin mempersiapkannya dalam semalam.” Tambah Marcus.
“Mungkin bagi kalian itu adalah suatu hal yang tidak mungkin tapi tentu saja tidak bagi ku!” Ungkap Kenzo tidak lupa memasang senyum sombongnya.
“Huft! Aku sangat mengenal mimik muka penuh kesombongan ini!” Ucap Frans sambil mengerlingkan matanya malas.
Bertahun-tahun menjadi rival Kenzo Dayson dalam dunia bisnis membuat Frans sanagt hafal segala mimik muka Mr. Arrogan itu.
__ADS_1
“Kau memang rival abadi ku Frans!” cicit Kenzo.
“Kenz apa yang kau pikir kan?” Tanya Alesya pada suaminya yang terlihat pasti memiliki ide tentang persiapann pernikahan semalam ini.
“Dengarkan aku baik-baik.” Seru Kenzo.
“Apa kah baju pernikahan mu dan bibi sudah oke paman?” Tanya Kenzo pada Marcus.
“Seharusnya besok jam sembilan pagi sudah bisa di jemput.” Jawab Marcus.
“Nah kalau sekarang kau telpon kakek Albert dan sampaikan rencana kita pada nya. Aku yakin pria tua itu pasti akan sangat mendukung rencana ini.” Tukas Kenzo.
“Aku paham rencana mu Kenz!” Marcus pun langsung menjauh dari tempat semula agar bisa bicara dengan tenang dengan ayah nya.
“Sedangkan kau Frans, pulang lah dan temui bibi ku terlebih dahulu. Ajak dia bicara berdua, dan jelaskan padanya rencana kita setelah itu kau dan bibi temui ibu mu dan nenek ku, dan minta agar pernikahan kalian dipercepat. Tapi kalau menurut mu itu akan menimbulkan kecurigaan maka kau dan bibi harus mau bersandiwara sedikit di depan nenek ku dan ibu mu agar mereka mau mempercepat pernikahan kalian. Ya, katakan saja kau ingin mempercepat pernikahan karena tidak mau paman ku datang menculik bibi ku, atau terserah mu mau mengarang cerita apa, yang pasti buat mereka setuju untuk menikah kan kalian sore besok.” Jelas Kenzo panjang kali lebar.
“Baiklah aku paham dengan rencana mu Kenz. Tapi persiapan yang lainnya bagaimana?” tanya Frans.
“Aku yang akan menyiapkan hotelnya dan persiapan pernikahan lainnya. Kau tidak perlu khawatir tentang hal itu.” Yakin Kenzo.
“Baiklah, kalau begitu sebaiknya aku pulang sekarang. Semoga Dyana masih belum tertidur.” Ujar Frans.
“Boleh aku bungkus ini untuk aku makan di jalan?” Tanya Frans dengan senyum pepsodent di wajahnya.
__ADS_1
**bersambung