Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 8#Rencana jahat Jenny dan Agnes#6


__ADS_3

Kenzo mengambil ponselnya dan menelpon ayah Daffa.


"Baiklah kalau begitu. Aku dan Putra ku akan berkunjung ke rumah mu setelah Daffa pulang dari Paris.


" Bagaimana?" Tanya Skala tak sabaran.


"Aku punya dua kabar. Kabar baik dan kabar buruk. Kau mau dengar yang mana terlebih dahulu."


"Paman Kenz, come on."


Kenzo tersenyum melihat ekspresi tidak sabaran Skala.


"Kemarilah." Kenzo meminta Skala duduk di sampingnya.


"Kabar buruknya kau hari ini tidak bisa datang untuk menemui Daffa." Ucap Kenzo.


"Why?" tanya Skala cepat.


Kenzo tersenyum dan mengacak rambut Skala. "Kau sungguh tidak sabaran boy!"


Skala pasrah saja Kenzo mengacak rambutnya karena dia sangat mengharapkan informasi yang ada pada Kenzo.


"Daffa saat ini sedang berada di Paris. Dan itu adalah kabar baiknya. Jadi dia tidak pergi ke sekolah hari ini, itu bukan karena diri mu. Jadi berhenti merutuki diri mu sendiri Skala."Ujar Kenzo.


"Benar kah?" Tanya Skala sedikit lega.


"Haruskah ku telpon ayah nya sekali lagi?"


"Tidak paman Kenz. Aku percaya." Seru Skala.


"Dan terima kasih paman Kenzo.Aku akan mengingat jasa mu ini." Ujarnya bak orang dewasa.


"Hohohoo.. ini tidak dapat diperhitungkan sebagai jasa Skala. Ini sudah keharusan bagi ku untuk membantu anak ku sendiri." Tanpa sadar Kenzo sudah mengatakan sesuatu yang membuat suasana malah berubah canggung.


"Heeem... maksud ku.." Kenzo jadi kelagapan mengklarifikasi perkataan nya barusan. "Maksud ku, kau adalah putranya Alesya. Dan saat ini Alesya adalah istri ku. Jadi sudah sewajarnya aku membantu mu." Kenzo berdiri dan berjalan ke arah pintu keluar kamar Skala.


"Lekaslah turun kalau tidak ada lagi hal yang ingin kau lakukan di kamar. Aku dan mommy mu akan menunggu mu di bawah."


Kenzo pun dari kamar Skala.


"Terima kasih daddy." Seru Skala pelan.


Entah mengapa Skala merasa Kenzo adalah sosok seorang ayah yang selama ini dia cari.


###


Kenzo, Alesya dan Skala pun sampai di resort yang dikatakan oleh Agnez.


"Akhirnya kalian datang juga." Ujar Agnez, memasang wajah bahagia palsunya.


"Tolong antar kan mereka ke kamar." Perintah Agnez pada seorang room boy.


Mereka pun mengikuti room boy tersebut.


"Ini kamar tuan dan nyonya." Ujar si room boy sambil membuka kamar A. 11.

__ADS_1


Kemudian si room boy membuka kamar yang berada di sebelah kamar Kenzo dan Alesya. "silahkan tuan muda, ini kamar untuk tuan muda." jelas si room boy.


Kenzo dan Alesya memasuki kamar mereka, demikian halnya dengan Skala.


Kenzo memperhatikan seluruh isi ruangan. Dia tidak mau Agnez atau siapapun itu meletakkan sesuatu di kamar itu.


"Alesya, aku keluar dulu." Kenzo pun meninggalkan Alesya yang baru akan mulai menyusun baju nya di lemari.


"Dia itu sungguh sesuka hati nya saja." Gumam Alesya sambil meringis melihat koper Kenzo. " Apa harus ku juga yang membereskan bajunya." Gerutu Alesya.


"Kalau begini sama saja aku dengan istri benerannya!!"


Mau tidak mau akhir nya Alesya pun membereskan pakaian Kenzo. Satu persatu dia memasukkan pakaian Kenzo.


"Huft kalau di rumah aku bisa menyuruh pelayan untuk membereskan barang-barang pribadinya.Kalau di sini siapa yang akan aku suruh!!" Rutuk Alesya sambil melihat barang-barang pribadi Kenzo.


"Ooh tuhan!! Kenapa nasib ku beginiii!!!" Teriak Alesya di kamar itu.


Sementara di lobi Kenzo sibuk menelpon Jack memastikan bahwa orang-orang mereka sudah sampai di resort itu.


"Pastikan tidak ada yang mengenali mereka. Kau pun jangan sampai terlihat oleh keluarga Diningrat." Perintah Kenzo.


"Baik tuan kau tenang saja,orang-orang kita sudah berada di sana dan sedang menyamar. Aku rasa kau pun tidak akan mengenali ku kalau kita berpapasan." Jawab Jack yakin.


"Benar kah?"


"Tentu saja tuan. Lihat lah sekeliling mu apakah kau bisa mengenali ku sekarang?" Tantang Jack.


Kenzo melemparkan pandangan keseluruh bagian di loby itu.


"Pria tua berjas biru arah jam 3.Bukan kah itu diri mu." Ungkap Kenzo.


Jack terkejut karena Kenzo dapat mengenali penyamarannya. "Waaah. aku rasa walaupun aku bersembunyi di balik bayangan ku sendiri ku pun, aku tidak akan lolos dari pandangan mu tuan." Ujar Jack pasrah.


"Kau berlebihan Jack. Mungkin kalau kau menyamar menjadi seorang wanita maka aku tidak akan bisa mengenali mu. Karena kau terlalu cantik untuk seorang pria." Kenzo mencoba menahan tawanya.


"Kau selalu saja tahu bagaimana caranya mengejek ku tuan Kenzo."


"Jack."Seru Kenzo.


" Ya tuan."


"pastikan kau dan orang-orang kita selalu berada disekitaran ku, Alesya dan Skala. Aku merasakan firasat buruk untuk malam ini."


"Kau tenang saja tuan." Jawab Jack yakin.


"Kalau terjadi apa-apa pada ku. Tolong jaga Alesya dan Skala."


Kenzo benar-benar merasakan firasat yang buruk.


"Kalau mereka berani melakukan hal yang buruk pada ku, Alesya atau Skala kau harus membalas mereka dengan hal yang serupa. Ingat itu Jack."


"Baik tuan."


Kenzo pun menutup panggilan itu dan kembali ke kamarnya.

__ADS_1


Ketika ia berada di depan pintu kamar nya dan Alesya, dilihatnya pintu kamar Skala.


"Aku rasa aku harus berbicara dengan Skala terlebih dahulu." Gumam Kenzo.


Mungkin saat pertama sekali bertemu Skala, Kenzo tidak begitu menyukai Skala bahkan dia berpikir untuk mengirim Skala ke asrama. Tapi setelah beberapa hari ini berkomunikasi dan berinteraksi dengan bocah nakal itu, Kenzo malah jadi menyayangi nya dan ingin melindungi nya. Kenzo melakukan itu bukan karena dia memiliki kecurigaan bahwa Skala adalah putranya tapi hal itu benar-benar berasal dari hatinya.


"Boleh aku masuk." Seru Kenzo sambil mengetuk pintu kamar Skala.


"Kau kah itu paman Kenz?" Tanya Skala dari dalam kamar.


"Ya." Jawab Kenzo dengan suara beratnya.


Skala pun membuka pintu untuk Kenzo.


"Apa kau sudah membereskan pakaian mu?" Tanya Kenzo melihat koper Skala sudah tersimpan di sudut kamar.


"Mommy tadi kemari untuk membantu ku membereskan nya." Jawab Skala.


Mereka pun duduk di sofa yang ada di kamar itu.


"Skala apakah kau menyukai pesta?"


"Heem.. tidak terlalu." Jawab Skala singkat.


"Kalau begitu, aku minta kau tidak perlu menghadari pesta malam ini. Dan cukup beristirahat di kamar yang sudah aku siapkan untuk mu. Nanti akan ada orang-orang ku yang akan menemani mu di sana." Ujar Kenzo dengan wajah serius.


"Kenapa kau meminta ku untuk melakukan hal itu." Tanya Skala penasaran.


"Kau lihat sendiri bagaimana perlakuan keluarga Diningrat pada mommy mu sewaktu kita makan malam di kediaman mereka waktu itu kan?" Ucap Kenzo sambil menatap Skala serius.


"Aku khawatir mereka berniat buruk. pada kita terutama pada mommy mu. Aku tidak bisa menjaga kalian secara berdua di waktu yang bersamaan. Walaupun orang-orang ku sudah menyusup di hotel ini tapi aku lebih tenang kalau kalian berdua berada langsung di bawah pengawasan ku." Terang Kenzo.


Skala memiringkan dan menatap Kenzo dengan seksama.


"Apa kau sungguh-sungguh mencintai mommy ku?" Tanya Skala spontan.


Kenzo yang tidak menyangka Skala akan menanyakan hal itu jadi salah tingkah.


"Tentu saja. Kalau tidak mencintai mommy mu apa aku harus mencintai Jack?" Jawab Kenzo asal.


"Hahaha.. kau terlalu serius paman Kenzo. Aku hanya memastikannya saja." Ujar Skala sambil tertawa.


"Karena kalau kau sampai menikahi ibu ku tapi tidak mencintai nya, aku tidak tahu bagaimana aku akan membalas mu kelak." Kini suara Skala terdengar serius.


Kenzo menelan salivanya. Seumur hidup baru kali ini dia berhadapan dengan seseorang yang begitu mirip dengan nya. Dapat menekan musuh dengan wajah pokernya.


"Hahhaha.. seumur hidup bertarung di dunia bisnis yang kejam ini belum ada yang berani mengancam ku secara langsung. Tapi kau malah mengancamku tepat di depan hidung ku." Ujar Kenzo sambil tertawa dan berjalan ke arah pintu.


"Bersiaplah, sebentar lagi Jack akan menjemput mu." Seru Kenzo dan menghilang di balik pintu.


####


Kita up dua ya hari ini sebagai penebus dosa otor gak up hari kemarin. Apakah ada yang tidak setuju? 😌😌😌


###

__ADS_1


jangan lupa like dan komen setiap kali kalian membaca ya sobat. Agat otor tau otot gak sendirian disini.. #eaaaak...


__ADS_2