Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 46#Kala tabir tersingkap #13


__ADS_3

Marcus memandang lurus ke depan....Terlihat matahari seakan mulai terlihat seperti orang yang lelah, yang ingin segera kembali ke rumah untuk beristirahat. Marcus menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya pelan.


Marcus yang memang tidak menggunakan alas kaki itu, duduk di tepi pantai sambil meluruskan kakinya di tempat yang sama dimana dia dipukuli oleh Kenzo tadi.... Entah mengapa kaki nya malah mengajak nya untuk kembali ke tempat ini., tempat dimana dia sengaja menggiring Kenzo untuk membencinya.


Marcus kembali  melihat ke arah matahari yang hampir terbenam itu. "Hari sungguh cepat berlalu ..." Ujar nya pelan, lalu menutup matanya dan membiarkan angin pantai menerpa wajahnya yang memar karena pukulan dari Kenzo. Terasa sakit memang, tapi Marcus malah menikmatinya.. Terbukti hingga saat ini luka itu masih belum diobatinya.


Marcus duduk untuk menenangkan pikirannya. Pikirnya saat ini yang paling dia butuhkan adalah ketenangan. Terlalu banyak hal yang terjadi dalam kurun waktu yang tak berselang berapa lama membuatnya Marcus sebenarnya tertekan secara mental meskipun dia tidak pernah memperlihatkan itu kepada orang lain..


Agnes sakit.. Dyana kecelakaan dan saat ini Kenzo mengalami trauma kembali di kepalanya, semua ini ingin membuat Marcus berteriak keras. Agar tuhan dan alam tahu bahwa dirinya adalah manusia yang tidak bisa menanggung semua nya sendirian walaupun dia ingin terlihat selalu tenang dan anteng meski diterpa banyak masalah. Tapi di dalam sana, jauh di dalam diri seorang Marcus, dia selalu merisaukan segala hal.


Cukup lama Marcus memejamkan matanya merasakan semilir angin yang terasa bagaikan terapi untuk segala masalahnya. Lalu tiba-tiba ia teringat kembali pada Kenzo ketika tanpa sengaja mata nya melihat jas dan dasi yang Kenzo lepaskan tadi. "Itu pasti milik nya..." Ujar Marcus pelan lalu tersenyum sendiri melihat jas dan dasi itu. "Tidak terasa kau sudah sebesar ini Kenzo!! kau bahkan mendahului ku memiliki seorang putra!" Gumamnya pada semilir angin dan umang-umang yang berjalan di depannya."Betapa banyaknya waktu yang aku lewatkan dengan tidak ada di samping mu.." Marcus tertawa miris sendiri mengenang nasibnya. Begitu pelik kah hidup baginya. Ingin melindungi orang yang disayang dengan cara menjauh dari orang itu, memang sungguh sangat menyiksa. Hanya Marcus seorang lah yang tahu bagaimana rasanya.


Marcus menatap lurus ke arah lautan luas yang ada di depannya. DItariknya nafas dalam-dalam, dan...


"Tuhan!!!!!!!" Teriak Marcus sekuat tenaga di tepi pantai yang tak berorang itu.


"Andaikan waktu dapat di putar.. Aku sungguh ingin dapat kembali ke waktu itu..:" Teriak Marcus yang mulai terdengar bagaikan sebuah rintihan yang dialamatkan nya pada semilir angin yang menemaninya sore itu. Mungkin Marcus berharap angin dapat menyampaikan harapannya pada tuhan yang terlihat mulai melupakan nya.

__ADS_1


"Waktu dimana bocah kecil itu bertanya pada ku, "Paman,.. aku pergi dengan mobil ayah saja ya? dan tolong paman pindahkan semua barang -barang ku ke mobil ayah...Aku tidak-"


"Aku tidak ingin ada yang tertinggal." Sambung Kenzo dari belakang Marcus. Membuat Marcus tidak jadi melanjutkan kata-kata setelah mendengar suara Kenzo yang menyambung kalimat yang akan dia katakan pada tuhan melalui semilir angin sore di pantai itu.


"Kenzo...?" Ujar Marcus pelan bahkan hampir tidak terdengar. Marcus langsung menoleh ke belakang. Bagaimana mungkin Kenzo bisa berada disini. Jelas-jelas Marcus yakin Kenzo tengah terbaring di tempat tidur nya di kamar.


"Kenapa kau diam paman? mengapa kau tidak melanjutkan perkataan mu?" Tanya Kenzo pada Marcus yang kini malah mematung menatapnya.


Marcus  terus menatap Kenzo yang terlihat pucat itu."Apa yang kau lakukan di sini Kenz!!" Seru nya tapi masih dengan tatapan tidak percaya kalau Kenzo benar-benar ada disana.


"Mengapa kau sanggup menanggung semua itu sendirian paman?" Tanya Kenzo pada Marcus yang masih tidak bergeming sama sekali.


"Apa yang kau lakukan disini Kenz?" Tanya Marcus yang langsung berdiri guna membantu Alesya untuk memapah Kenzo..


"Alesya!! mengapa kau biarkan Kenzo keluar!! angin disini sangat kuat! Tidak baik untuk kesehatannya." Ujar Marcus pada Alesya yang hanya menjawab Marcus dengan isyarat matanya.


"Ayo kita ke dalam." Marcus pun ingin membawa Kenzo ke dalam. Tapi Kenzo dengan sisa-sisa kekuatan yang masih ia miliki, menahan Marcus agar tidak pergi kemana pun.

__ADS_1


"Apa kau begitu marah pada ku hingga kau tidak mau menerima permintaan maaf ku paman?" Ujar Kenzo sekali lagi.


"Kenz!! kita bisa bicara di dalam. Udara sejuk ini tidak baik untuk kesehatan mu." Marcus terus mengabaikan perkataan Kenzo. Dia seakan-akan tidak mendengar apa yang Kenzo ucapkan atau mungkin lebih tepatnya Marcus menang tidak MAU untuk mendengar apa yang Kenzo ucapkan dan apa yang akan Kenzo ucapkan.


"ayo kita masuk!! Alesya.. tolong aku. Kita harus membawa Kenzo kembali ke kamarnya." Ucap Marcus yang sengaja menyibukkan diri membawa Kenzo untuk masuk.


"Aku sudah ingat semuanya paman.. aku sudah ingat!!" ujar Kenzo memeluk erat tubuh Marcus yang tepat ada di depannya.


"Kau tidak bersalah!! aku lah yang bersalah dalam kecelakaan itu!! Karena aku lah ayah dan ibu ku meninggal!!" Seru Kenzo sambil menangis memeluk pamannya itu sekuat yang dia bisa.


Nafas Marcus langsung jadi terasa berat. Semua air matanya yang seharusnya mengalir keluar kini malah jatuh bagaikan air bah ke dalam relung hatinya.Membasahi setiap dinding hatinya.


Melihat Kenzo yang menangis pilu penuh isak seperti itu mengingatkan Marcus akan Kenzo kecil yang selalu menangis pada nya setiap kedua orang tua Kenzo tidak bisa datang menghadiri hari-hari penting dalam hidup Kenzo. Dimana hanya pada Marcus lah Kenzo selalu meneteskan air mata kesedihannya. Meluapkan apa yang Kenzo rasakan. Dan setelah sekian tahun lamanya hari ini Kenzo kembali menangis dalam pelukannya. Membuat Marcus kembali terbawa rasa ketika dia menjadi satu-satu nya tempat Kenzo bercerita.


"Aku tidak pernah membenci mu Kenzo.. Dan kau tidak pernah berbuat salah pada ku.. Jadi aku sama sekali tidak punya alasan untuk memaafkan mu..." jawab Marcus bersama air mata yang akhirnya berhasil menemukan jalan keluar nya. "Kau tidak perlu meminta maaf pada ku..."


***bersambung

__ADS_1


😎😎😎


*Tuliskan pendapat mu tentang karya otor yang ini ya.. *biar kalau karya ini tamat bisa jadi bahan refleksi bagi otor. Terima kasih * dan jangan lupa untuk like dan Vote nya.


__ADS_2