Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 44 #Ujian Cinta #33


__ADS_3

Arya baru saja keluar dari ruangan Mai untuk melihat gadis itu ketika dia melihat Marcus datang mencari nya di meja para perawat. Arya pun langsung menghampiri sahabatnya itu.


Ketika Arya pergi meninggalkan ruang ICU itu, Alesya tiba dengan seplastik makanan di tangannya untuk di berikan kepada Romano..


"Selamat pagi kek.."sapa Alesya lalu duduk di kursi panjang itu bersama Romano.


"selamat pagi Alesya." jawab Romano dengan wajah yang terlihat sangat lelah.


",Pasti semalaman dia tidak tidur." Duga Alesya.


"Ini aku bawakan kakek sarapan.Dan juga ada beberapa roti dan minuman." Alesya membuka bungkusan yang dia bawakan. Dia ambil nya sekotak sarapan yang telah dia beli di kanton tadi.


"ayo kek.. makan dulu." Alesya menyodorkan kotak yang berisi sarapan itu pada Romano.


"Apa nenek sudah menelpon? kapan dia akan sampai?" Tanya Alesya yang masih belum melihat kehadiran nenek Kenzo disana.


"Dia sudah sampai subuh tadi di kota ini. Tapi tiba-tiba vertigo nya kambuh sehingga saat ini di sedang di rumah temannya untuk beristirahat. Mungkin karena terlalu panik atau terlalu terbebani dengan semua kejadian yang serba mendadak ini.. dia jadi jatuh sakit. Aku melarang nya untuk ke rumah sakit hingga keadaan nya membaik." Jelas Romano pada Alesya.


"Dan bagaimana keadaan Dyana? apakah operasi nya berjalan lancar? Aku aku akan datang ke kamar nya setelah hasil pemeriksaan Mai keluar. Aku takut tidak ada orang yabg berjaga di sini ketika hasil nya keluar." Romano sengaja menjelaskan nya dengan sangat rinci sebab dia tidak ingin Alesya berpikir dia membeda-bedakan antara Dyana dan Mai.


"Aku mengerti kek. Kakek tidak perlu khawatir.. ada Kenzo dan diri ku di sana." jawab Alesya.


",Hanya saja keadaan bibi sangat buruk saat ini" lanjut Alesya.

__ADS_1


"Apa maksud mu nak?"


"Tangan dan kaki bibi patah. Wajah nya penuh dengan luka pecahan kaca dan -" Alesya tidak sanggup untuk meneruskan kalimatnya.


"Dan apa Alesya!!" Tanya Romano penasaran.. apakah masih ada hal buruk lagi yang menimpa putrinya yang malang itu.


" mata..mata bibi Dyana tidak bisa melihat saat ini kek.. sebab kornea mata terluka sewaktu kecelakaan itu." ucap Alesya sambil menahan tangisnya. Setiap kali dia teringat dengan kondisi Dyana saat ini, air mata nya pasti tidak mau di ajak kompromi.


," ya tuhan!!" Seru Romano sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.


"Mengapa hal buruk ini bisa menimpa mu nak!!" terdengar suara Romano terisak-isak dari balik tangan yang menutupi wajah nya itu.


",Saat ini bibi sangat membutuhkan kan donor kornea mata kakek .. dan Kenzo sedang mengusahakan itu. Kakek tenang saja. Kita pasti akan berhasil menemukan pendonor untuk bibi." Alesya mencoba menenangkan Romano.


"Mai sendiri bagaimana kek? apakah dia sudah sadar?" Tanya Alesya.


Alesya beranjak dari sana dan mengintip ke ruang ICU.. sebenarnya Alesya ingin masuk ke dalam tapi dia takut kedatangan malah memperparah keadaan Mai.. Alesya pun mengurungkan niatnya.


"Aku berdoa, semoga Mai lekas sadar kek. Dan jika kau butuh sesuatu, kau cukup telpon Kenzo. Kami tetap stand by di rumah sakit ini." ujar Alesya.


"kek.. jangan lupa sarapannya di makan. Aku harus kembali ke ruangan Dyana." Sebut Alesya.


"Terima kasih nak." Jawab Romano.

__ADS_1


Setelah yakin semua yang ingin ia serahkan pada Romano telah diserahkannya, Alesya pun ingin kembali ke kamar Dyana.


Sambil berjalan dari ruang IcU.. Alesya terlihat sibuk dengan email-email dari perusahaan hingga dia tidak memperhatikan dokter Arya dan Marcus yang sedang berada di meja para perawat jaga.


"wanita itu!!" Seru Arya cukup keras hingga membuat Marcus yang tadi nya sedang sibuk membacanya hasil diagnosa Arya juga ikut melihat ke arah wanita yang ditunjuk oleh Arya.


"Alesya!!!" batin Marcus, langsung menutup berkas yang sedang di baca nya dan mengikuti Alesya."apa terjadi sesuatu pada Kenzo?" Tiba-tiba Jantung Marcus menjadi tidak karuan.Dia takut penyakit lama Kenzo kambuh.


"hei! Marcus kau mau kemana!!" pekik Arya yang melihat Marcus pergi begitu saja mengikuti wanita selingkuhan nya pacar Mai tadi, sebenarnya sudah akan mengejar Marcus. Namun sayangnya salah seorang perawat menahan tangannya cepat.


",Dok.. saat nya visit ke lantai dua dan lantai tiga." Cegat Perawat itu.


Mau tidak mau akhirnya Arya tidak bisa mengejar Marcus karena tugas dan tanggungjawab sudah mulai memanggil nya.


Marcus sengaja berjalan diam-diam agar Alesya tidak mengetahui nya. Dia tidak ingin Alesya kaget dan tidak berkata jujur pada. meskipun dia sudah mengatakan semuanya secara jujur pada Alesya tapi kalau benar Kenzo sakit bisa saja Kenzo melarang Alesya untuk memberitahu nya. Jadi supaya lebih aman, lebih baik mengikuti Alesya diam-diam dari belakang.


Setelah cukup lama mengikuti Alesya.. terlihat wanita itu masuk ke salah satu kamar dan syukur nya Alesya tidak menutup rapat pintu kamar itu sehingga Marcus bisa mengintip apa yang ada di dalam kamar itu.


"apa yang terjadi pada mata ku Kenz!!!!" terdengar suara Dyana berteriak dari dalam membuat tubuh Marcus terdiam terpaku.. Di beranikan nya diri nya untuk melangkah ke dalam.. dan terlihat lah.....


***bersambung...


#huft! digantung lagi ...#ooooootttttoooor!!!!😑😑😑😑

__ADS_1


#ups! ootor pura-pura gak dengar.. hehehe..


jalan lupa like.. komen dan vote ya ..muach!


__ADS_2