
Frans keluar dari ruang kerja Kenzo. Keputusan Frans sudah bulat. Dia hanya ingin membuat Dyana bahagia selama tiga hari ini dengan nya. Paling tidak itu dapat menjadi sebuah kenangan indah yang dapat Frans simpan di dalam hatinya.
“Kau sudah mau pulang Frans?” Tanya Alesya yang melihat Frans keluar dari ruangan Kenzo.
“ ya.. urusan ku dengan dua orang itu sudah selesai.” Ucap Frans.
“Alesya dapatkah aku meminta tolong sesuatu pada mu?” tanya Frans, dengan wajah yang serius.
“Kau ingin minta bantuan apa? Kalau seandainya aku dapat menolong mu maka pasti akan aku lakukan.” Jawab Alesya.
Frans pun mendekat dan membisikkan sesuatu pada Alesya.
“Tapi untuk apa Frans?” Tanya Alesay yang bingung dengan permintaan aneh Frans.
“Lakukan saja apa yang aku minta Alesya. Lakukan itu diam-diam. Karena tidak mungkin mereka tampil beda ketika hari istimewa itu.” Ujar Frans sambil tersenyum yang terlihat sangat tulus di mata Alesya.
“Frans?” panggil Alesya, terdengar sedih.
“Come on Alesya. Aku sungguh tidak ingin kau mengasihani ku.” Tukas Frans yang sudah bisa membaca maksud hati Alesya.
“Aku yakin tuhan pasti sudah mempersiapkan jodoh terbaik untuk mu dan dia akan segera mengirimkan wanita yang beruntung itu pada mu di waktu yang tepat nanti. Kau harus percaya dan harus bersabar..” Alesya menyentuh tangan Frans. Bagaimana pun Frans adalah orang terdekatnya sebelum di meninggalkan kota A waktu itu.
__ADS_1
“Terima kasih Alesya. Ucapan mu sungguh sangat menghibur ku. Walaupun sebenarnya aku cukup pesimis, jangan – jangan tuhan lupa membayar ongkos kirim ketika memaketkan wanita itu untuk ku. Buktinya sampai saat ini tidak ada wanita yang menghampiri ku.” Seloroh Frans.
“kau ini!! Kau kira jodoh itu dalam bentuk paket shopee 12 12!!” Alesya mencubit tangan Frans yang dipegangnya.
“Tapi aku tetap berharap tuhan memang tidak lupa untuk menyiapkan sesuatu yang spesial akhir kisah ku. Tuhan pasti tidak akan sekejam itu kan Alesya, yang tega melupakan ada pria dengan hati yang berdarah-darah menunggu di sini.” Ungkap Frans plus dengan raut wajah yang mendukung.
“huh, kau membuat ku sedih Frans!” sebut Alesya.
“Hahaha.. kau memang memiliki perasaan yang sensitif Alesya. Tidak seperti – “Ucapan Frans terpaksa dia hentikan sebab dia melihat bayangan Kenzo dan Marcus melalui cermin besar yang ada dihadapannya.
“Seperti siapa tuan Aksena? Mengapa kau tidak melanjutkan kata-kata mu.” Ketus Kenzo yang sudah tahu bahwa orang yang dimaksud oleh Frans pastilah dirinya.
“Seperti tukang bakso yang selalu lewat di depan rumah ku setiap sore. Dia sungguh tidak sensitif. Aku sudah memanggilnya berkali-kali tapi dia tidak berhenti dan terus berjalan ke rumah tetanga ku.” Jawab Frans asal dan membuat Alesya tertawa.
“Apakah dia akan menghajar ku karena menyamakan dirinya dengan tukang bakso yang selalu melewati depan rumah ku?” balas Frans bercanda. Kini Alesya dan Frans malah berbicara berbisik di depan Kenzo dan Marcus. Sungguh membuat Kenzo merasa cemburu.
“Aku mendengar ucapan kalian berdua. Dan kau Frans!! Bisakah kau lepaskan tangan istri ku? Kau sudah menyentuhnya selama dua menit empat puluh sembilan detik. “ Seru Kenzo dengan nada marah sambil melihat ke arah jam tangannya.
“Perlu kau ketahui.. istri mu lah yang menyentuh tangan ku terlebih dahulu!” jawab Frans apa adanya.
“Alesya berhenti menyentuh tanganya. Aku sedang tidak berniat memotong tangan seseorang saat ini.” Ancam Kenzo.
__ADS_1
“Kenz!!” teriak Alesya marah pada Kenzo sebab karena hal itu Frans langsung menarik tangannya yang sedang di pegang oleh Alesya.
“Maaf Aleysa, kadang bercandaan suami mu suka agak di luar batasan. Aku masih memerlukan kedua tangan ini.” bisik Frans sambil tertawa.
“Bukan kah kau sudah mau pulang tuan Aksena?” usir Kenzo yang mulai jengah melihat keakraban Frans dan Alesya yang tak seperti biasanya.
“Kau tidak perlu bersusah payah mengingatkan ku tuan Kenzo Dayson.. aku pun sudah akan pulang.” balas Frans.
“Jangan lupa yang aku minta tadi.” Bisik Frans pada Alesya sekali lagi
“Frans!!!” Seru Kenzo yang sudah mulai mencapai limit kesabarannya.
“Suami mu sungguh cemburan Alesya, semoga jantung nya selalu terjaga dengan baik sebab memiliki istri secantik diri mu.”goda Frans.
Usai mengatakan hal itu, Frans pun langsung pergi tanpa berpamitan pada Kenzo ataupun Markus.
***bersambung.
Semoga paketnya Frans cepat sampai ya kengkawan.. #mari kita amin kan bersama.
😎😎😎
__ADS_1
*Tuliskan pendapat mu tentang karya otor yang ini ya.. *biar kalau karya ini tamat bisa jadi bahan refleksi bagi otor. Terima kasih * dan jangan lupa untuk like dan Vote nya.