
Alesya pergi ke Balkon kamar sembari menunggu Kenzo mandi. Diambilnya ponselnya sebab sedari tadi dia berencana untuk menelpon Monica tapi malah terlupa kan karena ulah Kenzo dan Skala.
“Monica, apa sudah ada kabar dari Jody?” tanya Alesya berhati-hati.Dia tidak ingin Kenzo mendengarnya.
“ Sudah. Tapi Jody tetap membutuhkan semua informasi yang dimiliki oleh suami mu. Aku dan Jody yakin Kenzo pasti memiliki semua informasi yang kami butuh kan Alesya.” Ujar Monica.
“Apa Jody tidak bisa meretas data resort tempat aku dan Skala menginap?” Alesya tentu saja akan kesulitan jika harus meminta data tersebut pada Kenzo. Dia juga tidak ingin membuat Kenzo curiga jadi sebisa mungkin dia akan pura-pura tidak ambil pusing dengan kasus Skala.
“Dia sudah meretas data di resort itu.Tapi permasalahannya, Jody tidak bisa menemukan keberadaan kedua penculik itu hingga saat ini. Bahkan kalau benar mereka di sekap, jody pasti bisa melacaknya. Namun tidak ada jejak sama sekali Alesya.” Tukas Monica.
“Astaga, bagaimana aku bisa lupa bertanya soal para penjahat itu pada Kenzo! Huft, Perhatian ku saat itu hanya fokus pada pada Skala dan Agnez! Entah mengapa aku curiga Agnes dan ibunya lagi dalang dari peristiwa penculikan Skala.” Keluh Alesya.
“Hah. Benar, apakah Jody sudah tau data para pelaku itu?” Tiba-tiba Alesya mendapatkan sebuah ide untuk mengusut kasus ini.
__ADS_1
“Ya, kemaren Jody sudah mengirimi data-data penculik itu. Apa kau mau aku mengirimkannya pada mu?”
“Tidak. Tidak perlu. Aku hanya ingin tahu saja apakah kita sudah punya data penculik itu atau tidak. Begini Monica, minta Jody untuk membobol data banking Agnes dan ibunya. Kemudian cek apakah ada pengiriman uang yang ditujukan untu para penjahat itu dari Agnes atau ibunya. Karena aku yakin kalau memang mereka adalah pelakunya maka mereka pasti mengirimi penjahat itu sejumlah uang. Kalau tidak ditemukan maka minta Jody untuk melacak semua transaksi keuangan milik Agnes dan ibunya. Bisa saja mereka menggunakan perantara. Cari koneksi antar kedua pihak ini. Buat irisan siapa saja orang yang mungkin saja berhubungan dengan kedua pihak ini.” Jelas Alesya.
“baiklah Alesya. Tapi kalau kau bisa, coba kau mintakan pada suami mu semua informasi para penculik itu.” Monica pun menutup panggilan itu setelah Alesya mengatakan ia bahwa dia harus segera mematikan ponselnya.
Alesya segera keluar dari balkon sebab dia mendengar suara pintu kamar mandi dibuka. Alesya sudah yakin Kenzo pasti sudah selesai mandi?” gumam Kenzo dalam hati sambil tersenyum.
“kau sudah mandi Kenz?”Ujar Alesya sambil membawakan baju yang sudah ia siapkan untuk Kenzo sebelumnya.
“Aku? Tentu aku baik-baik saja.” Jelas Alesya, berusaha untuk tenang karena entah sejak kapan Alesya merasa jantung nya selalu berdebar kencang bila di dekat Kenzo.
Kenzo terus menatap lekat Alesya.”Apa kau sedang berpura-pura mencintai ku untuk membuat Dyana pergi dari rumah ini?”Tanya Kenzo blak-blakan membuat Alesya terkejut.
__ADS_1
“Tidak!!” Elak Alesya cepat.
“lalu apa kau akan mengatakan bahwa kau sudah jatuh cinta pada ku?’ kenzo berjalan mendekat pada Alesya.
“Bertahan Alesya!! Bertahan!!! Jangan mundur...! kau tidak ingin Kenzo menertawai mu kan” batin Alesya.
"Besar juga nyali mu." Kata Kenzo sambil mengambil baju nya yang ada ditangan Alesya. "Apa kau tidak sekalian memakaikan baju ini pada ku. Karena aku ingat tadi kau begitu bersemangat ketika menanggalkan baju ku." Ujar Kenzo sambil tersenyum dalam hati. Kenzo senang rencana nya dan Skala berjalan sesuai dengan apa yang telah mereka rencana kan.
*********************Update stipis-tipis...
Jangan lupa like , komen dan vote nya
uh
__ADS_1
“