Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 19#Menjelang pulang Ke Mansion Rodio#4


__ADS_3

“Semua pekerjaan ku sudah selesai!” Gumam Alesya sambil melihat jam tangannya. Waktu sudah hampir menunjukkan pukul 12 siang. “Sudah waktunya makan siang tapi Kenzo masih ada pertemuan di luar. Bagaimana ini? Apa aku pulang dan makan siang dengan Skala saja di rumah?” Ujar Alesya pelan sambil memainkan pena yang ada di tangannya.


“haaa!! Aku ajak Monica dan Jody untuk makan siang bersama saja. Sekaligus-“ sebuah ide muncul di kepala nya.


“Aku tunggu kalian di Restoran Gading sekarang.”


Alesya pun mengirimkan pesan itu pada Monica dan Jody. Kemudian dia pun membereskan tasnya, dan menuliskan memo di atas meja untuk Jack yang berisi pemberitahuan dia akan pergi makan siang bersama temannya.


“begini saja sudah cukup!” Alesya pun meletakan memo itu di atas buku yang ada di atas meja nya supaya mudah ditemukan oleh Jack.


“Heemm...apa aku harus mengirimkan pesan pada Kenzo kalau aku akan makan siang di luar?”Alesya sempat bimbang untuk mengirimi Kenzo pesan atau tidak. Tapi akhirnya ia memutuskan untuk memberitahu Kenzo bahwa ia akan makan siang bersama temannya yang bernama Monica dan Jody.


“Sayang, aku akan makan siang bersama teman ku (Monica dan Jody) di Restoran Gading. Aku akan menunggu mu untuk pulang bersama nanti di kantor. Love You.”


Tentu saja pesan itu terkirim ke ponsel milik Kenzo yang sedang berada di ruangan rahasianya. Tapi bukan karena Kenzo mendapatkan pesan dari Alesya maka nya ia tahu Alesya akan pergi makan siang bersama Monica dan Jody melainkan dari ponsel Alesya yang telah berhasil di retas oleh Kenzo. Sebab saat ini semua isi pesan di ponsel Alesya sudah berhasil Kenzo retas tanpa sepengetahuan Jody sebagai hacker nya Alesya. Sehingga pesan yang Alesya kirim ke Monica dan Jody tentu saja sudah terbaca oleh Kenzo.


Tidak hanya itu, segala informasi yang dikirim oleh Jody ke Alesya melalui email juga sudah dibaca oleh Kenzo.


Tidak jauh beda dengan reaksi Alesya, darah Kenzo juga ikut mendidih begitu mengetahui bahwa dalang dari penculikan Skala adalah ibu tiri dan saudari tiri Alesya. Kenzo sungguh ingin menghabisi kedua wanita ini dengan tangannya sendiri. Pantas saja saat itu Alesya terdengar sangat marah dan menakutkan. Tidak seperti Alesya yang biasanya.


“jangan-jangan maksud mereka jumpa siang ini-“ Kenzo bergegas menelpon Jack untuk melihat apakah Alesya sudah berangkat atau belum sebab ia perlu memastikan Alesya untuk membawa serta alat penyadap dari nya.


Dengan cepat Jack pun berlari menuju meja kerja Alesya hanya saja sayangnya nyonya nya itu sudah berangkat.


“Nyonya sudah pergi tuan.” Ujar Jack dengan nafas tersengal-sengal.


Kenzo tidak kehabisan akal. Sambil men-dial nomor istrinya Kenzo menuju ke ruang kerjanya dan meletakan ponsel cadangan miliknya yang sebelumnya sudah dipasangkan alat penyadap di atas meja kerjanya.


Seharusnya jika Alesya membawa ponsel ini bersama nya walaupun Alesya meletakan ponsel ini di dalam tas sekali pun Kenzo yakin ia tetap dapat menyadap semua pembicaraan Alesya dan teman-temannya. Semua ini Kenzo lakukan demi melindungi istrinya dari hal yang membahayakan nya nanti.


“Ya Kenz..” Sahut Alesya dari ujung telpon.


“nyonya Dayson, apakah kau masih di kantor sayang?” Kenzo sengaja membuka pembicaraan seperti ini guna menghindari kecurigaan dari Alesya. Kenzo sadar istrinya bukanlah seorang wanita yang bodoh.


“ya aku masih di kantor dan lebih tepat nya sedang berada di depan kantor menunggu taksi online ku datang. Apa kau membaca pesan yang aku kirimkan tuan Dayson? Siang ini aku berencana untuk makan siang bersama teman-teman ku sebab kau masih ada pertemuan hingga setelah jam makan siang bukan? Tidak apa-apa kan?” rayu Alesya.


“Ya aku sudah membaca pesan mu. Tentu saja tidak apa-apa. Aku minta maaf sebab tidak dapat makan siang bersama mu hari ini." ujar Kenzo.


"Tidak masalah sayang. " balasa Alesya.


"Sayang tapi alasan ku menelpon mu saat ini sebenarnya bukan hanya untuk itu. Aku ingin meminta mu untuk mengambilkan ponsel ku yang satu lagi yang tertinggal di atas meja. Aku tadi terburu-buru sehingga lupa untuk membawa ponsel itu. Awalnya ku pikir nanti saja pas menjemput mu pulang kerja akan ku ambil sekalian. Tapi setelah mendengar kau akan pergi makan siang bersama dengan teman-teman mu maka aku pikir sebaiknya kau saja yang membawa ponsel itu jadi aku tidak harus kembali ke kantor setelah urusan ku selesai dan bisa langsung menjemput mu di restoran Gading.” Jelas Kenzo.


“Tapi saat ini kau sudah ada di depan kantor? Pasti akan merepotkan jika sayang ku yang mungil ini harus naik lagi ke atas dan mengambilkan ponsel suami nya ini!” Ucap Kenzo dengan nada mendayu.


“kau ini memang paling bisa untuk hal seperti ini tuan Dayson!!!” Seru Alesya.


“Karena taksi ku belum datang, aku rasa aku masih ada waktu untuk mengambil ponsel mu yang tertinggal sekaligus membereskan meja kerja ku.” Ujar Alesya sambil kembali menuju ke dalam kantor.


“kau memang yang terbaik nyonya Dayson!!!! Muach.. .. “ Kenzo bergegas menutup telpon itu. Setelah memastikan ponsel cadangannya terletak di tempat yang mudah untuk di temukan oleh Alesya, ia segera kembali masuk ke dalam ruang rahasianya.


Alesya pun masuk ke dalam ruang Kenzo. “Dimana tuan Dayson itu meletakan ponsel nya itu?” Alesya melihat ke atas meja bulat di dekat sofa tamu tapi disana tidak ada. “Apa mungkin di atas meja kerjanya?” Alesya pun menuju meja kerja Kenzo. “itu dia!!” Alesya pun mengambil ponsel itu dan memasukkannya ke dalam tas nya.


Lalu Alesya keluar dan merapikan meja. “Oke, aku tidak perlu meninggalkan memo ini untuk Jack!” Alesyak pun membuang memo yang dituliskannya tadi untuk Jack. Alesya yakin Kenzo pasti sudah mengabari Jack jika ia dan Kenzo tidak akan kembali ke kantor melainkan langsung pulang setelah semua urusan Kenzo dengan perusahaan asing itu selesai.


“Semoga taksi online yang ku pesan tadi sudah ada di bawah.” Alesya pun menekan tombol turun di lift itu.


“Apa istri ku sudah pergi Jack?”tanya Kenzo melalui ponselnya.


“Sudah tuan. Baru saja nyonya turun ke lobi.” Jawab Jack yang sedari tadi bersembunyi dan diam-diam memperhatikan gerak gerik Alesya.


“baiklah.” Kenzo mematikan panggilan itu. Kini dia fokus dengan suara dari alat penyadap yang ia pasang di ponsel yang telah dibawa oleh Alesya.


“Kau tidak perlu melakukan semua hal yang berbahaya ini sayang. Masih ada aku!! Biar aku yang menghancurkan mereka dengan tangan ku sendiri. Skala itu bukan hanya putra mu, dia juga adalah putra ku.” Gumam Kenzo pelan sambil memejamkan mata.


“tuan?” Tiba-tiba Jack masuk ke ruangan itu sambil membawakan makan siang untuk Kenzo.


Jack memang seorang asisten yang sangat mengerti dengan bos nya. Ia tahu saat Kenzo sedang dalam mode serius dan fokus seperti ini maka Kenzo acap kali lupa dengan waktu makannya.


“Ini..” Jack meletakkan makanan itu di atas meja.


“terima kasih Jack. Apa kau sudah makan?” tanya Kenzo sebab ia yakin asistennya itu pasti belum makan.


“Aku akan makan di ruangan ku tuan.” Jack tidak ingin mengganggu Kenzo. Jadi ia sengaja meninggalkan makanannya di ruangannya.


“Ambil makanan mu dan makan bersama ku disini. Paling tidak aku jadi ada teman disini.” Ujar Kenzo.


“baik tuan.” Jack pun menjemput makan siang nya di ruangannya.


Tidak butuh waktu lama, Jack pun kembali ke ruangan itu dengan box makan siangnya


.


“apa semua pekerjaan sudah selesai Jack?” tanya Kenzo sambil masih fokus mendengar alat penyadap nya dan menyantap makan siangnya.


“Tenang saja tuan. Semua sudah selesai tuan.” Jawab Jack dengan yakin. “hanya saja tadi tuan Marcus datang berkunjung dan berjumpa dengan nyonya.”Ujar Jack hati-hati sebab ia tahu kalau segala sesuatu yang menyangkut dengan paman dari bos nya itu ia mesti berhati-hati dalam mengutarakannya.


“Marcus kesini hari ini?” tatapan mata Kenzo selalu berubah dingin ketika mendengar atau menyebut nama Marcus.


“Iya tuan. Saya bertemu dengannya ketika saya sedang berbicara dengan nyonya Alesya di meja kerja nyonya.


Sesuai dengan skenario kita pagi ini maka saya katakan pada tuan Marcus kalau tuan tidak ada di kantor sebab ada pertemuan dengan klien di luar,hanya saja..”


“hanya saja kenapa Jack?” Kenzo melihat ada sesuatu yang berat untuk dikatakan oleh Jack.


“begini tuan, ketika Tuan Marcus mengatakan ia akan mengunjungi anda kembali esok hari, nyonya Alesya menyarankan tuan Marcus untuk membuat janji temu dengan anda terlebih dahulu sebelum datang ke kantor seperti hari ini hanya saja tuan Marcus mengatakan bahwa dia tidak memerlukan semua itu untuk bertemu dengan keponakannya. Jadi secara tidak langsung tuan Marcus sudah memberitahu nyonya Alesya kalau ia adalah paman anda."


" Dan satu lagi tuan, saya merasa kalau nyonya Alesya sudah mengenal tuan Marcus sebelumnya. Hal ini sebab sebelum kedatangan tuan Marcus, nyonya Alesya sempat bertanya tentang siapa tuan Marcus sebenarnya namun belum sempat saya jawab pertanyaan nyonya Alesya itu tiba-tiba tuan Marcus muncul dan kejadian selanjutnya persis seperti yang saya jelaskan pada anda tadi tuan Kenz. Singkatnya pertanyaan yang diajukan oleh nyonya Alesya sudah terjawab oleh penyataan yang dikeluarkan oleh tuan Marcus, tuan.” Jelas Jack panjang kali lebar.


“huft! Masalah yang satu belum selesai, masalah lain nya sudah mengetuk isi kepala ku.” Gumam Kenzo pelan.


“terima kasih atas informasi mu Jack. Aku sendiri yang akan menjelaskan siapa Marcus itu pada Alesya supaya jika memang Alesya sudah mengenal Marcus, Alesya dapat menjaga jarak dari laki-laki itu.

__ADS_1


“cepat habiskan makanan mu Jack sebab kau harus ikut mendengarkan percakapan Alesya dan teman-temannya bersama ku di sini .”Perintah Kenzo.


“Baik tuan.”


Kenzo dan jack pun bergegas menghabiskan makan siang mereka di ruangan itu dan hingga terdengar suara yang keluar dari alat yang berbentuk speaker yang ada di depan Kenzo.


“Udah lama sampai?” terdengar suara Alesya.


“Sepertinya nyonya sudah sampai di restoran itu tuan?” Ujar Jack


Kenzo hanya mengangguk dan memberikan tanda supaya Jack tidak berbicara.


Jack yang paham dengan kode yang diberikan oleh bosnya langsung dia dan ikut fokus mendengarkan suara yang keluar dari kotak hitam itu.


“kalian sudah pesan?” sekali lagi suara Alesya kembali terdengar.


“Sudah. Tapi kami belum memesankan apapun untuk kak Alesya.” Kali ini terdengar seperti suara bocah laki-laki.


“Biar aku pesan sendiri. Pelayan!!”


“Aku mau pesan sapi lada hitam dan nasi. Minumannya air hangat saja.”


“Tumben kakak tidak minum es?” Ujar si bocah itu lagi.


“entah mengapa perut ku tidak enak sejak beberapa hari lalu.” Jawab Alesya.


“Jangan-jangan kau sedang hamil, Alesya?” kali ini terdengar suara perempuan.


“Alesya hamil?” Mendengar hal itu jantung Kenzo tiba-tiba berdebar kencang. Selama ini dia tidak pernah berpikir kalau Alesya akan hamil. Dia terlalu bahagia dengan pernikahannya dengan Alesya. Ditambah lagi saat ini dia juga sangat dekat dengan Skala sehingga tidak sedikitpun terlintas oleh nya kemungkinan akan ada seorang bayi mungil lainnya. Sebuah senyum muncul di wajah tampan itu.


******************************


Di Restoran...


“Aku tidak mungkin hamil.” Ujar Alesya tidak bersemangat.


“Kau tahu sendiri kondisi ku saat ini kan Monica. Sulit bagi ku untuk memiliki anak setelah melahirkan Skala. Kesulitan hidup saat aku mengandung Skala sebelum bertemu dengan ayah kandung ku membuat ku berkali-kali hampir keguguran. Kau bisa bayangkan bagaimana hidup ku saat itu. Aku sedang hamil. Pikiran ku tidak stabil. Perekonomian ku juga tidak stabil. Aku harus bekerja keras demi diri ku dan anak yang ada dikandungan ku. Bahkan aku sempat tinggal di tempat yang jauh dari kata layak. Hanya karena kemurahan hati sang pencipta lah akhirnya Skala mampu bertahan bersama ku melalui semua kesulitan hidup saat itu.” Jelas Alesya lirih.


“Kau wanita yang kuat Alesya!!” Ucap Monica.


“Aku harus kuat Monica sebab masih ada dendam yang harus aku balas kan. Mungkin saat itu selain janin yang ada di perutku, balas dendam untuk mendiang ibu ku dan seluruh rasa sakit ku ketika bersama mereka itu lah yang membuat semangat hidup ku masih terus ada.”


“Apa kau tahu Monica? Setalah melahirkan Skala, dokter mengatakan insiden-insiden yang aku alami ketika mengandung Skala ke depannya akan memengaruhi kemungkinan untuk diri ku memiliki bayi lagi.” Alesya menarik nafas dalam.


“Kau ada kan saat Skala lahir waktu itu Monica? Dan kau pasti ingat jika dia terpaksa lahir prematur?” Alesya benar-benar sedih jika mengingat hal itu. Dan dia jadi bertambah sedih sebab dia belum berterus terang soal ini pada Kenzo. Alesya belum siap untuk bercerita mengenai kondisi rahimnya pada Kenzo.


“Apa Kenzo sudah tahu akan hal ini Alesya?” tanya Monica. Ia benar-benar iba akan nasib sahabat yang sudah dianggapnya sebagai saudari nya ini.


Alesya menggeleng. “Belum. Aku belum cerita apapun pada nya. Hubungan kami, huft. Bagaimana ya menjelaskan hubungan kami ini. Berawal dari pernikahan kontrak hingga jadi pernikahan betulan seperti saat ini, itu proses nya sangat cepat. Aku sendiri bingung mau jelasin hal ini mulai dari mana pada nya.”


“Aku rasa jika ia mengetahui fakta ini dia pasti akan kecewa. Secara, kemungkinan kami untuk punya anak sangat kecil. Itulah mengapa awalnya aku takut untuk membuka perasaan ku pada nya. Tidak mungkin dia tidak ingin memiliki anak dari darah daging nya sendiri meski ia dan Skala memiliki hubungan yang sangat dekat.” Ungkap Alesya lirih.


“Sudahlah kak! Aku yakin kakak ipar pasti akan mengerti dengan kondisi mu. Apalagi dia sudah tahu bagaimana kau akhirnya bisa memilki Skala. Aku rasa dia pasti akan menerima diri mu. Kau sempurna kak. Tenang saja. Dokter itu bukanlah tuhan. Berdoa saja, aku yakin suatu saat kelak kau dan kakak ipar akan bisa memberikan adik untuk Skala.” Ucap Jody sok dewasa.


“Aku harap kalian benar. Karena jika tidak aku harus ikhlas melepaskannya.” Alesya kembali tidak bersemangat.


“Sudah-sudah!! Tujuan kita datang kemari bukan untuk bersedih bukan??” Suara Monica terdengar berapi-api.


“benar juga!! “ timpal Jody. “ Ini lihat lah!!” Jody mengeluarkan beberapa lembar kertas dari tas nya.


“apa ini Jody?” tanya Monica.


“Ini adalah data-data sindikat yang terlibat dengan penculikan Skala. Mereka bukan sindikat biasa kak. Mereka sindikat besar. Kita harus berhati-hati. Jangan sampai Jenny dan Agnez menyadari jika kita adalah dalang dari hal ini. Aku takut Jenny akan melibatkan sindikat ini sekali lagi.” Ujar Jody.


“Alesya, apa tidak sebaiknya kau meminta bantuan suami mu untuk mengatasi masalah ini. Ini terlalu berbahaya. Aku yakin ayah pasti akan melindungi mu tapi ayah jauh di kota J sana. Pasti bala bantuannya tidak akan secepat yang dapat suami mu berikan Alesya.” Bujuk Monica.


“Benar kak. Kenapa tidak minta bantuan kakak ipar saja? Untuk membereskan kedua wanita ini hanya bagaikan menjentikkan jari bagi kakak ipar.” Jody pun ikut-ikutan untuk membujuk Alesya agar meminta bantuan Kenzo.


“Tidak!!” Seru Alesya,. “ Ini adalah dendam ku dengan kedua wanita itu. Nyonya Jenny, dia yang memisahkan ayah ku dan ibu ku. Lalu membuat ibu ku meninggal. Mengambil alih semua kekayaan kakek ku. Lalu ketika aku bahkan belum sempat menyentuh seujung rambut mereka, mereka sudah berani-berani nya ingin menghabisi nyawa putra ku?? Terlalu banyak hal yang harus mereka bayar pada ku. Aku sendiri yang akan menagihnya. Aku akan buat saham perusahaan itu jatuh dan mengkambing hitamkan Jenny dan Agnes atas hal itu. Ketika harga saham itu turun maka aku akan membeli semua saham-saham itu dan mengambil alih semua yang menjadi milik kakek ku dan menendang semua keluarga mereka yang selama ini sudah merampas milik keluarga ku.”


“Baiklah jika itu yang ingin kau lakukan Alesya. Aku dan Jody pasti akan selalu mendukung mu.” Ungkap Monica.


“Terima kasih.” Ucap Alesya dengan mata berbinar.


“Aku akan menjelaskan rencana ku sambil makan. Jadi kita bisa bicara santai hari ini sebab Kenzo memberi ku waktu lebih hari ini. “


“memangnya kakak ipar kemana?” Tanya Jody.


“Dia ada pertemuan di luar dengan klien dari perusahaan asing. Dia sudah pergi dari pagi.” Jelas Alesya.


“Oo.. pantes saja kau tidak terlihat buru-buru.” Timpal Monica.


“Jadi untuk langkah awal seperti yang telah aku sampaikan di email, aku butuh Jody untuk masuk ke sistem keuangan mereka dan buat kacau neraca perusahaan itu. Lalu sisipkan bukti-bukti transaksi fiktif yang menggunakan akun bank Jenny. Sehingga semua kekacauan itu mengerucut pada bukti penggelapan dana yang dilakukan oleh Jenny. Buat ini sebagai masalah yang sangat besar sehingga membuat harga saham perusahaan itu secara berlahan turun. Tapi sebelum itu, kau harus memberitahu ku kapan saham itu akan anjlok sempurna sebab aku ingin membeli saham itu seminggu sebelum benar-benar berada dibawah lapisan tanah. Kalau ketika saham itu jatuh dan aku baru akan membelinya aku yakin mereka pasti akan curiga. Maka aku akan mulai membeli sedikit demi sedikit saham itu mulai dari besok. Aku akan meminta wakil ku di kota J membelinya atas nama ayah ku. Atau akan lebih baik jika aku datang langsung ke tuan Ronald untuk membeli sedikit saham itu. Supaya jika perusahaan itu hampir jatuh dia pasti akan datang dengan sendirinya pada ku.”


“Aku rasa aku lebih setuju tidak melibatkan tuan Rodio dalam pembelian saham ini.” Saran Monica.


“baiklah. Kalau begitu sepulangnya aku dari kota J aku akan datang mengunjungi tuan Ronald di kediaman keluarga Diningrat.” Ujar Alesya.


“Kalau begitu kau harus mempersiapkan rencana kita dalam tiga hari ini Jody. Apakah kau bisa melakukan hal tersebut?” Alesya ingin memastikan Jody mampu untuk melakukan semua rencananya.


“Aku rasa itu bukan hal yang sulit. Cuma aku memang butuh sedikit waktu untuk membobol akun bank milik perusahaan, milik nyonya Jenny dan akun bank tempat nyonya Jenny menyimpan semua uang nya. Dan membuat beberapa transaksi fiktif untuk semua rencana kita. Tapi aku rasa tiga sudah lebih dari cukup untuk mempersiapkan semua hal itu kak.” Jelas Jody.


“Tidak percuma memilik adik yang pintar seperti diri mu Jody!”Puji Alesya.


“jadi apa peran ku?” tanya Monica.


“nah ketika Jody sudah siap dengan segala Amunisinya, aku ingin kau menggoreng berita tentang tindak korupsi yang dilakukan oleh Jenny ini di media masa. Kalau perlu semua keburukannya ungkapkan di Media masa termasuk dia menikahkan putrinya karena uang. Aku tidak akan melupakan Agnez juga ada kaitannya dengan hal ini. Aku ingin mereka mendapatkan hukuman secara hukum dan sosial.” Jelas Alesya.


“Wah, aku tidak tahu kalau kau juga bisa sesadis ini kak!” ungkap Jody sambil tertawa.


“Ini belum seberapa jody. Aku yakin Alesya akan jadi lebih sadis lagi jika ada wanita yang berani merebut tuan Kenzo Dayson dari dirinya.” Ledek Monica.

__ADS_1


“Wah, benar kah?? Sepertinya kakak ipar tidak tahu kalau istrinya ini bisa menjadi seorang dengan pribadi yang berbeda jika dalam keadaan tersakiti. Sebaiknya kakak ipar harus pandai-pandai menjaga hati kakak ku ini jika tidak ingin berakhir tragis.” Jody terus saja meledek Alesya.


“Kalian berdua sebaiknya segera ku kirim pulang ke kota J. Biar ayah yang mendidik kalian tentang tata krama pada orang yang lebih tua.” Ancam Alesya.


Jody langsung menutup mulut nya. Jika ancaman nya adalah kembali ke kota J dan tinggal dengan tuan Rodio maka lebih baik Jody menjadi seorang adik yang patuh dan bermulut manis di depan Alesya. Demikian juga dengan Monica. Dia pun tidak terlalu suka jika harus bersama tuan Rodio. Bukan karena tidak suka dengan tuan Rodio yang sudah biasa dia panggil ayah, tapi melayani tuan Rodio bercerita ini dan itu sepanjang hari sungguh sangat menyiksa bagi nya. Mungkin bagi orang-orang yang tidak mengenal sosok tuan Rodio akan menganggapnya sebagai lelaki yang pendiam tapi bagi anak-anaknya meski Monica dan Jody hanya anak asuh nya, tuan Rodio adalah lelaki yang sangat amat cerewet dan menyebalkan.


Alesya, Monica dan Jody melanjutkan pembicaraan mereka ke topik-topik yang lebih ringan.


Sementara itu di perusahaan Kenzo dan Jack yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan Alesya, Monica dan Jody hanya bisa saling pandang.


Sungguh Jack tahu apa yang dirasakan oleh bos nya saat ini. Pasti Kenzo merasa sangat bersalah telah membiarkan Alesya menjalani kehidupan yang berat ketika mengandung Skala. Hal itu akan selalu menjadi penyesalan terbesar dalam hidup tuannya.


“Aku sungguh telah bersalah pada nya Jack!” Ujar Kenzo lirih. “Aku juga telah berdosa pada Skala.” Kenzo mengusap kasar wajah nya.


“Andai tuhan tidak menyayangi mereka berdua maka aku pasti tidak akan memiliki kesempatan untuk menebus semua kesalahan ku pada mereka berdua seperti saat ini.” Rasa penyesalan sungguh tergambar di wajah Kenzo saat ini.


“Sudahlah tuan. Yang penting saat ini tuan muda sehat dan nyonya Alesya pun telah ada bersama anda.” Jack mencoba untuk menenangkan tuannya.


“Jack, andai saat itu aku turun tangan langsung untuk meretas sistem keamanan hotel itu delapan tahun lalu. Aku pasti sudah bertemu dengan Alesya. Dia dan Skala tidak perlu melalui semua hal yang memberatkan itu.” Ucap Kenzo lirih.


“Apa tuan yakin jika tuan bertemu dengan nyonya Alesya lebih awal karena berhasil mengenali nyonya Alesya dari rekaman di hotel kala itu, tuan akan langsung jatuh cinta pada nya? Akan langsung mempercayai semua perkataannya? Keluarganya akan begitu saja mengizinkan dia menikah dengan tuan? Apa tuan lupa, delapan tahun lalu kita bertemu dengan dia ketika ia mencoba melarikan diri dari pria tua yang di jodohkan dengannya? Ayoo lah tuan Kenz!! Ini semua sudah takdir antara tuan dan nyonya yang tuhan ciptakan. Tuan tidak harus larut dalam penyesalan. Lihat dan kenanglah senyuman tuan muda ketika tahu tuan adalah ayah nya.”


“tapi andai saja saat itu..” Wajah Kenzo terlihat murung.


“andaikan saat itu anda menggunakan kemampuan anda sebagai hacker? Tuan Kenz, sebagai asisten pribadi anda saya adalah orang yang paling tahu mengapa anda tidak pernah menggunakan kemampuan anda sebagai hacker selama ini..”


Kenzo mengusap kasar wajah nya dan berkata “yang mengajari aku semua hal ini adalah orang yang paling aku percayai setelah ayah ku Jack!! Tapi setelah kematian orang tua ku dia menjadi orang yang paling aku benci di dunia ini. bagaimana aku dapat menggunakan ilmu nya jika aku sendiri dalam hati dan pikiran ku membenci orangnya.” Kenzo menopangkan dagunya pada kedua tangan yang ia kepalkan. “saat itu, aku sungguh tidak bisa Jack. Tapi saat tau Alesya akan berada dalam bahaya seperti saat ini, semua hal itu tidak ada arti apa-apanya lagi bagi ku Jack.”


“itu tandanya tuan benar-benar mencintai nyonya Alesya dan tuan muda.” Balas Jack.


“kau benar Jack.”


“kalau begitu buang jauh-jauh rasa penyesalan dalam diri anda tuan!” Ucap Jack.


“benar! Aku harus membuang jauh-jauh semua penyesalan dalam hati ku. Itulah mengapa saat ini aku harus lebih memperhatikan mereka. Aku harus lebih memberikan cinta ku pada mereka. Aku tidak keberatan sama sekali jika akhirnya nanti Skala menjadi satu-satunya penerus diri ku.”


“Saya yakin tuan dan nyonya akan diberikan keturunan lagi. Toh sekarang teknologi sudah sangat maju. Saya akan mencari dan mendata dokter-dokter terbaik di seluruh negeri jika perlu.” Ujar Jack bersemangat.


“kau memang selalu bisa aku andalkan Jack!!” Kenzo menepuk bahu Jack.


“Tolong kau selidiki sindikat yang dikatakan oleh hacker nya Alesya tadi. Cukup perhatikan gerak gerik mereka. Jika kau mendapatkan informasi Jenny atau Agnes mengunjungi para sindikat itu segera kabari aku. Aku tidak ingin hal buruk terjadi lagi pada Skala ataupun Alesya.


“Baik tuan. Saya akan menempatkan mata-mata terbaik kita untuk mengawasi pergerakan orang-orang di sindikat itu serta pergerakan nyonya Jenny dan nona Agnez.” Jawan jack.


“Aku akan mengurus segala urusan dengan perusahaan Diningrat. Aku akan buat rencana Alesya terealisasi lebih cepat.”


“saya percaya semua hal itu akan dapat anda lakukan.”


“Sudah hampir jam 3 sore sebaiknya aku menjemput Alesya. Dan tolong kau dengarkan semua percakapan mereka dan rekam. Sampaikan pada ku jika mereka merubah rencana mereka. Sebaiknya aku berangkat sekarang.”


Kenzo pun pergi meninggalkan kantor dan menuju ke restoran Gading tempat Alesya dan teman-temannya makan siang bersama.


***************


“jam berapa kakak ipar akan menjemput mu kak?” tanya Jody sebab dia baru saja melihat jam dan saat ini sudah hampir jam 3.30 sore.


“Akan aku telpon orangnya dulu.” Alesya mengambil ponsel nya di dalam tas.


Belum sempat Alesya menelpon Kenzo, sosok Kenzo sudah ada berdiri tepat di belakang Alesya saat ini.


“Apa kau berencana untuk menelpon ku?” tanya Kenzo dengan suara berat nya membuat Alesya terkejut mendengarnya.


“Kapan kau sampai?” tanya Alesya sambil menoleh kebelakang.


“Ketika hati mu mengirimkan pesan ke hati ku untuk menjemput mu disini.” Goda Kenzo dan berhasil membuat Alesya tersipu malu.


“Wah,apakah kakak tidak akan mengenalkan kakak ipar yang tampan ini pada kami berdua?” Jody pun akhirnya buka suara.


“Kenz, ayo duduk dulu.” Alesya mempersilahkan Kenzo untuk duduk. Baru setelah itu ia memperkenalkan Kenzo pada Monica dan Jody.


“Ini Monica. Dia teman ku dari kota J. Tapi sudah dua tahun dia berada di kota A ini dan profesinya adalah seorang reporter.


“Hi, aku Monica.” Monica mengulurkan tangannya pada Kenzo.


“Aku Kenzo, suami Alesya.” Jawab Kenzo sambil salaman dengan Monica.


“Kakak ipar kenalkan nama ku Jody. Kak Alesya adalah penyelemat ku. Tidak hanya diri ku kak Monica juga adalah orang yang diberikan kesempatan kedua oleh kak Alesya untuk memperbaiki diri.”


“benarkah? Kenapa aku tidak pernah tahu jika ternyata selain parasnya yang sangat cantik, hati nya pun sangat mulia.” Kenzo tidak bisa berhenti memuji istrinya.


“aku rasa aku nanti malam tidak akan bisa makan malam lagi.” Ujar Alesya.


“kenapa kakak? Apa perut mu sakit lagi?” tanya Jody khawatir, dia takut sakit perut Alesya kambuh lagi.


“Tenang lah Jody.. kakak mu itu tidak makan malam lagi nanti bukan karena perutnya saki lagi tapi karena dia sudah merasa sangat kenyang dengan semua pujian dan gombalan yang diberikan oleh suaminya.” Ledek Monica.


“Awas kalian berdua ya!”


Mereka berempat pun akhirnya mengobrol ringan sebelum akhirnya pulang ke rumah masing-masing


🐔🐔🐔🐔🐔🐔🐔bersambung..


Jangan lupa untuk bantu like, komen dan vote ya.. apalagi besok adalah hari SENIN CERIA Otor tunggu bala bantuaan untuk vote nya ya..


vote mu sungguh berarti untuk meletakan karya otor di beranda novel toon... 🐣🐣🐣🐣


Kalau bosan nunggu update otor , mungkin kamu bisa singgah di dua novel oto lainnya.



Bukan betty la fea

__ADS_1


Help me Mr.Ceo



__ADS_2