
“Saya tidak pernah menggelapkan dana perusahaan. Bagaimana mungkin saya bisa menggelapkan dana perusahaan sebanyak itu. Itu semua sungguh tidak masuk akal!!” terang Jenny blak-blakan..
“tapi saya yakin pelaku dari penggelapan dari puluhan trilyunan itu adalah orang yang paling berkuasa di perusahan ini yang memiliki akses mutlak untuk keuangan. Menurut kalian siapa yang memiliki akses mutlak itu? Mungkinkah saya?” jenny berbalik bertanya kepada para Wartawan.
“jenny!! Segera hentikan hal konyol ini!! Kau akan membuat kita berdua hancur hari ini juga!” seru Ronald. Saat ini Ronald tidak dapat berbuat apapun sebab ada banyak kamera di ruangan itu. Berlaku kasar pada Jenny hanya akan membuat hancur nama baiknya.
“apakah anda ingin mengatakan bahwa hal ini sengaja dilakukan oleh tuan Ronald untuk menjatuhkan anda? Menurut anda apa alasan tuan Ronald melakukan itu?” kini wartawan yang lain ikut terbawa ke dalam arus yang telah diciptakan oleh Jenny.
“Bram!! Segera hentikan konferensi pers ini!” Perintah Ronald pada Bram.
Bram langsung memerintahkan anak buahnya untuk mematikan mikrofon agar suara Jenny tidak lagi terdengar oleh para wartawan. Tapi sayangnya Jenny sudah meletakan orangnya di bagian teknisi sehingga perintah Bram menjadi sia-sia.
“Tuan, sepertinya ada masalah di bagian Teknisi. Sebaiknya anda keluar dulu dari ruangan ini. Biar saya yang membersihkan kekacauan ini.” tukas Bram meyakinkan Ronald untuk segera pergi dari ruangan konferensi pers itu.
Ronald menatap tajam pada Jenny yang saat ini juga sedang menatap Ronald dengan tatapan tidak sukanya. "heh.. ini belum seberapa Ronald." Gumam Jenny dalam hati.
“Aku akan membalas mu Jenny!!!” seru Ronald geram lalu pergi meninggalkan Jenny.
“Aku akan menunggu saat itu dengan senang hati Ronald.” Jawab Jenny sambil tersenyum, mengerikan. Hati Jenny sudah penuh dengan seluruh kebencian nya pada Bram. Keinginan nya untuk membuat Bram jatuh lebih dalam dari nya sudah bulat.
__ADS_1
“Nyonya Jenny apakah anda memiliki bukti bahwa tuan Ronald mem-framing anda atas hal ini?” Tanya wartawan berikutnya.Wartawan benar-benar akan mengulik semua hal ini sampai tuntas.
“aku memang tidak memiliki bukti bahwa Ronald yang sengaja mem-framming ku. Tapi aku punya bukti bahwa Ronald selalu mengambil dana perusahaan untuk kepentingan pribadi nya.” Ujar Jenny pada para wartawan yang dibarengi oleh tayangan dokumen-dokumen sejumlah aset perusaahan yang sudah beralih nama ke atas nama Ronald.
“Tuan!!” Seru Bram pada Ronald ketika Jenny berujar tentang bukti penggelapan dana yang dilakukan oleh Ronald.
Ronal langsung menghentikan langkahnya saat itu Juga dan langsung menoleh ke arah tayangan di sebuah layar besar di ruang konferensi pers itu.
“Cepat kau bungkam dia!!! Kalau perlu seret dia dari tempat itu!!” perintah Ronald, geram. Dia sudah tidak bisa membiarkan Jenny berlama-lama dengan mikrofon itu.
Bram berlari menuju Jenny yang masih sibuk menjawab semua pertanyaan dari para wartawan.
“Lepaskan tangan ku!! Nyali mu sangat berani untuk menyentuh ku saat ini!!” Ujar Jenny, sambil melotot pada Bram.Jenny berusaha melepaskan tangan Bram yang menggenggam nya kasar.
“lekas hentikan semua ini nyonya!! Anda membuat diri anda dalam bahaya!!” ancam Bram.
“cih!!!” Seru Jenny lalu mengambil mikrofon yang ada di atas meja dan berkata, “jika besok ada hal buruk yang menimpa ku maka orang yang harus kalian usut ialah Ronald Diningrat!!!!” Jenny pun meletakan mikrofon itu kembali dan ikut dengan Bram yang menariknya dengan paksa.
Kilauan cahaya kamera milik semua cameraman yang ada di ruangan itu memenuhi setiap sudut ruangan. Berita besar telah muncul hari ini. Sebuah berita yang menggemparkan kota A. Tapi percayalah ini semua baru opening yang Jenny suguhkan pada masyarakat kota A. Hal menggemparkan lainnya akan segera tersingkap.
__ADS_1
****
“Dasar wanita gila!!!!” Seru Ronald sambil menampar Jenny dengan keras hingga tubuh Jenny terjatuh ke lantai.
Jenny memegang tangannya yang terhempas keras ke lantai.
Jenny dan Ronald saat ini sudah berada di ruangan kerja Ronald. Ronald tidak peduli jika ia dikatakan menculik Jenny. Yang terpenting baginya saat ini adalah memberi pelajaran pada wanita gila itu.
“Kau kira diri mu sangat hebat hah? Sehingga kau berani mengatakan semua hal itu kepada semua wartawan!!!!!!” bentak Ronald sambil menjambak rambut Jenny.
Jenny hanya tersenyum puas melihat amukan dari mantan suaminya itu. Sebuah senyum penuh rasa puas terlihat di ujung bibirnya yang kini sedang berdarah.
“Kau masih tersenyum!!! Dasar wanita J*lang!!” ujar Ronald yang semakin memperkuat tarikan di rambut Jenny.
Tapi Jenny tetap tersenyum. Semua orang pasti akan menganggap Jenny gila jika melihat respon yang Jenny berikan.
***bersambung...
jut lanjut gak ya???
__ADS_1