Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 46#Kala tabir tersingkap #11


__ADS_3

Kenzo menggeleng lemah... Saat ini tidak ada yang ingin dia lihat. Baginya apa yang Marcus katakan itu sudah lebih dari cukup. Kenzo tidak memerlukan apapun lagi. Termasuk benda yang disembunyikan oleh Alesya di dalam kotak kayu itu.


"Kenz.. dengarkan aku. Bukankah kau sangat ingin tahu isi kotak ini?!!" Ujar Alesya pad Kenzo yang berada tepat di depannya.


" Heii?! Lihat aku Kenz!!" Alesya melepaskan genggaman tangan Kenzo dari lengannya hingga tubuh Kenzo yang bagaikan tanpa penyanggah itu jatuh dalam posisi terduduk dihadapan Alesya.


Alesya memegang kedua pipi Kenzo yang sudah basah dengan air mata itu."Kenz...please.. kau jangan jatuh dalam rencana paman mu yang gila itu. Dia sengaja menjauhkan mu dari kebenaran yang sebenarnya!!" Pekik Alesya dengan suara tertahan. Alesya sengaja menyamakan posisi nya dengan Kenzo agar dapat melihat wajah suaminya yang tertuduk lemah itu.


"Sadar lah Kenz!!! Jangan seperti ini!! " jerit Alesya dalam hati, menatap iba pada Kenzo yang kehilangan semangat itu


"Istri mu berbohong Kenz!! Aku sudah mengatakan apa yang sebenarnya terjadi!!" Oceh Marcus, masih berupaya meyakinkan Kenzo dengan kata-kata nya. Marcus tidak ingin Kenzo mendengar perkataan Alesya. Bagi Marcus kesehatan dan keselamatan Kenzo adalah diatas segala-galanya.


"Demi tuhan!! diam lah Marcus!!" bentak Alesya pada paman Kenzo itu. "Kalau kau sayang pada Kenzo maka biarkan masalah ini berakhir dengan terungkap kebenaran atas peristiwa itu.," Suara Alesya sampai naik satu oktaf karena kesal pada Marcus yang masih saja ingin menyembunyikan semua kebenaran itu dari Kenzo.


Dengan bersusah payah Marcus berusaha untuk bangun. Dengan wajah yang rumayan babak belur akibat dipukuli oleh Kenzo, Marcus berdiri tegak di belakang Alesya. Dipegang nya pundak Alesya dari belakang, lalu dia menggeleng pelan seakan berkata, "Hentikan Alesya...jangan lakukan itu!! Kenzo pasti akan sangat terpukul."


Alesya yang paham dengan makna tatapan Mercus melepaskan pegangan Marcus di bahunya dan berkata."Dia akan lebih hancur jika dia tahu itu disaat semua ingatannya kembali dan semua sudah terlalu sulit untuk diperbaiki." kemudian Alesya pun membuka kotak kayu itu dan mengambil bola kaca milik Kenzo dari kotak kayu itu.


Melihat tekad Alesya yang sudah bulat untuk mengatakan kebenaran itu tidak ada yang bisa Marcus perbuat.


"Kenz.. apa kau mengenali benda ini?" Tanya Alesya pada Kenzo. Tapi Kenzo tetap tertunduk diam dan membisu.


",Hei... sayang! Coba! Coba lihat ini Kenzo!!" Seru Alesya, tetap mencoba membujuk Kenzo agar mau melihat ke arah benda yang di pegang nya.


Alesya menarik nafas dalam-dalam..."Baiklah.. jika kau tidak ingin melihat bola kaca ini, maka akan aku buang benda ini ke tengah laut sana. Biar jadi mainan ikan duyung di dalam sana! " Ancam Alesya.


Kenzo yang mendengar Alesya menyebutkan bola kaca, langsung mengangkat wajahnya dan melihat ke arah benda yang di pegang oleh Alesya.


"Dimana kau dapatkan benda ini Alesya?" tanya Kenzo pada Istrinya itu.

__ADS_1


"Apa kau ingat benda ini Kenzo?!!" Ujar Alesya dengan wajah bahagia sebab Kenzo sudah mau melihat ke benda yang dia arahkan.


"Ini..ini adalah benda kesayangan milik ku." Ujar Kenzo sambil mengambil bola kaca itu dari tangan Alesya.


"Ya.. ini memang benda milik mu! Apa kau ingat sesuatu Kenz?" Tanya Alesya berhati - hati.


Kenzo menatap tajam ke arah bola kaca yang dipegangnya itu. Dan tiba-tiba...


"Kepala ku!!!" Kenzo memegang kepalanya dengan tangan yang satunya. "Kepala ku sakit Alesya!" seru Kenzo, merasa kalau kepala nya sakit.


"Kenz!!!" Alesya langsung panik melihat Kenzo yang tiba-tiba mengeluh sakit di kepala nya.


"Kenzo!! Kau dengar aku!!" Marcus pun auto panik melihat Kenzo terus mengerang kesakitan dan memegangi kepalanya.


"Alesya!! Ayo kita bawa Kenzo ke dalam." Ujar Marcus yang langsung memapah Kenzo bersamanya.


"Cepat bantu tuan Marcus membawa tuan Kenzo ke dalam." perintah Alesya pada beberapa pelayan pria yang ia temui ketika sampai di dalam villa itu.


Para pelayan itu pun dengan sigap mengambil alih Kenzo dari tangan Marcus.


"Cepat buka pintu kamar tuan Kenzo!" perintah Alesya pada pelayan perempuan.


"baik nyonya." jawab pelayan - pelayan itu.


Begitu melihat Marcus bersama para pelayan sedang menggotong Kenzo ke dalam Villa, Alesya ingat, dia harus menelpon dokter Surti dan meminta dokter Suryo untuk datang memeriksa keadaan Kenzo..


"Dimana kamarnya?" Tanya Marcus pada salah seorang pelayan.


"Sebelah sini tuan." jawab pelayan itu, yang ikut panik melihat tuan muda mereka dalam kondisi yang kesakitan seperti itu.

__ADS_1


Marcus pun mengikuti pelayan itu.


Setelah meletakkan Kenzo di tempat tidur itu, Marcus segera berlari keluar. "Kau mau kemana Marcus?" tanya Alesya pad Marcus yang terlihat tergesa-gesa itu.


"Aku akan mengambil perlengkapan untuk memeriksa keadaan Kenzo saat ini." Jawab Marcus terburu-buru.


" Ya tuhan!! Apa yang telah aku lakukan??" ujar Alesya penuh sesal hingga tubuh nya terduduk di lantai. Air mata jatuh di pipinya. Semua perkataan Dyana yang melarang nya memberitahu semua kebenaran ini pada Kenzo berseliweran di ingatan nya."Aku tidak akan memaafkan diri ku jika hal buruk terjadi pada Kenzo." rintih Alesya.


"Apa yang kau lakukan disini Alesya!!" Seru Marcus yang sudah kembali dari mengambil peralatan dokter-dokterannya di mobil. "Tidak ada waktu untuk menyesali semua ini Alesya. Cepat bantu aku di dalam. Kau sudah menelpon dokter? Kalau sudah, kita lakukan yang terbaik sambil menunggu dokter tiba." Jelas Marcus sambil menarik tubuh Alesya agat kembali berdiri dan mengikuti nya.


"Tapi ..Tapi .."ujar Alesya yang masih panik dengan kondisi Kenzo.


"Alesya bernafas lah!!!" ujar Marcus yang melihat Alesya sulit untuk bernafas... " Marcus menggenggam lengan Alesya.


"Kau harus membantu agar kenzo bisa bertahan menjelang dokter datang. Kau paham itu Alesya!!" seru Marcus.


Alesya pun mengangguk dan menghapus air matanya. Benar!! ini adalah saat dimana Kenzo sangat membutuhkan nya. Dia tidak boleh lemah dalam situasi seperti ini.


"Aku sudah menelpon dokter Suryo.. dan dia pasti sudah dalam perjalanan menuju kemari." ujar Alesya yang sudah bisa menguasai diri nya kembali.


"Bagus! Kalau begitu ayo kita kedalam dan membantu Kenzo meringankan rasa sakit nya." Ucap Marcus pada Alesya.


Marcus dan Alesya pun masuk ke kamar Kenzo. Paling tidak saat ini ada Marcus di sini. Alesya yakin Marcus pasti bisa membantu Kenzo dengan kemampuan medis nya itu.


"Kenz.. bertahan lah! Semua rasa sakit ini akan segera berlalu..." Alesya pun menutup pintu kamar Kenzo.


**bersambung


*ingat untuk tinggal kan komen mu ya zeyeng... *biar kalau karya ini tamat bisa jadi bahan refleksi bagi otor. Terima kasih * dan jangan lupa untuk like dan Vote nya.

__ADS_1


__ADS_2