
"tanda tangani ini." ucap tuan sambil melemparkan secarik kertas pada Agnez yang masih berbaring lemah di tempat tidur nya.
Agnez melihat ke arah kertas yang kini sudah ada disebelah nya. "itu pasti surat cerai yang Jasmin katakan." gumam Agnez dalam hati.
Ya, dalam hatinya Agnez sudah tahu apa isi kertas itu. Lagi pula Jasmin sudah mengatakan pada Agnez bahwa tuan Puji pasti akan menceraikan Agnez. "akhirnya aku bisa bebas dari pria tua bangka ini." batin Agnez.
Agnez pun lalu bangun dan mengambil kertas itu.
Sebelum benar-benar resmi bercerai dari tuan Puji, maka Agnez harus tetap mempertahankan akting nya yang pura-pura masih memerlukan perawatan khusus.
"aku harus dapat berakting sebaik mungkin! kalau tidak bagaimana jika ia membatalkan rencana nya untuk menceraikan ku." gumam Agnez dalam hari, dengan memasangkan wajah nya yang masih ia buat-buat agar terlihat sakit.
"apa ini tuan Puji?" Tanya Agnez pada tuan Puji.
"kau bisa membacakan Agnez? maka kau baca saja sendiri!!" tuan Puji pun duduk disalah satu kursi yang ada di dalam kamar Agnez.
__ADS_1
Agnez menarik nafasnya. Dilihatnya tuan Puji sekilas. "dengan senang hati akan aku tanda tangani surat ini!" ujar Agnez dalam hati.
"lekas tanda tangani surat itu dan pergi dari rumah ku!!!" ucap tuan Puji dengan angkuh.
"Tanpa kau usir pun aku akan pergi dari neraka ini." Agnez cepat-cepat menandatangani surat cerai itu dan memberikan surat itu kembali kepada tuan Puji.
"ini." ujar Agnez sambil mengalihkan pandangan ke arah lain.
"aku tidak akan memberikan mu pembagian atas harta ku sebab kau dan aku hanya menikah diatas kertas!! Jadi jangan harap kau akan mendapatkan harta ku setelah surat cerai ini di proses." terang tuan Puji.
"kau tenang saja tuan Puji. Aku tidak mengharapkan apapun dari harta kekayaan mu."jelas Agnez.
Tidak mau membuang-buang waktu lebih lama di rumah itu, Agnez pun bergegas mengemasi pakaiannya. Ditengah Agnez sedang mengemasi pakaiannya, tiba-tiba ia teringat sesuatu...
"kemana aku harus pergi?" Agnez pun langsung berhenti memasukan pakaiannya ke dalam koper nya yang hampir penuh itu.
__ADS_1
Agnez menghela nafas nya berat. "apakah aku masih bisa pulang ke rumah?" gumam Agnez hampir terdengar putus asa.
Kini Agnez tersandar lemah didinding lemari baju nya begitu ia teringat tidak ada tempat yang bisa ia tempuh.
"Ayooo semangat Agnez!!!" Seru Agnez tiba-tiba menyemangati diri nya sendiri. Yang terpenting, pergi dulu dari rumah ini. Dimana tinggal setelah keluar dari sini maka nanti saja pikir kan. "Sebaiknya aku harus pergi sekarang sebelum Jasmin datang dan membuat semuanya berantakan."
Jujur saja, Agnez merasa kebencian Jasmin pada nya bukan karena dia adalah istri muda tuan Puji tapi karena memang Jasmin tidak menyukai Agnez secara personal. Sehingga apapun yang Agnez lakukan akan selalu salah dimata Jasmin.
Setelah membereskan semua, Agnez pun bergegas pergi dari rumah itu. Dia bahkan tidak mencari tuan Puji walau sekedar untuk berpamitan.
Agnez pun kini sudah berada di luar rumah mewah itu sambil mendorong tas nya.
"heh!! akhirnya aku bebas!!" ujar Agnez penuh syukur. "Terima kasih tuhan!! terimaa kasih!!!!" Agnez tak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur nya.
Setelah puas mengucapkan rasa syukur, kini Agnez melirik ke kiri dan ke kanan."bagaimana caranya aku pergi dari sini."Pikir Agnez. Dengan reflek Dia pun merogoh saku di celana dan baju nya, tapi hasilnya...
__ADS_1
"ya ampun!!" seru agnez panik sebab ia tidak menemukan uang di saku baju maupun celananya. "Apa sepeser pun aku tidak punya saat ini?" Agnez menjadi semakin panik membayangkan bahea dia benar-benar tidak ada duit sama sekali.
Agnez langsung membongkar tas-tas yang ia bawa di depan pagar rumah tuan Puji itu juga. Kalau seandainya ada orang tidak mengenal Agnez, pasti mengira Agnez adalah orang gila yang membongkar sebuah koper besar di tepi jalan.