Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 5 #Kembali ke rumah lama #7


__ADS_3

Walaupun Ronald masih bingung dengan semua keadaan yang serba mendadak ini,tapi dia tidak mungkin untuk terus bertanya dalam keadaan berdiri. Akhirnya dia mengajak semua orang untuk ke ruang makan. "Mari kita ke dalam. Seluruh keluarga sudah menunggu di ruang makan." Pinta Ronald.


"Baik lah." Jawab Kenzo.


"Mari sayang, aku bantu membuka mantel mu." Ujar Kenzo. Bagaimanapun Kenzo tidak lupa akan rencananya untuk melihat apakah ada tanda bintang di punggung Alesya. Apakah Alesya benar gadis berbintang yang selama delapan tahun ini dicarinya


Alesya pun tidak keberatan dengan tawaran Kenzo. Alesya membiarkan Kenzo untuk membantunya membukakan mantel itu.


Skala terlihat cuek dengan apa yang dilihatnya dan sibuk memperhatikan sekeliling.


Kenzo mulai membuka mantel Alesya berharap semua spekulasi yang ada dipikirannya malam itu akan terjawab semuanya.


Namun ketika mantel itu terbuka ada sebuah kain yang menutup punggung hingga pinggang Alesya dan bagian depan tubuh Alesya.


"Sejak kapan dia menggunakan ini?" Seru Kenzo dalam hati.


Tidak mungkin Kenzo menawarkan untuk membantu melepaskan kain tersebut.


Akhirnya mau tidak mau Kenzo harus bersabar untuk mencari kebenaran yang menurutnya sudah di depan mata.


Setelah itu mereka pun berjalan mengikuti Ronald Diningrat menuju ruang makan keluarga Diningrat.


Begitu mereka masuk keruangan itu seluruh mata langsung teralihkan ke mereka.


Walau pun Alesya sudah mengira hal ini akan terjadi, tapi rasa dendam yang membuncah di hatinya tetap membuat dirinya gemetar hebat. Hingga akhirnya tanpa sadar Alesya memperat pegangannya pada lengan Kenzo.


Kenzo yang menyadari hal itu, menyentuh lembut punggung tangan Alesya untuk menenangkannya. Entah mengapa dia dapat merasakan aura kebencian dari wanita yang sedang digandengnya itu.


"Alesya!!!" Seru Jenny dan menghampiri putri tirinya itu.


Jenny menarik tangan Alesya agar dia terlepas dari Kenzo. Tapi Kenzo menahan tangan Alesya. Sesuai janjinya, dia akan melindungi Alesya dari keluarga ini.

__ADS_1


Ketika kedatangannya ke kota A, Kenzo sempat tinggal beberapa saat di Mansion keluarga Diningrat.


Kepalsuan dan segala macam intrik dapat di lihat dengan jelas oleh Kenzo selama ia dan Jack tinggal di sana.


"Kami akan duduk disebelah sana Nyonya." Seru Kenzo dan membawa Alesya untuk ikut bersama nya.


"Ya.. silahkan." Gumam Jenny Kecewa. Karena sebetulnya ia ingin Alesya duduk di samping nya agar dia dengan mudah mengerjai Alesya di depan Kenzo. Niat buruk selalu saja ada di dalam kepala wanita ular ini.


"Duduklah disini sayang. Dan Skala duduk lah di sebelah mommy mu."Perintah Kenzo.


Semua orang hanya bisa saling pandang melihat Kenzo memperlakukan Alesya dengan amat baik.


Tapi siapa anak laki-laki kecil ini? Mengapa mereka membawa nya bersama mereka? Apakah dia keponakan Kenzo? karena wajah mereka terlihat mirip.Tapi Kenzo tidak memiliki saudara sama sekali.


"Siapa anak laki-laki tampan ini tuan Kenzo?" Tanya Jenny, tidak bisa menutupi rasa penasarannya.


"Karena saat ini aku adalah suami Alesya, maka sebaiknya kau cukup memanggil nama ku saja nyonya Jenny atau sebaiknya mulai kini aku panggil kau dengan sebutan ibu." Tukas Kenzo.


"Kalian sudah menikah?" Seru Agnes kaget. "Kalian pasti sedang berbohong kan!!!" Lanjutnya penuh emosi.


Dada Agnes terasa sangat sakit. Emosi mulai menyelimuti seluruh pikiran nya. Bagaimana tidak, demi Kenzo Agnes melepaskan peluang untuk bersama Frans padahal dia sudah bersusah-payah menyingkirkan Alesya agar jalannya dan Frans terbuka lebar. Dan kini sang kakak tiri yang disingkirkannya saat itu kembali entah dari mana dan menikung semua rencana nya.


"Ya kami sudah menikah Agnes. Ayah mu pun tahu akan hal itu. Dan alasan kami kemari malam ini ialah untuk memberitahukan keluarga Diningrat tentang pernikahan kami. Sekaligus aku juga ingin minta maaf karena telah menikahi Alesya tanpa sepengetahuan keluarga Diningrat." Ungkap Kenzo tenang.


"Bagaimana bisa kalian sudah menikah! Tidak, Seharusnya aku bertanya bagaimana bisa kalian saling kenal!!!" Pekik Agnes tak bisa lagi menahan amarahnya.


Kenzo dan Alesya hanya tenang saja mendengar semua teriakan Agnes yang sudah seperti orang gila.


"Dan anak laki-laki ini.. jangan katakan kalau dia adalah anak mu dan Alesya, Kenz. Karena sampai mati pun aku tidak akan percaya!!!!" Lanjut Agnes.


"Agnes diamlah!! Dan Jaga sikap mu!" Ucap Ronald, lantang.

__ADS_1


"Tidak apa-apa ayah." Seru Kenzo. Dia sengaja memanggil Ronald ayah, karena dia tahu Ronald dari dulu ingin menjadi ayah mertua nya.


"Kau benar Agnes, Skala adalah anak laki-laki ku bersama Alesya." Jawab Kenzo tenang namun berhasil membuat Agnes menjadi frustasi.


"Apa kau tahu, Alesya itu adalah wanita kotor!! Dia bahkan tidur dengan laki-laki yang tidak dia kenal delapan tahun lalu." Tanpa sadar Agnes mengatakan kejadian sembilan tahun lalu di hadapan semua orang yang hadir malam itu.


Kenzo sedikit terkejut mendengar hal yang dikatakan oleh Agnes. Pikiran Kenzo malah berpikir jangan-jangan benar Alesya adalah wanita yang ia cari.


Kenzo menunggu Alesya merespon ucapan Agnes namun Alesya tetap diam dan tenang saja mendengar nya.


"wah.. ternyata wanita ini benar-benar menyerahkan semua kekacauan ini pada ku." Seru Kenzo dalam hati.


"Aku sendiri yang melihat dia masuk ke kamar hotel delapan tahun lalu dalam keadaan mabuk." Ucap Agnes bohong. "Dan pulang dengan pakaian yang berbeda sehingga ayah dan ibu ku memutuskan untuk menikahkan dia dengan tuan Puji."


"Agnes!! Apa kau sudah gila!!" Ucap Jenny pelan sambil menarik tangan Agnes. "Demi tuhan diam lah!!"


"Lepaskan aku ibu!! Kenzo harus tahu kebenaran itu.Agar matanya terbuka, wanita seperti apa Alesya sebenarnya!!" Agnes menghempaskan tangan sang ibu. Kini ia berjalan ke arah Kenzo dan Alesya. Dengan kasar dia menarik Scarf yang digunakan Alesya.


"Heh.. lihatlah, ini adalah pakaian yang sama persis seperti yang digunakan Alesya malam itu."


Kenzo marah melihat perlakuan kasar Agnes ke Alesya, dan dengan cepat ia ingin mengambil kembali scaf yang terjatuh ke lantai itu dan ingin memasangkannya kembali ke Alesya.


Namun Skala yang duduk pas di sebelah Alesya segera lebih dahulu mengambil Scraf itu dan memasangkan nya kembali ke pundak mommy nya.


Sambil memasangkan scraf itu Skala melihat ke arah Kenzo dengan tatapan tajam.


Kenzo paham kalau Skala pun sudah mulai tersulut emosi melihat perlakuan wanita gila ini pada mommy nya. Sekaligus Kenzo salut melihat Skala yang mampu menahan emosinya dan terlihat tenang. "Sepertinya dia benar-benar mengingat kata-kata ku." Seru Kenzo dalam hati.


Kenzo melihat kain yang sudah terpasang kembali ke punggung Alesya.Sebenarnya Kenzo sedikit kecewa karena Skala mendahuluinya memasangkan kain itu pada Alesya sehingga dia kehilangan kesempatan untuk rencananya sekali lagi. Kalau tidak pasti tadi Kenzo sudah bisa mengangkat rambut yang menutup punggung yang putih dan mulus itu serta mencek apakah Alesya adalah gadis yang dia cari atau tidak.


Kenzo masih menatap lurus punggung Alesya. Berlahan secercah darah mulai menembus kain tipis yang menutup punggung Alesya. Kenzo menajamkan pandangan nya lalu ia melihat bekas cakaran di kulit yang putih dan mulus itu.

__ADS_1


Mendadak hawa panas menjalar ke seluruh tubuh Kenzo. Kini dia paham maksud tatapan tajam dari Skala.


**bersambung...


__ADS_2