
"kau lihat dokter itu sayang?" Seru Alesya sambil tertawa kecil melihat tingkah konyol dokter Arya.
Kenzo mengernyitkan dahinya melihat ke arah dokter anti mainstream yang bertingkah aneh di depan umum seperti ini. "Aku rasa, aku tahu dokter itu." Seru Kenzo kemudian.
"kau mengenal nya?" Tanya Alesya.
"ya, dia adalah dokter yang bertanggung jawab untuk penyembuhan Mai. Aku tidak heran dia bertingkah seperti itu." Kenzo teringat semua perkataan yang dokter Arya katakan pada nya semalam. Kalau diingat-ingat semua yang dikatakan oleh dokter Arya pada nya semalam tidak lebih dari sebuah ocehan kosong tanpa isi.
"memangnya dia bilang apa?" Tanya Alesya penasaran.
"Bukan hal penting." jawab Kenzo, lalu meminum kopi susunya.
"Kenz, aku rasa sebaiknya kau kembali ke perusahaan. Saat ini Jack kan juga sedang dirawat. Jika kau ada di sini maka siapa yang akan menjalankan perusahaan?" Ujar Alesya.
"kau jangan khawatir dengan perusahaan ku sayang, kau itu seharusnya khawatir dengan perusahaan mu. Sebaiknya kau yang pulang dan segera pergi ke perusahaan. Ada banyak hal yang mesti kau lakukan saat ini bukan?"
"aku sudah meminta sekretaris ku untuk menghandle semua nya hari ini." Jawab Alesya.
"Kalau gitu kita berdua akan tetap berada disini." sebut Kenzo sambil tersenyum.
"Kenz! Kembali lah dulu ke kamar bibi.. aku takut dia sudah sadar. Aku yakin dia membutuhkan mu saat ini." Ujar Alesya. Dia takut Dyana sudah bangun dan sadar kalau Mata nya tidak bisa melihat apapun. Dyana pasti akan sangat panik.
"Memang kau mau kemana?" Tanya Kenzo.
__ADS_1
" Aku akan ke kamar Jack untuk melihat keadaan laki-laki malang itu sekaligus untuk mencek apakah Monica sudah datang atau belum.." Alesya melihat ke arah jam tangan.
"Kalau tidak macet aku rasa dia seharusnya sudah berada di kamar Jack saat ini. Sekalian aku akan membawakan makanan untuk kakek Romano. Aku yakin dia pasti belum sarapan apapun." Jelas Alesya panjang kali lebar.
Kenzo menarik kepala Alesya dengan lembut lalu mencium nya."Kau jadi kerepotan karena semua ini sayang?" ujar Kenzo yang sebenarnya merasa iba karena istrinya harus kesana kemari untuk mengurusi semua orang yang sebenarnya punya hubungan itu adalah dengan diri nya, bukan dengan Alesya. Yang satu adalah bibi Kenzo, lalu asisten pribadinya Kenzo dan terakhir adalah anak tiri neneknya Kenzo.
"Sayang mereka adalah orang-orang mu.. keluarga mu.. itu artinya mereka juga adalah keluarga ku." Jawab Alesya bijak.
"Dan bawa ini ke kamar bibi. Kita pasti akan membutuhkan nya nanti." Alesya menyerahkan sekantung makanan dan minuman ke tangan Kenzo.
"Aku juga sudah meminta pelayanan di rumah untuk membawakan pakaian ganti untuk kita berdua. Kalau pelayan itu sudah sampai maka ingat kau harus segera mandi ya tuan Dayson!" ujar Alesya mengingatkan suaminya selayaknya mengingat kan seorang anak kecil.
"Waaah..kau benar-benar istri yang sempurna sayang!! " Kenzo kembali mengecup pucuk kepala istrinya itu.
"Dan aku akan langsung ke kamar Jack." Seru Alesya dan ikut berdiri.
"hati-hati sayang." ucap Kenzo dan berniat akan mencium kening istrinya sekali lagi tapi dengan cepat Alesya menghindari.
Kenzo memandang bingung pada istrinya yang tiba-tiba menghindar saat akan dia cium.
"Jangan bilang kau akan mencium ku lagi Ken!!" Seru Alesya yang mundur kebelakang."kau sudah mencium ku berkali-kali!!"seru Alesya pada Kenzo.
"Memangnya ada larangan berapa kali aku boleh mencium mu?" Kenzo langsung menarik tubuh Alesya yang berjarak sebenarnya tidak begitu jauh dari nya dan tanpa basa basi langsung mencium lembut bibir istrinya itu.
__ADS_1
"Tidak ada yang boleh melarang berapa banyak aku ingin mencium istri ku sendiri." Bisik Kenzo di telinga Alesya. "Dan aku bisa melakukan kapan pun dan dimana pun." Kenzo kembali mencium Alesya yang saat ini benar-benar pasrah dengan perbuatan suaminya itu.
"Semoga tuhan menutup mata semua orang di kantin ini sehingga mereka tidak bisa melihat kami." Seru Alesya dalam hati.
"Nah.. kalau nurut seperti itu aku kan tidak perlu mencium mu di situ .," ujar Kenzo, lalu menunjuk bibir Alesya dengan bibirnya.
"Baiklah. Aku akan sangat memperhatikan hal ini ke depannya." Ujar Alesya sambil menutupi bibinya dengan tangannya.
"Aku akan pergi ke kamar Jack dulu." Alesya mengambil semua bungkusan yang akan dia bawa ke kamar Jack dan ke tempat Romano.
Kenzo yang melihat Alesya buru - buru pergi, tertawa geli dengan tingkah istrinya itu.. Mereka sudah berciuman berkali-kali tapi Alesya tetap sama tidak berubah, wajah nya selalu merona setiap kali Kenzo mencium nya. Jangan kan wajahnya, telinga nya pun pasti bakalan ikut memerah.
Setelah Alesya pergi, Kenzo pun ikut meninggalkan kantin itu..
Tapi yang Kenzo dan Alesya tidak sadari, dokter anti mainstream tadi terus menatap meraka tanpa berkedip sedikit pun. Terutama untuk adegan-adegan yang seharusnya mendapatkan sensor apabila ini adalah sebuah tontonan di bioskop.
"malang nian nasib mu Mai!! " seru Arya dalam hati yang merasa iba pada nasib Mai yang menurut Arya jelas-jelas sudah di selingkuhi oleh pacar nya sendiri.
Arya tiba-tiba teringat Mai yang sudah bersusah payah untuk bertahan hidup sementara pacar nya sedang enak-enak dengan yang lain.
"Sebaiknya aku ke ruangan nya saja." Arya pun mengakhiri acara sarapan sekaligus paparazi nya di kantin itu..Dia ingin melakukan visit ke ruangan Mai terlebih dahulu baru setelah itu visit ke beberapa ruangan pasien lainnya.
***bersambung...
__ADS_1
#huft!! makin dalem aja nih salah paham si dokter Arya ke Kenzo dan Alesya.. apa perlu otor susul ke rumah sakit dan jelasin semua nya ma dokter Arya?π