
"Kau sudah siap?" Tanya Kenzo dari luar ruang ganti pakaian.
"Pergilah ke kamar Skala, Ken. Dan lihat apakah Skala sudah siap atau belum. Lalu turunlah terlebih dahulu. Aku akan menyusul kalian ke bawah." Teriak Alesya dari dalam ruangan itu.
Tidak tahu kenapa, Kenzo pun menuruti perintah istri sementara nya itu. Tidak ada protes. Tidak ada rasa kesal. Dengan penuh kesadaran Kenzo melangkahkan kali nya ke kamar Skala yang berada satu lantai di bawah kamar nya dan Alesya.
"Kau sudah siap?" Tanya Kenzo sambil membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu.
Skala yang sedang merapikan jas nya menatap Kenzo dengan tatapan cuek khas nya.
"Apakah karena ini adalah rumah mu sehingga kau bebas masuk keruangan mana pun tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu?" serunya judes
Kenzo menarik nafas dalam. "Tenang Kenz, dia hanya seorang anak kecil." Kenzo mencoba menenangkan diri nya kembali.
__ADS_1
"Kau benar sekali. Ini adalah rumah ku jadi aku bebas untuk masuk keruangan manapun tanpa harus mengetuk terlebih dahulu." Ujar Kenzo sombong.
Kenzo melangkahkan kaki mendekat ke arah Skala. Lalu dia berjongkok dan membetulkan dasi kupu-kupu milik bocah kecil itu. Kenzo tiba-tiba teringat ayahnya yang selalu membetulkan dasi kupu-kupu milik nya ketika mereka akan menghadiri acara penting di luar rumah.
Skala kaget dengan perlakuan Kenzo tapi dia tidak menolak ketika Kenzo melakukan hal itu untuknya karena bagaimana pun Skala adalah anak kecil yang tidak pernah mendapat perhatian dan kasih sayang dari seorang ayah sehingga ketika Kenzo berlaku layaknya seorang ayah seketika itu juga Skala terhipnotis.
"Nah, laki-laki tidak selama nya harus mandiri. Ada kalanya seorang laki-laki tangguh juga memerlukan bantuan orang lain." Ucap Kenzo lalu berdiri.
"Kau baru sekali ini menunggu mommy ku berdandan, aku sudah mengalami momen ini ratusan kali dalam tiga tahun terakhir umur ku." Seru Skala sambil turun tangga mendahului Kenzo.
Kenzo hanya melihat bocah itu yang semakin menjauh dari nya.
Setelah menunggu beberapa saat, Alesya pun turun.
__ADS_1
Mata Kenzo tidak berkedip sedikitpun melihat penampilan Alesya malam ini. Bukan karena Alesya terlihat cantik atau pun seksi tapi lebih pada gaun yang gunakan oleh Alesya. Gaun itu mirip sekali dengan gaun yang gunakan oleh si gadis berbintang pada malam sembilan tahun lalu. Kenzo tentu dapat mengingat dengan jelas gaun itu karena tangan nya sendirilah yang merobek gaun itu menjadi percah kain yang tidak berguna.
Lain Kenzo, lain Skala. Skala yang melihat mommy tampil dengan gaun yang serba kekurangan bahan itu langsung berlari ke kamar mommy nya. Dia mencari mantel bulu milik mommy nya dan sebuah scraft lebar. Dia ingat mommy nya ada membawa sebuah scraft lebar yang biasa ia dipakai kalau memakai baju yang terbuka seperti tadi sewaktu di kota J.
Skala membuka satu persatu lemari di ruang ganti itu karena dia tidak tahu yang mana satu lemari pakaian mommy nya. Satu persatu lemari yang dibukanya selalu berisikan baju Kenzo.
Setelah mendapatkan yang ia cari, Skala segera turun.
Kenzo masih larut dalam pikiran.. Kenapa Alesya bisa menggunakan gaun yang sama dengan si gadis berbintang. Tiba-tiba dia berpikir kalau Alesya mungkin saja adalah si gadis berbintang itu kan? Karena sembilan tahun pencariannya di kota A, tidak sekali pun Kenzo bertemu dengan gadis berbintang itu. Dan ini jadi masuk akal kalau jangan-jangan Alesya lah si gadis berbintang. Karena pada waktu yang sama, Alesya meninggalkan kota A. Kalau benar kejadian nya seperti itu maka hal ini jadi masuk akal.
Kenzo pun melangkah mendekati Alesya..
dan... taraaaa.. sambung ke halaman selanjutnya ya zeyeng.. ππ
__ADS_1