Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 24#Cinta tulus tak bertepi#5


__ADS_3

“Alesya ada disini?” Gumam Kenzo dalam hati dan langsung memalingkan wajah nya ke dinding kaca yang ada disebelahnya. “Apakah dia ada di balik dinding kaca ini?”


Begitu Kenzo memalingkan wajahnya ke arah dinding kaca itu, serentak pintu kaca itu terbuka dan terlihatlah Alesya yang sedang berdiri sambil mengepal kedua tangannya yang gemetar. Kenzo juga dapat melihat buliran air mata yang masih turun dengan cantik di pipinya.


“Alesya aku-“ Ucapan Kenzo sambil berdiri. Ucapannya terhenti begitu melihat air mata itu ternyata semakin banyak membasahi wajah cantik istrinya itu. “maafkan aku Alesya.” Gumam Kenzo pelan.


Aldion tersenyum melihat tatapan pupus dalam mata Kenzo. Aldion merasa sudah cukup baginya untuk membakar kebencian Alesya untuk Kenzo. Kini ia hanya tinggal menunggu api kebencian itu membesar dan membakar habis hubungan Kenzo dan Alesya.


“Ayah. Bisakah kau tinggalkan kami berdua?” ujar Alesya dengan suara nya yang terdengar gemetar.


“Apa kau yakin hanya ingin berbicara berdua dengan nya? Ayah tidak keberatan menemani mu menghadapi laki-laki brengsek ini.” Jawab Aldion dengan wajah puas.


“Aku hanya ingin bicara berdua dengan Kenzo ayah.” Jawab Alesya dengan yakin.


“baiklah kalau itu yang kau inginkan. Kau tidak perlu khawatir putri ku. Aku akan selalu mendukung keputusan mu. Dan kau masih memiliki ku” ujar Aldion sebab ia yakin Aleysa pasti akan meninggalkan Kenzo setelah mengetahui semua itu. Lalu Adlion mulai mengarahkan kursi rodanya meninggalkan taman itu. “


Alesya melangkah kaki nya keluar dari ruang baca itu menuju ke arah kursi yang ada di hadapan Kenzo.


“duduklah.” Ujar Alesya meminta Kenzo untuk kembali duduk.


Tapi Kenzo tetap tidak bergeming, hanya berdiri dan menatap Alesya dengan tatapan nya yang penuh rasa bersalah.


“Tuan Kenzo Dayson-“ Ujar Alesya, terputus.


“Alesya,please! Jangan panggil aku seperti itu! Kau membuat ku merasa - merasa aku adalah orang asing bagi mu.” Kenzo langsung memotong perkataan Alesya. Hati nya sakit ketika Alesya memanggilnya tidak seperti biasanya.


Paling tidak izinkan dia untuk menjelaskan semua hal yang terjadi terlebih dahulu baru setelah itu menghakimi nya. Jangan langsung menjaga jarak seperti ini.


Mungkin orang tidak akan menyangka laki-laki yang keras bagai baja seperti Kenzo juga bisa berada di titik terendah dalam hidupnya seperti malam ini. Dia merasa dia telah kehilangan segalanya hanya dengan mendengar Aleysa memanggil tuan Kenzo Dayson. Air mata Kenzo pun akhirnya jatuh di wajah tampan itu hanya karena tiga kata yang disebutkan oleh Alesya tadi.


Aleysa tidak menggubris perkataan Kenzo.


Alesya menarik nafas dalam lalu menghembuskan nya pelan. Dia pun duduk di hadapan Kenzo.


Berbagai perasaan yang bercampur aduk di dalam pikiran Alesya saat ini seakan saling berpacu tidak sabaran untuk masing-masing ingin bertanya pada Kenzo. Tapi Alesya mencoba untuk tenang. Dia berusaha untuk tidak membiarkan salah satu perasaan yang kini wara wiri di hati dan kepala nya mendominasi diri nya.


“Alesya aku mohon-“


Ucapan Kenzo kembali terputus kali ini. Tatapan Alesya membuat Kenzo menelan saliva dan langsung duduk diam di hadapan Alesya.


“Kenz.. katakan pada ku, benarkah kau pria itu?” tanya Alesya sambil menatap tajam mata Kenzo, mencoba menyelam mencari kebenaran dalam tatapan mata itu.


Kenzo menatap balik mata indah milik istrinya itu walau pun kini mata itu masih menyimpan sisa-sisa genangan air mata di setiap sudut nya.


“Benar.” Jawab Kenzo pelan. Tidak ada lagi yang mesti Kenzo sembunyikan. Semuanya sudah terlanjur terbuka malam ini.


"maaf kan aku karena telah menutupi kebenaran itu dari mu sayang." rintih Kenzo dalam hatinya.


Alesya menarik nafas dalam dan menghembuskan nya kembali.


“Kapan kau mengetahui hal ini?” Lanjut Alesya bertanya, tanpa mengalihkan pandangannya dari Kenzo.

__ADS_1


"Alesya, tenang lah dulu sayang. Aku berjanji aku akan menceritakan semua nya pada mu. Tapi kita akan bicara setelah kau merasa tenang." pinta Kenzo pada istrinya itu. Dia tahu percuma saja menjelaskannya pada Alesya sekarang. Emosi Alesya saat ini pasti tidak stabil. Logikanya pasti sudah terpental keluar begitu tau Kenzo adalah ayah kandung Skala.


Alesya menatap Kenzo dingin dan mengulang pertanyaan nya. "kapan kau mengetahui semua kebenaran ini tuan Kenzo Dayson? Apakah waktu kau mendonorkan darah mu pada Skala? hah.. aku lupa saat itu sengaja bertanya tentang keberadaan ayah Skala. Pasti saat itu kau sudah tahu tentang semua ini." ujar Alesya, dengan tatapan antara benci sedih dan kecewa.


Tapi Kenzo malah diam. Tidak menjawab.


"Atau jangan-jangan kau sudah tahu tentang hal ini jauh sebelum itu? apa kau menikahi karena kau tau aku adalah gadis malam itu?" Alesya mulai menduga-duga kemungkinan yang ada.


"Alesya please!! tenang lah dulu." ujar Kenzo, tidak tahan melihat cara Alesya menatapnya.


"Tolong jawab pertanyaan ku tuan Kenzo Dayson. Kalau kau tidak menjawab pertanyaan ku maka aku akan pergi dan kau tidak akan bisa melihat aku lagi." ancam Alesya.


Kenzo menarik nafas dalam dan akhirnya menyerah. Dia tidak akan bisa meminta Alesya untuk menenangkan diri.


“Sejak kejadian di resort ketika kau datang ke kamar untuk menyelamatkan ku dari pengaruh obat yang diberikan oleh Agnez dan ibu nya. Aku melihat tanda bintang di punggung mu. Sejak saat itu aku yakin kau adalah gadis yang telah aku cari selama bertahun-tahun keberadaan nya.”


"Benar kah?" tanya Alesya, sinis. "Dari mana aku tahu kalau kau tuan Kenzo Dayson benar-benar mencari keberadaan gadis sembilan tahun yang lalu itu? sedangkan memutuskan untuk menikah kontrak dengan wanita yang baru kau kenal? Seluruh penjelasan mu saling bertolak belakang."


“Alesya please! Give me time for explaining all!”Seru Kenzo sambil memohon pada Alesya.


Alesya tertawa miris mendengar permohonan Kenzo.


“kalau kau sungguh ingin menjelaskan semuanya pada ku tuan Kenzo Dayson, mengapa kau tidak melakukan nya sejak pertama kali kau mengetahui hal ini? Mengapa baru sekarang kau minta waktu pada ku untuk menjelaskan semua ini, Kenz!!” Ujar Alesya setengah berteriak. Emosinya mulai terpancing keluar. Dia sadar Kenzo tidak sepenuhnya salah. Tapi bagaikan sifat alami seorang wanita, Alesya merasa Kenzo sangat egois dengan menyembunyikan semua kebenaran ini dari ini.


Air mata Alesya kembali turun. Membasahi pipi yang tadinya sudah mulai mengering.


“Kau sungguh menempatkan ku pada posisi yang sulit tuan Kenzo Dayson!!” Rintih Alesya.


“Aku mengakui aku bersalah karena telah menyembunyikan fakta ini dari mu sayang! Tapi aku tidak pernah bermaksud untuk membohongi mu! Aku-aku hanya mencari waktu dan kesempatan yang tepat untuk menjelaskan ini dengan cara yang benar pada mu!” jelas Kenzo sambil memegang tangan Alesya yang gemeran itu.


Alesya menepis tangan Kenzo yang memegangi tangannya dan berkata, "1waktu dan kesempatan yang tepat? Kapan Kenz?? Kapan?? Apakah saat ini adalah waktu dan kesempatan yang tepat yang kau nanti-nantikan itu??” Alesya terus menyudutkan Kenzo.


Hati Alesya benar-benar terpukul mengetahui kebenaran ini dalam kondisi ini.


Ada banyak malam yang mereka habiskan bersama dan ada banyak pagi yang mereka lalui dengan canda dan tawa tapi mengapa harus malam ini, harus dalam momen seperti ini Alesya mengetahui hal besar ini!!


Mungkin jika Kenzo bisa sedikit berani untuk jujur lebih awal, Alesya pasti akan menyambut gembira kabar ini sebab laki-laki itu ternyata adalah laki-laki yang ia cintai.


“Katakan pada ku Kenz, apa yang mesti aku lakukan saat ini pada mu? Haruskah aku membenci mu? Jika tidak maka tolong katakan pada ku bagaimana cara nya aku dapat terus mencintai mu? Aku – aku kecewa pada mu tuan Kenzo Dayson.” Alesya menarik tangannya yang kembali digenggam oleh Kenzo.


Kenzo langsung berdiri dan memeluk istrinya itu. “Kau boleh membenci ku Alesya, tapi izinkan aku untuk terus membayar setiap rasa benci mu itu dengan cinta ku."


"Aku mohon jangan pernah tinggalkan aku lagi Alesya. Aku mohon!” Kenzo pun menangis sambil memeluk erat istrinya itu.


" kenapa kau mesti sembunyikan kebenaran ini dari ku Kenz! Kenapa?" Rintih Alesya dalam pelukan Kenzo.


"Maafkan aku sayang. Aku bersalah. Aku mohon maaf kan aku!!" Kenzo terus mengucapkan permintaan maaf pada istrinya itu hingga tidak terdengar apapun lagi yang keluar dari mulut Alesya.


Kini mereka hanya diam. Alesya tidak ingin lagi berkata apapun. Sedangkan Kenzo dia terlalu takut untuk mengatakan sesuatu meski itu adalah penjelasan yang sebenarnya ditunggu oleh Alesya.


“Kenz.. pulanglah dulu ke kota A.” Ujar Alesya, setelah memikirkan apa yang mesti ia lakukan. “Aku ingin menenangkan diri di sini.” Lanjut Alesya.

__ADS_1


“Tidak!! Aku tidak akan kemana-mana tanpa diri mu!” Seru Kenzo, dengan rasa sedih dan pedih di hatinya.


“Meski kau membenci ku sekali pun, aku tidak akan mengizinkan kau hilang dari pandangan ku Alesya.” Lanjut Kenzo, dengan penuh keyakinan. Dia akan menerima setiap kebencian Alesya dan membalas setiap kebencian itu dengan cinta. itulah yang dipikirkannya.


“Aku butuh waktu untuk memikirkan segalanya dengan pikiran yang tenang Kenz. Melihat mu - melihat mu hanya membuat hati ku menjadi sedih.” Ujar Alesya, pelan.


Sungguh hatinya merasa sakit mengatakan hal itu pada Kenzo. Tapi saat ini, itu lah yang terbaik. Dia butuh waktu untuk menenangkan diri dan menerima semua ini.


“Tidak!! Dan jawaban ku akan tetap tidak!!!” Kenzo memegang erat kedua bahu Alesya dan menatap wajah istrinya itu.


“Aku bisa gila jauh dari mu Alesya Dayson! Kalau kau ingin melihat suami mu ini menjadi orang gila maka usir lah aku dengan kedua tangan mu ini!” seru Kenzo sambil memegang kedua tangan Alesya.


Alesya memalingkan wajah nya. Mana mungkin ia sanggup membiarkan hal itu terjadi pada Kenzo. Baginya kini Kenzo sudah seperti oksigen yang ia butuhkan untuk bernafas setiap hari. Tapi sisi lain, hatinya sakit. Sakit karena Kenzo tidak jujur pada nya. Jika ayahnya tidak mengatur semua hal ini maka entah kapan Alesya akan tahu tentang kebenaran itu.


“Lihat aku Alesya dan katakan kau mampu untuk mengusir ku pergi dari hidup mu.” Tekan Kenzo. Ditatapnya lekat mata istrinya itu.


“Aku tidak pernah mengatakan bahwa aku akan mengusir mu dari hidup ku Kenz! Aku hanya ingin kau pulang ke kota A dan memberikan ku waktu untuk berpikir dengan jernih mengenai semua keterkejutan yang kau berikan pada ku di kota J ini.” Balas Alesya, tapi masih dengan memalingkan wajah nya.


“Tidak!! Walau satu hari pun tidak!!! Aku tidak akan pernah meninggalkan mu untuk berpikir sendiri tentang hal ini. Tidak!! Aku tidak akan membiarkan mu untuk berpikir meninggalkan ku!” tegas Kenzo. Walau Alesya akan berpendapat Kenzo sangat egois tapi Kenzo tetap tidak akan mengabulkan permintaan Alesya.


"Aku katakan aku hanya butuh waktu untuk menenangkan diri ku Kenz! aku tidak pernah berpikir untuk meninggalkanmu!!" Seru Alesya yang jadi tambah jengkel karena sikap egois Kenzo.


Mungkin Alesya melihat sikap Kenzo sebagai sikap egois seorang pria yang penuh dengan kearoganan tapi menurut pendapat Kenzo disaat-saat genting pernikahan seperti ini pasangan harus saling menguatkan, bukan malah berjauhan dengan saling memberikan kesempatan untuk sama-sama berpikir.


Jadi Kenzo akan tetap pada keputusannya mesti Alesya akan benci melihat wajah nya setiap saat, itu jauh lebih baik dari memberikan Alesya kesempatan untuk bergumul dengan pikirannya sendiri hingga berujung pada perceraian.


“kau egois Kenz!” Seru Alesya. “kau ingin menyetir semua nya.”tukas Alesya. marah.


“ya! Aku memang egois! Dan aku akan selalu menjadi egois untuk mempertahankan diri mu dan cinta mu pada ku."


"Bencilah aku Alesya kalau itu dapat membuat hati lega.” Ujar Kenzo.


“Aku tidak mau bicara lagi pada mu. Malam ini aku akan tidur di kamar Skala.” Ucap Alesya dan melepaskan dirinya dari Kenzo.


“Tidak!! Tidak ada satu pun dari kita yang akan tidur di luar kamar kita.” Tegas Kenzo.


“Kenz! Kau keterlaluan!!” seru Alesya. Kenzo benar-benar sudah keterlaluan kali ini.


“Alesya, apa kau tau makna pernikahan?” ujar Kenzo. “Pernikahan bukan sebuah permainan yang jika kau tidak suka, jika kau tidak bisa memainkan nya atau jika kau mengalami masalah ketika memainkannya kau bisa berhenti setiap saat dan keluar dari permainan itu begitu saja.” Seru Kenzo dengan penuh penekanan disetiap kalimat nya.


Alesya hanya diam mendengar semua analogi yang keluar dari mulut seorang pria yang egois itu.


“Aku mohon Alesya, beri kesempatan pada diriku dan juga diri mu untuk melalui permasalahan ini.” Mohon Kenzo pada Alesya.


“Aku tidak pernah menganggap pernikahan ini sebuah permainan tuan Kenzo Dayson. Aku selalu menganggapnya sebagai sebuah ikatan yang suci. Diri mu lah yang menganggapnya sebagai sebuah permainan hingga kau tega hanya untuk membuat permainan ini terus berjalan, kau tutupi dengan kebohongan.” Alesya melepas tangan Kenzo dan berlari masuk ke kamarnya.


Kenzo mengusap kasar wajah nya. Sebenarnya Kenzo ingin berlari dan mengejar Alesya. Kenzo tahu dia salah. Kenzo juga sadar dia sangat dominan dan egois dalam pengambilan keputusan tapi untuk memberikan masa tenang yang diminta oleh Alesya, yang menurut Kenzo itu tidak lah lebih dari sebuah masa bodoh, tidak akan pernah ia kabulkan.


Sebab dalam pandangan Kenzo, setiap pasangan yang melalui masa tenang dengan saling menjaga jarak selalu berakhir dengan perceraian. Kenzo tidak ingin hal itu terjadi pada pernikahannya dengan Alesya.


****BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2