
“bi.. kau di dalam?” tanya Alesya sambil mengetuk pintu kamar Dyana.
“masuklah Alesya.” Jawab Dyana dari dalam kamar nya.
“kau sudah pulang? bukan kah ini bukan jam pulang kantor?” Dyana heran mengapa jam segini Alesya sudah ada di rumah.
Alesya hanya menatap dalam amata Dyana. Kini Alesya tahu alasan Dyana sangat mencintai Marcus. “ya pria itu memang pantas untuk dicintai.” Pikir Alesya.
Setelah bertemu dengan Marcus tadi Alesya benar-benar merasa takjub. Baru kali ini dia menjumpai cinta yang sangat luar biasa bukan dalam wujud cinta pria dan wanita. Cinta nya sungguh benar-benar menakjubkan. Dulu dalam pikiran Alesya, hanya pamannya Damian yang memiliki hal luar biasa itu karena pamannya, Damian, telah mengorbankan seumur hidupnya untuk mendampingi ayah Alesya. Namun setelah berjumpa dan berbicara panjang kali lebar dengan paman Kenzo yang bernama Marcus, Alesya merasa tidak ada hal yang lebih luar biasa dari semua pengorbanan yang paman Marcus lakukan atas nama kasih sayang nya untuk Kenzo.
“Hei!! Malah bengong!!” Tiba-tiba tangan Dyana sudah ada di hadapan wajah Alesya. Tangan itu kini tengah bergerak ke kiri dan ke kanan.
“boleh aku masuk?” tanya Alesya, begitu sadar dari lamunannya.
“aku sudah menyuruh mu untuk masuk dari tadi.” Jawab Dyana, menarik tangan Alesya agar si empunya tangan juga ikut tertarik ke dalam kamar itu.
“ada apa? Bukannya ini adalah hari perdana mu ngantor? Kok udah pulang jam segini?” tanya Dyana yang duduk di pinggiran tempat tidur nya bersama Alesya.
“aku bertemu dengan Marcus siang tadi.” Ujar Alesya sambil menatap sendu mata Dyana yang duduk disebelahnya.
__ADS_1
“kau menemuinya?” tanya Dyana kaget. "Apa Kenzo tidak tahu kau menemui Marcus?" Dyana menggenggam erat tangan Alesya.
"tidak! Dia seharian ini sibuk dengan kliennya. Jadi aku bisa bebas bertemu dengan Marcus." jelas Alesya.
“Dan bukan aku yang menemuinya!! Tapi dia yang terlebih dahulu menemui ku.”jawan Alesya. “dia datang ke kantor ku pagi tadi.” Lanjut Alesya.
“wait!!!” Seru Dyana yang jadi bingung dengan kronologi kejadian yang dijelaskan oleh Alesya.
“tadi kau bilang kau bertemu dengan Marcus siang ini. Tapi sekarang kau katakan dia datangnya pagi. Apa kau menyuruhnya untuk menunggu mu dari pagi hingga siang? Waah tega sekali diri mu nyonya Dayson!” Dyana ikut-ikutan memanggil Alesya dengan sebutan nyonya Dayson sebab ia selalu mendengar Kenzo memanggil Alesya dengan panggilan itu.
“apa kau bercanda bi? Mana mungkin aku meminta nya untuk menunggu ku selama itu!!!” protes Alesya.
“ini semua karena ada seorang nelayan yang suka menebarkan jaring cintanya ke segala arah!!” tukas Alesya yang tiba-tiba gondok mengingat peristiwa pagi tadi ketika ia melihat Marcus dan Frans saling ribut di depan ruangannya. Apalagi alasan yang mereka punya untuk memulai semua keributan seperti itu jika bukan karena Dyana.
“nelayan? Jaring? Memangnya ada nelayan yang menjaring cinta?” Tanya Dyana polos. Ya, bila dibandingkan dengan Alesya memang Dyana ini tidak secerdas Alesya. Dia hanya wanita biasa yang daya pikirnya ada ditingkat rata-rata.
“sudah lupakan!!!” seru Alesya yang jadi pusing sendiri.
Kalau tadi awalnya dia berencana menjodohkan Dyana dan Frans tapi setelah mengenal sosok Marcus, Alesya merasa Marcus lebih bisa membimbing bibinya Dyana ini dibandingkan dengan Frans.
__ADS_1
“hei! Kau jangan begitu Alesya!! Ayo jelaskan dulu maksud mu biar aku paham!!” rengek Dyana pada Alesya.
“aku akan menjelaskan itu nanti pada mu bi. Saat ini ada masalah yang lebih urgent.” Ucap Alesya sambil memegang bahu Dyana. Alesya harus segera membicarakan hal ini pada Dyana sebelum Kenzo pulang dari perusahaannya.
Dyana pun langsung tahu kalau hal yang ingin Alesya bicara kan ini adalah hal yang serius.Tiba-tiba dia punya firasat kalau Marcus pasti sudah berterus terang pada Alesya tentang kejadian yang sebenarnya.
“apa Marcus sudah mengatakan kebenarannya pada mu Alesya?” tebak Dyana.
Alesya mengangguk pelan. “ya bibi..aku sudah tahu semua fakta kecelakaan belasan tahun silam itu bibi.” Ujar Alesya, lemah.
“maafkan aku. Aku tidak bisa memberitahukan hal itu pada mu waktu itu ketika kau berkali-kali bertanya tentang hubungan Kenzo dan Marcus pada ku. Bukan hak ku untuk bicara jika Marcus sendiri tidak ingin ada orang lain yang tahu tentang fakta itu Alesya. Kau memaafkan ku kan?” Tanya Dyana, dengan mimik wajah yang terlihat sangat menyesal.
“kau tidak bersalah bi. Kau hanya melakukan apa yang kau rasa benar.”ucap Alesya. Dia sangat memaklumi alasan Dyana melakukan itu semua
“lalu bagaimana sekarang?” tanya Dyana pada Alesya.
Alesya sendiri sebenarnya masih bingung harus berbuat apa. Apakah dia harus mengungkap semua fakta itu pada Kenzo? lalu kalau mereka mengungkapkan hal itu pada Kenzo, apakah kenzo akan baik-baik saja? apakah tidak akan terjadi sesuatu yang buruk pada Kenzo? Alesya benar-benar bimbang. Fakta bahwa Kenzo koma selama lima tahun karena kecelakaan yang ia alami bersama kedua orang tuanya saat itu benar-benar membuat semua orang bimbang akan efek mungkin saja terjadi pada Kenzo setelahnya jika ia tahu fakta kejadian yang sebenarnya.
***bersambung...
__ADS_1