Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 5 #Kembali ke rumah lama #6


__ADS_3

Kenzo dan Alesya hanya bisa saling tatap. Karena bagaimana caranya mereka dapat memberikan kabar baik ke Kakek Kenzo kalau pernikahan mereka hanya kontrak.


Kini mereka benar-benar akan terjebak dalam permainan yang mereka buat sendiri.


"Kalau begitu kakek beristirahat saja. Skala tolong antar kan kakek ke kamar mu." Perintah Kenzo.


Untuk memenuhi perannya, Skala pun mengantarkan sang pria tua ke kamar nya.


"Wah, kau luar biasa sekali tuan Kenzo! Kau benar-benar memanfaatkan diri ku." Sindir Alesya ketika tuan Albert sudah jauh dari mereka.


Kenzo menyilangkan kaki nya dan berkata, "Bukankah kita sudah setuju untuk saling membantu dan saling melindungi, aku hanya sedang membiarkan mu melakukan bagian mu." kilah Kenzo.


"Hahaha... kau sungguh pria yang pandai bersilat lidah dan pandai memanfaatkan keadaan. Tapi satu hal yang perlu kau ingat tuan Kenzo Dayson, " Alesya berhenti sejenak lalu menatap Kenzo dengan sebuah senyuman disudut bibirnya, dan berkata dengan pelan. "pernikahan kita ini hanya untuk setahun saja. Semoga kau dapat mencari alasan yang tepat untuk menghibur hati tuan Albert."


Dengan cepat Kenzo menarik tangan Alesya. "Apa kau tidak mendengar dengan baik ucapan kakek ku tadi nona Alesya, dia menuntut tanggung jawab dari kita berdua." Ujar Kenzo sambil tersenyum licik.


"Lepas tangan mu atau aku akan-"


"Akan apa?" Kenzo memperat pegangan tangannya.


Jack yang mulai melihat kondisi tidak kondusif langsung melerai tuan dan nyonya nya itu.


"Tuan Albert, ada apa anda kembali ke bawah." Seru Jack tiba-tiba.


Sontak Kenzo melepas tangan Alesya, dan berpura-pura merapikan jas nya.

__ADS_1


Alesya pun langsung duduk di samping Kenzo.


Jack hanya bisa tertawa melihat reaksi tuan dan nyonya nya.


Kenzo dan Alesya yang melihat tidak ada siapapun di tangga langsung melihat tajam pada Jack.


"Berani nya kau mempermainkan ku Jack!!" Ujar Kenzo dengan suara berat nya.


"Saya takut anda dan nyonya akan terlambat pergi ke tempat tuan Diningrat." Kilah Jack.


"Ok lupakan semua itu." Seru Alesya. "Kini tolong putuskan alasan mana yang akan kita sampaikan ke ayah ku nanti." Lanjut Alesya. "Karna kau, tuan Kenzo Dayson baru saja menciptakan alur cerita baru tanpa pemberitahuannya sebelumnya."


"Karna kakek sudah mendengar versi cerita yang tadi, jadi kita tidak mungkin akan memberikan ayahmu alur cerita yang lain."


"Baiklah. Tapi asal kau tahu saja tuan Kenzo, aku tidak pernah keluar rumah kecuali untuk urusan sekolah. Jadi nanti kalau seandainya kau perlu menambahkan bumbu-bumbu penyedap mohon pertimbangkan hal tersebut." Alesya pun bangun dan naik ke atas menjemput Skala untuk ikut bersama nya.


Kenzo, Alesya dan Skala pun turun dari mobil itu.


Kenzo menahan tangan Skala dan berkata, "Jadilah anak baik, dan diam saja meski apapun yang kau dengar di dalam." Kenzo memperingati Skala.


"Kau tenang saja paman. Aku sudah sangat expert dalam bidang ini." Ucap Skala angkuh.


Pelayan rumah Dinigrat pun mempersilahkan mereka masuk. Jack yang sudah memarkirkan mobil mereka pun ikut masuk ke dalam rumah besar itu.


"Heemm.. jadi ini adalah rumah keluarga mommy ku." Gumam Skala dalam hati.

__ADS_1


"Tapi mengapa tidak ada foto mommy satu pun di rumah ini." Skala terus berjalan sambil menatap isi rumah tersebut.


"Kenzo!!" Ronald datang memeluk Kenzo.


"Alesya!!" Ucap Ronald dan hendak memeluk putrinya namun Alesya langsung mengulurkan tangannya. "Apakabar ayah." Ujarnya dengan wajah datar.


Mau tidak mau Ronald menggapai tangan putrinya itu. "Aku baik. Walapun aku sangat kesusahan karena semua ulah mu."


"Heem... siapa bocah kecil ini." Tanya Ronald melihat bocah kecil yang berdiri di sebelah Kenzo.


"Ini putra kami." Jawab Kenzo datar.


" Putra???" Ronald kaget mendengar hal itu.


"Ya dia putra kami. Nama nya Skala." Lanjut Kenzo.


" Skala, ini tuan Ronald. Dia adalah ayah dari ibu mu." Jelas Kenzo pada Skala.


"Ayah? Dia adalah kakek ku? Bukan kakek ada di kota J." Batin Skala.


Skala menatap lurus pada mommy nya." Mom, kau berhutang banyak penjelasan pada ku." Kira-kira itu lah makna tatapan Skala pada mommy nya.


Alesya hanya diam tak mengucapkan apapun. Dia membiarkan Kenzo yang membereskan masalah ini.


Walaupun Ronald masih bingung dengan semua keadaan yang serba mendadak ini,tapi dia tidak mungkin untuk terus bertanya dalam keadaan berdiri. Akhirnya dia mengajak semua orang untuk ke ruang makan. "Mari kita ke dalam. Seluruh keluarga sudah menunggu di ruang makan." Pinta Ronald.

__ADS_1


__ADS_2