
“Kenz, aku sungguh tidak menyangka kau ada ide seperti ini.” Ungkap Alesya yang sangat senang suaminya punya solusi yang TOP CER seperti ini.
“Ini semua berawal dari ide mu yang ingin menukar pengantin pria di hari H. Aku hanya mempermudah supaya ide mu dapat terlaksana.” Kenzo mencium kening istrinya itu.
“Tapi apakah nenek tidak akan marah Kenz? Bagaimana kalau-“ Ucapan Alesya terhenti sebab Kenzo menyumbat mulut Alesya dengan mulut nya.
“Apa kau lupa? Aku pernah mengatakan, cinta akan selalu menemukan jalan nya sendiri. Aku yakin cinta paman dna bibi pun akan menemukan jalan mereka. Tidak kah kau lihat sudah berapa banyak rintangan datang menghalangi cinta mereka tapi tangan tuhan selalu menyingkirkan rintangan – rintangan itu satu persatu.” Ucap Kenzo pada Alesya sambil mengelus pipi istrinya itu dengan tatapan penuh cinta.
“Dan aku yakin, kali ini tuhan pun akan turun tangan agar pernikahan ini dapat terlaksana dan begitu juga dengan restu dari nenek Mary.”
Alesya menyentuh telapak tangan Kenzo yang tengah menyentuh pipi nya, dan berkata-
“Aku sangat bahagia memiliki suami seperti diri Mr. Arogan.” Ungkap Alesya dengan sorot mata penuh cinta.
“Aku yang lebih senang memiliki istri seperti mu.” Balas Kenzo dan menyentuh hidung Alesya dengan hidungnya.
“I LOVE YOU..” ujar Kenzo.
“I LOVE TOO..” Jawab Alesya.
__ADS_1
“I LOVE THREE...” Tiba-tiba terdengar suara Skala dari belakang mereka.
“I LOVE FOUR!” Timpal Alesya sambil menarik pipi putra kesayangannya itu dan menciumnya dari samping.
“ I LOVE YOU FIVE!!” Sebut Kenzo ikut-ikutan mencium Skala.
“I LOVE YOU BOTH...” Skala mencium pipi ayah dan ibu nya bergantian.
“Boleh Ska mencium adik?” Tanya Skala dengan puppy eyes nya.
“Tentu saja sayang..” Jawab Alesya.
Dengan semangat Skala mengitari kursi itu dan berpindah ke depan.
“Princes? Kau berharap memiliki adik perempuan Ska?” Tanya Alesya.
“ya, Ska sempat galau antara memilih adik perempuan ataupun laki-laki sebelumnya, but now Ska yakin, sister is better (Saudari perempuan lebih baik).” Tukas Skala.
“Why?” Tanya Kenzo sambil memangku Skala.
__ADS_1
“karena dengan memiliki seorang adik perempuan maka ada seseorang yang perlu aku jaga. Aku ingin seperti Daffa yang memiliki tiga saudari perempuan. Yah, walaupun Raya bukan lah saudari kandungnya dan Daffa sangat membenci Raya tapi aku tetap iri melihat nya yang sangat sayang pada si kembar.” Entah mengapa Skala tiba-tiba teringat pada Daffa, sahabatnya itu.
“Daffa tidak menyukai Raya?” Tanya Alesya.
“Ya, mommy! Daffa sangat membenci gadis buta itu. Aku sungguh sangat kasihan pada nasib Raya. Terkadang daffa, ku pikir bersikap terlalu kejam pada gadis buta itu.” Ucap Skala sedih.
“Tapi siapa Raya nak?” Tanya Kenzo yang tidak ingat kalau Aldian Reza Kusuma memiliki satu anak perempuan lagi selain si kembar.
“Raya itu adalah- “ Skala berhenti bicara. Dalam otaknya Skala berpikir tidak baik bercerita tentang hal ini pada kedua orang tuanya.
“Sudah lupakan saja soal Daffa dan saudari-saudarinya. Tapi yang pasti jika tidak bisa memiliki adik kembar seperti Daffa maka memiliki adik perempuan saja sudah cukup bagi ku.” Sebut Skala sambil mencium perut Alesya sekali lagi.
“Jadi kamu kecambah yang ada didalam sana, dengarkan abang mu ini baik-baik, ketika tuhan meminta mu untuk memilih jadi laki-laki atau perempuan maka kamu harus dengan yakin mengatakan kamu memilih untuk menjadi perempuan. Ingat jangan sampai lupa.” Ucap Skala pada adik nya yang ada di dalam perut Alesya.
Kenzo dan Alesya tidak bisa berkata apa-apa melihat tingkah laku Skala yang tiba-tiba absurb malam ini.
“Karena hari sudah malam, sebaiknya kita tidur.” Ujar Kenzo.
“Apa Ska boleh tidur bersama daddy dan mommy serta adik malam ini?” Tanya Skala penuh harap.
__ADS_1
Kenzo dan Alesya pun mengangguk berbarengan. Mereka tentu saja senang Ska tidur bersama mereka. Lagi pula sudah lama mereka tidak tidur bertiga. Terakhir adalah saat mereka di rumah kakek Aldion di kota J.
***bersambung