Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 30#Aksi Kenzo#2


__ADS_3

“nyonya!!!” seru sang sekretaris pada Jenny yang mulai terlihat risau. Dia bingung kenapa namanya bisa-bisa muncul di kertas yang dibawakan oleh Dewi, sang sekretaris.


“Wi.. kenapa semuanya bisa begini!!!” Ujar Jenny kalut. "Kenapa ada nama ku di dalam kertas-kertas itu!” Ujar jenny Panik. Dia tahu bahwa dia akan menghadapi masalah yang sangat besar jika hal ini sampai ke tangan suaminya.


Hanya saja jika laporan ini bisa ada di atas meja nya saat ini maka sudah pasti Ronald pun pasti sudah mengetahui semua hal ini.


“saya juga tidak tahu nyonya. Tapi saya yakin tuan Ronald pasti akan segera meminta ada untuk mengklarifikasi semuanya.” Ucap Dewi. Menurut Dewi saat ini atasan benar-benar tertimpa masalah yang sangat besar. Tidak hanya akan kehilangan kedudukannya di perusahaan, Dewi bahkan ragu kalau atasan nya akan dapat mempertahankan posisinya sebagai seorang nyonya Ronald jika semua bukti mengarah pada Jenny.


“kepala ku sakit sekali wi!!” ungkap Jenny yang masih syok dengan tercatutnya nama nya ke dalam laporan itu.


“bagaimana aku menjelaskan ketidaklibatan ku pada Ronald.


“Wi.. kenapa semuanya bisa begini!!!” Ujar Jenny. Kenapa ada nama ku di dalam kertas-kertas itu!” Ujar jenny Panik. Dia tahu bahwa dia akan menghadapi masalah yang sangat besar jika hal ini sampai ke tangan suaminya. Hanya saja jika laporan ini bisa ada di atas meja nya saat in maka sudah pasti Ronald pun pasti sudah mengetahui semua hal ini.


“saya juga tidak tahu nyonya. Tapi saya yakin tuan Ronald pasti akan segera meminta anda untuk mengklarifikasi semuanya.” Ucap Dewi. Menurut Dewi saat ini atasan benar-bena tertimpa masalah yang sangat besar. Tidak hanya akan kehilangan kedudukannya di perusahaan, Dewi bahkan ragu kalau atasanya akan dapat mempertahankan posisinya sebagai seorang nyonya Ronald.

__ADS_1


“kepala ku sakit sekali wi!!” ungkap Jenny yang masih syok dengan tercatutnya nama nya ke dalam laporan itu.


“bagaimana aku menjelaskan ketidaklibatan ku pada Ronald.”


“nyonya, bagaimana kalau nyonya ke Bank sekarang dan minta print kan rekening koran pada pihak bank.saya yakin, hal itu dapat nyonya jadikan sebagai bukti bahwa aliran dana ini sama sekali tidak pernah masuk ke akun bank pribadi milik nyonya. Dengan begini, semua yang akan nyonya jelaskan akan lebih masuk akal sebab dibarengi dengan bukti uang masuk dan uang keluar dari akun nyonya.


“kau benar Dwi! Tidak percuma aku menjadikan mu sekretaris ku!” seru Jenny, merasa bahwa ide Dewi yadi&ada titik terang dari semua kesialannya hari ini.


“kalau begitu aku akan ke bank sekarang!” Jenny langsung mengambil tas nya dan bersiap untuk meninggalkan ruangannya. Namun ketika Jenny sudah akan pergi, tiba-tiba Bram, si asistennya Ronal masuk ke dalam ruangan Jenny.


Bram yang melihat Jenny seperti sedang bersiap-siap untuk meninggalkan kantor, otomatis merasa curiga. “apa nyonya Jenny mau kabur?”pikir Bram.


“Nyonya Jenny,tuan Ronal meminta anda untuk ke ruangannya saat ini juga nyonya.” Terang Bram pada nya Jenny yang terlihat pucat begitu mendengar dar Bram bahwa Ronald ingin bertemu dengannya. “Ini pasti ada kaitannya dengan laporan itu.”Jenny menarik nafas dalam. Jenny yakin, kabur pun saat ini pun pasti akan percuma.


“Ayo nyonya!! Tuan Ronald sedang menunggu mu diruangannya!” seru Bram sekali lagi sebab Jenny masih mematung di tempatnya.

__ADS_1


Setelah menarik nafas dalam, Jenny akhirnya bersedia untuk pergi ke ruangan Ronald.


“Wi, kau pergi ke bank dan cari Lia. Katakan pada nya aku butuh print out rekening koran.” Ujar jenny sambil menyerahkan KTP nya dan menyerahkannya pada Dewi. “Dia akan membantu mu.” Lanjut Jenny, dan kini dengan sukarela mengikuti Bram dari belakang.


“baik nyonya!! Saya akan segera kembali.” Jawab Dewi, mengambil KTP itu dan ikut pergi meninggalkan ruangan Jenny yang sudah kosong sebab Jenny pergi keruangan Ronald.


“Harapan ku hanya ada pada dirimu Dewi.” Gumam Jenny dalam hatinya disepanjang perjalanannya ke ruang Ronald. “Kau harus berhasil."gumam Jenny penuh harap.


Kini Jenny dan Bram menuju ruangan Ronald yang ada di lantai paling atas gedung itu.


“silahkan masuk nyonya!” Bram mempersilahkan Jenny untuk masuk ke ruangan itu.


Jenny melangkahkan kaki nya berlahan.


Begitu Jenny masuk ke ruangan Ronald, terlihat suaminya itu sedang duduk sambil menatap tajam pada nya. Ini sungguh membuat Jenny gugup. Bukan karena ia bersalah seperti yang di tuduhkan tapi sesungguhnya ia sedang merasa ketar ketir karena tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dan mesti menjawab apa untuk setiap pertanyaan yang akan dilontarkan oleh suaminya.

__ADS_1


***bersambung...


like nya donk zeyeng...


__ADS_2