Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 38#Kenyataan sebenanya#4


__ADS_3

#Flash back on


Alesya teringat akan percakapannya bersama Marcus siang tadi.


“paman, jadi apa yang sebenarnya terjadi” tanya Alesya pada Marcus.


Marcus menarik nafas dalam dan menghembuskan nya pelan.


"Alesya berjanjilah, apapun yang kau dengar nanti, aku mohon jangan kau beritahu pada Kenzo." ujar Marcus sambil menunggu jawaban dari Alesya.


Alesya menatap kembali Marcus. Menilik wajah laki-laki itu. Laki-laki yang saat pertama kali bertemu terlihat sangat menyebalkan tapi saat ini terlihat seakan menyimpan sejuta beban.


"aku berjanji paman." jawab Alesya kemudian.


“Waktu itu Kenzo masih berusia sekitar 10 tahun saat kejadian naas itu terjadi.” Marcus mulai bercerita mengenai kejadian kecelakaan yang menimpa Kenzo dan orang tua nya.


“Kejadian yang tidak akan pernah dapat aku lupakan seumur hidup ku. Dimana aku harus kehilangan saudara laki-laki ku, ipar yang sudah seperti saudari ku sekaligus cinta dari keponakan yang sudah menjadi bagian dari diri ku.” Kini Marcus mulai menerawang ke masa lalu, masa yang paling menyedihkan baginya.


Marcus kembali menarik nafas dalam dan menghembuskan nya kasar.

__ADS_1


“Hari itu 21 Oktober." ujar Marcus lalu kembali berhenti, seakan-akan bercerita tentang kisah dihari itu adalah hal terberat yang harus ia lakukan.


"hari ulang tahun Kenzo Dayson yang ke sepuluh." alesya dapat melihat Marcus tersenyum miris ketika menyebutkan kalau hari naas itu ternyata adalah hari ulang tahun Kenzo.


"Kami sekeluarga berencana untuk pergi merayakan ulang tahun Kenzo ke sebuah resort milik keluarga Dayson yang ada di kota C. Awalnya Kenzo dan Dyana akan berangkat bersama ku ke resort itu di setelah aku menyelesaikan semua pekerjaan ku di kantor.” lanjut Marcus kemudian dia kembali berhenti dan menatap Alesya.


“kau tahu Alesya kami bertiga sangat dekat. Kedua anak itu selalu mengikuti ku kemana pun aku pergi. “ ujar Marcus pada Alesya, untuk sesaat wajahnya terlihat bahagian ketika membayangkan masa-masa ia masih dekat dengan Kenzo dan Dyana.


“sehari sebelum kejadian itu, aku bahkan sudah meletakkan semua barang-barang milik Kenzo dan Dyana di mobil ku.” Sambung Marcus.


Marcus menghela nafasnya sebentar kemudian mulai melanjutkan ceritanya, “tapi entah mengapa, beberapa jam sebelum keberangkatan kami, Kenzo malah memutuskan untuk tidak jadi pergi bersama ku dan Dyana. Dia mengatakan dia akan berangkat bersama ayah dan ibu nya sebab mereka baru saja pulang dari perjalanan bisnis mereka. Ya, kedua orang tua Kenzo memang sangat sering melakukan perjalanan bisnis baik di dalam negeri ataupun di luar negeri. Hanya saja Kenzo sangat jarang ikut bersama mereka karena anak itu tidak suka berpindah-pindah. Apalagi dengan adanya aku dan Dyana membuat Kenzo merasa lebih betah untuk berada di rumah.”


“Setelah mengeluarkan semua barang-barang miliknya, aku dan Kenzo memasukan barang-barang milik Kenzo ke dalam mobil ayahnya Kenzo. Kau tahu, dari kecil suami mu sangat merepotkan. Dia sangat cerewet!! Mungkin karena dia merasa tidak ada orang lain yang lebih teliti dari pada diri nya. Walaupun aku akui suami mu sudah sangat jenius dari kecil." terang Marcus pada Alesya. Dari semua perkataan Marcus tentang Kenzo, Alesya yakin Marcus pasti sangat menyayangi Kenzo.


Marcus pun melanjutkan ceritanya. "Dan satu hal yang perlu kau ketahui Alesya, suami mu itu sewaktu kecil memiliki sebuah benda kesayangan yang tidak boleh tinggal kemana pun ia pergi. Benda itu ialah bola kaca yang berisi boneka salju. Itu adalah hadiah yang diberikan oleh ayah nya ketika ayahnya Kenzo melakukan perjalanan bisnis ke Rusia. Ini bukan bola kaca biasa Alesya. Bola kaca itu bahkan tidak akan bisa pecah apabila terjatuh. Sebab ia dibuat dengan kaca khusus dan metode yang khusus pula. Kenzo selalu membawa nya kemana pun ia pergi dan tidak terkecuali pada hari itu. Aku masih ingat, akulah yang meletakan bola kaca itu di mobil bagian depan sebab Kenzo paling senang duduk disebelah supir” Marcus berhenti sesaat dan mengambil sesuatu dari bungkusan yang ia bawa.


“ini adalah bola kaca milik Kenzo Alesya.” Marcus memberikan sebuah bola kaca yang terlihat retak disalah satu sisinya.


"kau boleh menyimpannya. Bola kaca ini sudah sangat lama bersama ku. Jangan sampai Kenzo melihat nya. Aku takut bola kaca ini akan membawa kenangan buruk itu kembali bagi Kenzo."Marcus menyerah bola kaca itu pada Alesya.

__ADS_1


Alesy melihat ke arah bola kaca yang ada ditangan Marcus sebelum akhirnya ia memutuskan untuk mengambil bola kaca itu dari tangan Marcus.


" Simpan lah baik-baik." ujar Marcus lalu ia pun melanjutkan ceritanya.


Lihatlah bola yang ada ditangan mu itu Alesya.Cantik bukan? Di dalam bola itu terdapat boneka salju yang sangat cantik. Jika kau lihat dengan kaca pembesar Alesya, maka kau akan dapat melihat bahwa boneka salju itu seakan-akan baru saja selesai menuliskan nama Kenzo di atas Salju yang ada di atas tanah." Jelas Marcus dengan wajah sedih.


Alesya pun memperhatikan boneka salju itu dengan seksama. Di ambilnya ponselnya lalu dia memfoto ke arah ujung kayu yang dipegang oleh si boneka salju. "kau benar paman!!" Seru Alesya tidak percaya ia benar-benar bisa melihat nama Kenzo ketika memperbesar view foto itu.


"disini benar-benar ada nama Kenzo." Ujar Alesya.


"bukan kah itu sangat menarik Alesya? dan jiga sangat cantik." tatapan Marcus kini terlihat semakin sendu.


"tapi tahu kah kau Alesya, kalau benda yang sangat cantik dan menarik yang kau pegang itu, adalah benda yang menyebabkan Kenzo kehilangan ayah dan ibunya serta menyebabkan aku kehilangan saudara ku?" Marcus mengusap kasar wajahnya.


"apa maksud mu paman?" Alesya terkejut sekaligus tidak paham maksud perkataan Marcus. Apa hubungannya benda ini dengan kecelakaan mau itu!!


***bersambung...


ayoooo up lagi gak nih!!!!

__ADS_1


__ADS_2