
“Aku sangat mencintai nya.” Jawab Alesya dengan tatapan teduhnya. “bahkan aku tidak pernah mencintai orang lain sebesar aku mencintainya.”lanjut Alesya, penuh penekanan.
“waah.. kau tidak perlu sampai berkata penuh penekanan seperti itu Aleysa, kau membuat hati ku yang sudah patah jadi dua ini jadi semakin sulit untuk diperbaiki karena mendengarnya.” Frans mencoba untuk bergurau untuk membuat suasana menjadi lebih cair.
“maafkan aku Frans. Aku sungguh tidak bermaksud seperti itu.” Jawab Alesya, dia merasa tidak enak dengan Frans. Tapi Alesya tidak ingin karena perasaan tidak enakan nya itu maka ia bisa menyakiti hati Frans nantinya. Jadi biarlah pahit di awal dari pada menimbulkan rasa sakit yang luar biasa nantinya.
“hei!! ini bukan salah mu Alesya. Itu hati mu!! Kau bebas untuk jatuh cinta pada siapapun seperti yang saat ini aku rasakan pada mu.” Frans mencoba berlapang dada menerima semua keputusan ALesya. Toh bagaimana pun cinta tidak dapat dipaksakan.
“terima kasih Frans. Kau memang sahabat terbaik ku.” Seru Alesya.
"please Alesya, mulai sekarang berhenti menganggap ku sebagai sahabat mu." ujar Frans, membuat Alesya tercengang.
“mulai sekarang aku bukan lagi sahabat mu ALesya.” Ungkap Frans. “kalau boleh aku ingin menjadi saudara mu. Karena aku yakin tidak ada persahabatan pria dan Wanita yang murni adalah persahabatan. Dan aku sudah menjalani hal ini bersama mu dulu. Aku tidak ingin lagi menggunakan persahabatan sebagai tameng menyembunyikan cinta ku. Jadi mulai saat ini aku ingin menjadi saudara mu. Kau bersedia menganggap ku sebagai kakak mu kan?” walaupun Alesya dapat menangkap nada berat dalam setiap perkataan Frans namun Alesya yakin ini adalah hal yang terbaik yang Frans putuskan.
__ADS_1
“saudara? Heeem.. tidak buruk.” Timpal Alesya sambil tersenyum Bahagia. Paling tidak, Alesya tidak harus melihat Frans dan Kenzo ribut tak karuan waktu jamuan bisnis dulu.
“apa Kenzo juga mencintai mu Alesya?” Frans Kembali bertanya.
ALesya mengangguk dan berkata,”dia sangat mencintai ku Frans. Dan dia sudah membuktikan semua hal itu.” Lanjut Alesya.
“lalu Skala? Apa dia-“ Frans terlihat ragu untuk melanjutkan pertanyaannya.
“jadi benar awalnya kalian menikah kontrak?”
“yah… dan itu salah satu lika liku dalam kehidupan ku dan Kenzo.” Jawab ALesya dengan entengnya seakan-akan hal itu bukanlah hal yang besar.
“Frans, kau pasti akan bertemu dengan belahan jiwa mu. Yang benar-benar mencintai mu seperti kau mencintainya.” Ucap ALesya, menatap Frans dengan pandangan teduhnya.
__ADS_1
Frans menatap ALesya tanpa membalas ucapan Alesya. Dia tahu dia sudah mengatakan kalau dia akan melupakan cinta nya pada Alesya sebagai seorang laki-laki dan akan mulai mencintai Alesya sebagai seorang saudari. Tapi untuk mendapatkan Wanita yang dapat menggantikan posisi ALesya secepat itu, Frans tidak yakin tidak akan ada hal se-instan itu. Secara cinta nya untuk ALesya sudah lama ia jaga bahkan Ketika Alesya menghilang sekian tahun lama nya masih tetap tersimpan di hatinya.
“semoga saja.”jawab Frans, pelan.
“heeeem.. lalu bagaimana kabar hubungan mu dengan bibinya Kenzo.” Tiba-tiba Alesya mengalihkan pembicaraan yang mulai kaku itu topik lainnya.
“bibinya Kenzo? Dyana maksud mu?” seru Frans yang tidak merasakan maksud terselubung dari pertanyaan Alesya.
“iya!! Dyana!! Memangnya ada berapa orang bibi Kenzo yang kau kenal!!!” gurau Alesya sambil menahan tawanya.
“apa kau kira aku sedemikian akrabnya dengan keluarga suami mu itu hingga mengenal semua leluhurnya.” Ujar Frans,sewot melihat Alesya sedang menahan tawa nya.
***bersambung...
__ADS_1