
Alesya yang sebenarnya sudah tidak memiliki kekuatan apapun lagi saat itu, hanya bisa menuruti semua perkataan pelayan sekaligus pengasuhnya itu. Rasa sakit perasaaan dan rasa sakit disekujur tubuh nya, saat ini telah menjadi satu. Sehingga berbaring adalah hal satu-satunya yang juga ia ingin kan saat ini.
Abibah pun memulai ceritanya ketika melihat sang nona muda sudah berbaring di ranjangnya.
"Ibu mu, Nyonya Ameera dulunya adalah seorang nona muda dari keluarga Rahardian, sebuah keluarga yang sangat kaya raya di kota ini." Abibah memulai ceritanya, dan tersenyum pilu kepada Alesya.
"Dia suka sekali bernyanyi dan menari. Dia memiliki banyak sekali teman. Hampir semua orang suka padanya, kecuali sang adik sepupunya yaitu nona Jenny. Walaupun sama-sama berasal dari keluarga besar Rahardian, tapi ibu Nyonya Jenny adalah pembantu di rumah besar itu awalnya. Sehingga secara status, dia kalah dengan nona Ameera."
Abibah kemudian menggeserkan kursinya lebih dekat dengan Alesya. "Namun ibumu, Nyonya Ameera tidak pernah menganggap nya berbeda. Bahkan dia selalu membawa Nyonya Jenny kemana pun dia pergi. Meminta orang Tuanya atau bahkan kakeknya untuk membelikan Nyonya Jenny segala hal yang diberikan kepada Nyonya Ameera."
"Jadi ibu ku dan ibu Agnes, adalah sepupu maksud mu, bik?" Tanya Alesya, tidak percaya. Dia menutup mulutnya dengan tangan mungilnya.
Abibah mengangguk. "Tunggu sebentar, saya akan segera kembali." Ujar Abibah, dan pergi meninggalkan kamar itu.
Tidak berselang beberapa lama, Abibah kembali dengan sebuah kotak kayu kecil yang sangat cantik. Dikeluarkan sebuah foto dua orang gadis remaja yang terlihat sangat gembira, sedang bermain-main di tepi pantai.
Alesya mengamati kedua gadis di foto itu. Ia mengenali salah seorang dari mereka. "Apakah ini, ibu Jenny?" Tanya nya, menunjuk gadis yang menggunakan baju warna hijau dengan celana pendek bermotif bunga-bunga.
Kemudian dialihkannya pandangannya ke gadis yang satu nya lagi. Yang menggunakan baju yang sama hanya saja dengan warna yang berbeda. Gadis ini terlihat tidak asing dimatanya. Ia terlihat seperti Alesya saat ini. Dengan mata bulat, kulit putih susu, dan rambut hitam panjang.
"Apakah gadis ini, ibu ku?"Tanya Alesya, dengan mata berkaca-kaca.
Abibah kembali mengangguk." Iya, gadis ini adalah ibu mu ketika ia seusia sama dengan mu saat ini, nona."
"Ibu!!" Seru Alesya, sambil mengelus foto ibu yang sejak lahir tidak pernah dia lihat. Karena sang ayah, sudah membakar semua foto mendiang ibunya, entah karena alasan apa.
"Boleh aku menyimpan foto ini, bik?" Pinta Alesya, dengan suara tangisnya.
"Tentu, nona. Foto ini memang bibik simpan selama ini, untuk mu, nona!" Jawab Abibah, menatap iba pada gadis malang itu.
"Terima kasih, bik!" Alesya memeluk Abibah.
"Apa nona masih ingin mendengarkan kelanjutan kisah ibu nona?" Ucapnya, melepaskan pelukan Alesya.
"Tentu bik!" Jawabnya, dan kembali berbaring.
"Nyonya Ameera dan Nyonya Jenny, yang selalu pergi kemana-mana dengan pakaian yang sama, bagaikan pinang dibelah dua di mata orang-orang yang melihatnya dengan mata telanjang. Namun sebenernya, sikap mereka sangat berbeda. Nyonya Ameera adalah gadis periang, tidak pemarah, murah hati dan senang berteman. Sedangkan Nyonya Jenny adalah seorang gadis pendiam, sulit bergaul dan selalu iri dengan segala hal yang dimiliki oleh Nyonya Ameera." Abibah berhenti sesaat, lalu melanjutkan cerita nya.
"Hingga pada suatu hari, Nyonya Ameera akan dijodohkan dengan seorang laki-laki tampan nan kaya dari kota Z. Laki-laki itu sangat mengagumi kecantikan dan kebaikan hati Nyonya ameera yang tersohor di seluruh negeri. Sehingga dia langsung jatuh cinta pada Nyonya ameera, sejak pertama kali bertemu ketika pesta dansa para orang kaya saat itu."
__ADS_1
Abibah melihat Alesya yang terlihat fokus mendengarkan kisah ibunya."Nyonya Ameera yang suka berteman dengan siapapun, tidak mengetahui kalau laki-laki ini menyukai nya. Dia yang mudah akrab dengan siapa saja, awalnya menganggap bahwa perasaannya pada laki-laki ini bukan lah sebuah perasaan yang spesial."
"Lamaran pun akhirnya datang. Nyonya Ameera yang merupakan seorang anak yang patuh dengan keluarga nya, tidak menolak perjodohan itu. Dia menerima laki-laki pilihan orang tua dan kakek nya." Abibah tersenyum." Andaikan kalau takdir jodoh ibu mu hanya sampai disini maka bibik yakin dia akan masih bersama kita hingga saat ini."
Alesya menatap Abibah dengan penuh tanda tanya diseluruh wajahnya."Baiklah, akan bibik lanjutkan cerita bibik, agar kamu tidak bingung, nona!" Lanjutnya.
"Namun, dibalik kebahagiaan semua orang ketika acara lamaran itu. Ada sebuah hati yang iri dengan semua kebahagiaan yang diterima ibumu. Nyonya Jenny, yang saat itu juga di jodohkan dengan seorang pemuda yang kaya raya di kota ini, merasa tidak puas akan jodoh yang dipilihkan oleh ayah dan kakeknya. Selain karena latar belakang pria yang dijodohkan oleh keluarga untuk ibu mu melebihi latar belakang laki-laki yang dijodohkan untuknya, Laki-laki itu ternyata juga mencintai Nyonya Ameera. Lengkap sudah kesialan Nyonya Jenny kala itu. Kerena tidak suka dengan semua hal ini, maka ia mulai menyusun sebuah rencana agar dia dapat bertukar tempat dengan ibu mu."
Abibah menghela nafasnya, dan melanjutkan bercerita. "Setiap kali ada kesempatan, Nyonya Jenny selalu menempel pada Tuan Muda, tunangan ibu mu. Awalnya si Tuan Muda tidak keberatan. Mengingat Nyonya jenny, adalah sepupu kesayangan Nyonya Ameera."
"Namun lama kelamaan dia mulai risih ketika Nyonya Jenny bahkan terlalu sering menelponnya hanya sekedar untuk curhat mengenai hubungannya dengan tunangannya. Bahkan Nyonya Jenny tidak segan-segan memfitnah Nyonya Ameera dan tunangannya saling mencintai."
"Si Tuan Muda yang sudah sangat mengenal Nyonya Ameera tentu saja tidak percaya dengan semua perkataan Nyonya Jenny. Namun karena masih menghormati hubungan persaudaraan Nyonya Ameera dan Nyonya Jenny, maka ia tidak pernah melaporkan semua tingkah laku sepupu tunangannya ini kepada Nyonya Ameera. Ini lah yang menurut bibik awal mula dari semua bencana ini." Ujar Abibah, sedih mengingat masa itu.
"Nyonya Ameera yang perlahan mulai mencintai tunangannya, merasa kalau tunangannya terlalu dekat dengan sepupunya. Mulanya dia tidak masalah, toh sepupunya itu juga telah memiliki tunangan dan akan segera menikah.Namun lama kelamaan dia melihat mereka menjadi sangat dekat. Nyonya Jenny bahkan pernah mengatakan pada Nyonya Ameera bahwa dia sangat mencintai tunangan Nyonya Ameera dan pria itu pun sangat mencintainya. Hanya saja dia sadar bahwa bahwa mereka semua terikat dalam perjodohan keluarga. Yang berguna untuk memperkuat kedudukan keluarga mereka. Sehingga baik dia maupun pria itu, tidak angkat suara dan memilih menerima dan menjalani perjodohan ini. Bahkan mereka akan bersedia untuk pura-pura mencintai pasangan yang dijodohkan untuk mereka."
Abibah kembali menghela nafasnya, kali ini lebih berat dari sebelumnya. "Hati ibu mu terluka mendengar semua ucapan Nyonya Jenny. Karena bagaimana pun ibu mu telah mulai mencintai tunangannya. Tapi karena ibu mu berhati lembut, ia percaya semua ucapan sepupunya ini dan merasa bagai duri di tengah hubungan Nyonya Jenny dan si Tuan Muda. Yang sebenarnya hanya karangan Nyonya Jenny semata. Ditambah lagi, akhir-akhir ini dia melihat mereka memang sering bersama." Abibah berhenti sejenak.
"Sempat terbersit oleh ibu mu, untuk memutuskan pernikahan ini. Namun dia tidak berani untuk berkata kepada keluarganya. " Lanjut Abibah. " Kemudian dengan hati yang hancur, dia memberanikan diri untuk menemui tunangannya perihal pemutusan perjodohan ini."
"Nyonya Ameera mengatakan kepada si Tuan Muda bahwa ia ingin memutuskan perjodohan ini.Tentu saja si Tuan Muda menolak. Karena ia terlalu mencintai Nyonya Ameera."
"Tapi sayangnya karena permintaan pembatalan perjodohan yang diajukan oleh Nyonya Ameera, maka sedikit demi sedikit si Tuan Muda mulai percaya bahwa Nyonya Ameera dan tunangan Nyonya Jenny saling menyukai. Hal ini mengakibatkan hubungan Nyonya Ameera dan Si Tuan Muda semakin memburuk."
"Lalu apa yang terjadi bik?" Tanya Alesya, tidak sabaran.
"Hari pernikahan pun tiba. Nyonya Ameera dan si Tuan Muda akhirnya menikah. Tapi Nyonta Jenny dan tunangannya sengaja menunda pernikahan mereka dengan alasan mereka masih ingin mengenal diri masing-masing lebih dalam. Pihak keluarga tidak keberatan akan hal itu. Pernikahan akbar antara dua keluarga terkaya di kota A dan kota Z diadakan selama 3 hari 3 malam di Hotel Termewah di kota A. Semua orang berbahagia. Namun tidak dengan pengantin, si pemilik acara. Mereka tampak menahan rasa kecewa dan kesedihan masing-masing." Abibah diam. Masih teringat oleh nya curhatan sang nona, sebelum hari pernikahan nya.
"Setelah pesta akbar selesai, maka semua keluarga tidak kembali ke rumah besar, mereka berencana untuk rehat semalam di hotel, tempat sang pengantin baru akan melaksanakan malam pertamanya." Abibah kembali diam. Lalu menarik nafasnya pelan.
"Malam itu, setelah pesta usai, Tuan Muda dan beberapa pria serta tunangan Nyonya Jenny, tampak sedang minum-minum. Sedangkan Nyonya Ameera di temani oleh sepupunya di dalam kamar pengantin. Entah apa yang Nyonya Jenny lakukan di kamar sang pengantin, namun akhirnya dia keluar ketika Nyonya Ameera sudah tertidur. Tidak lama, si Tuan Muda yang sudah menjadi suami Nyonya Ameera, masuk ke dalam kamar pengantinnya. Dilihat nya sang istri telah tertidur pulas. Namun itu tidak mengurungkan niatnya untuk menjadikan Nyoya Ameera sebagai miliknya seutuhnya. Maka dalam keadaan mabuk dia melakukan malam pertama dengan Nyonya Ameera yang sedang dalam keadaan tertidur. Setelah melakukan malam pertama dengan Nyonya Ameera, sang Tuan Muda pun tertidur pulas di samping Nyonya Ameera." Abibah menatap Alesya, dengan wajah yang sangat sendu.
"Kenapa, bik? apa yang terjadi kemudian?" Alesya tidak sabar mendengarkan kejadian apa yang menimpa ibunya setelah itu.
"Paginya, saat semua orang telah terjaga. Sebuah kejadian yang benar-benar diluar nalar membuat gempar seluruh keluarga. Nyonya Jenny ditemukan sedang tidur dalam pelukan si Tuan Muda. Sedangkan ibu mu, tertidur pulas di kamar pengantinnya sendiri dengan pakaian yang lengkap seakan-akan tidak terjadi apapun semalam di kamarnya."
Abibah melanjutkan ceritanya, "Saat semua anggota keluarga sedang heboh di kamar Nyonya Jenny, Nyonya Ameera datang, dan hanya bisa berdiri sambil menangis. Dia sungguh sedih melihat pria yang sudah menjadi suaminya, saat ini sedang memeluk wanita lain sehari setelah pernikahannya."
"Si Tuan Muda kaget melihat banyak orang yang sedang menatapnya dengan hina. Tapi yang lebih membuatnya kaget ialah tatapan kesedihan dan kekecewaan yang dilihat nya di wajah sang istri yang tadi malam dia gauli."
__ADS_1
"Masih belum sadar sepenuh dari hal yang sedang terjadi, si Tuan Muda hendak mendekati Nyonya Ameera, namun sebuah suara wanita menahannya untuk pergi. Dilihatnya, wanita yang tidak menggunakan pakaian disebelah nya. Dia sangat bingung. Bagaimana bisa, dia yang tadi malam melakukan malam pertama dengan Nyonya Ameera, tiba-tiba pagi ini sudah berbaring tanpa pakaian di kamar Nyonya Jenny."
Alesya terkejut mendengar semua cerita sang pengasuh nya.
"Semua keributan pagi itu sirna ketika kakek mu, Tuan Rahardian membubarkan semua keluarga yang ada di sana dan menyuruh mereka pulang dan tutup mulut."
"Tuan Rahardian meminta Nyonya Ameera, si Tuan Muda, dan Nyonya Jenny untuk tinggal. Dia ingin mencerna semua permasalahan ini, dan mencari solusi untuk semua hal ini."
"Segala sumpah dikatakan oleh si Tuan Muda, kalau dia tidak mengerti mengapa dia bisa berakhir dengan Nyonya Jenny padahal dia semalam berada di kamar Nyonya Ameera. Bahkan dia sangat ingat kalau dia sudah melakukan malam pertama dengan Nyonya Ameera. Namun semua itu terbantahkan, ketika mereka pergi ke kamar Nyonya Ameera dan tidak melihat ada berkas pergulatan di sana. Bahkan yang lebih parah, Nyonya Ameera mengatakan kalau semalam dia hanya tidur sendirian. Dan dia juga tidak merasakan apapun pada dirinya saat ini. "
" Hal ini membuat si Tuan Muda frustasi, dan Tuan besar Rahadian marah.Dia meminta si Tuan Muda untuk menceraikan Nyonya Ameera saat itu juga dan segera menikahi Nyonya Jenny. Si Tuan Muda tentu saja menolak. Namun ketika Nyonya Alesya mengatakan dia tidak ingin bersama laki-laki yang sudah tidur dengan sepupunya, maka si Tuan Muda akhirnya bersedia menceraikan Nyonya Alesya. Akan tetapi, dia tetap tidak mau menikahi Nyonya Jenny, yang dia tahu adalah biang kerok dari kejadian ini."
Dua hari setelah kejadian itu, Nyonya Ameera dan si Tuan Muda bercerai, dan ia kembali ke kota Z. Sedangkan Nyonya Ameera dinikahkan kembali oleh Tuan Rahardian dengan tunangan Nyonya Jenny, yang saat mengetahui Nyonya Jenny dan suami Nyonya Ameera tidur bersama juga memutuskan pertunangan mereka."
"Sejauh ini, rencana Nyonya Jenny dan mantan tunangan nya berhasil. Mereka berhasil memisahkan Nyonya Ameera dengan si Tuan Muda. Namun, tidak ada rencana manusia yang sempurna, termasuk rencana jahat mereka. Nyonya Jenny yang berkali-kali meminta pertanggungjawaban dari si Tuan Muda di kota Z, harus menelan kepahitan karena kebencian si Tuan Muda yang sudah mendarah daging padanya. Sedangkan si mantan tunangan Nyonya Jenny yang sudah menjadi suami sah Nyonya Ameera, tidak bisa menyentuh Nyonya Ameera sedikit pun. Karena hati dan tubuh Nyonya Ameera adalah milik si Tuan Muda.
"Hari berganti bulan, kini telah dua bulan semenjak pernikahan kedua Nyonya ameera, dan tiba-tiba saja dia pingsan. Suami yang sangat menyayangi nya segera membawa nya ke rumah sakit. Disini lah semua kebenaran baru terungkap. Nyonya Ameera dinyatakan hamil. Nyonya Ameera terkejut. Bagaimana ia bisa hamil, kalau selama dua bulan pernikahannya dia tidak pernah melalukan hubungan suami istri dengan suami nya kini."
"Berhari-hari, semua itu menjadi tanda tanya besar di kepalanya. Mengapa suaminya tidak marah kalau dia sedang mengandung saat ini. Padahal mereka tidak pernah sekali pun melakukan nya. Tiba-tiba Nyonya Ameera teringat semua perkataan si Tuan Muda ketika kejadian waktu itu, kalau malam itu, dia sedang berada dikamar Nyonya Ameera. Semua memori saat itu berputar di kepala Nyonya Ameera. Banyak sekali tanda tanya di kepala nya. Nyonya Ameera merasa bersalah pada si Tuan Muda. Hal ini membuat kondisinya semakin memburuk. Dan akhirnya harus melahirkan nona Alesya dalam kondisi prematur." Tak terasa air mata sang pengasuh menitik satu demi satu.
"Karena kelahiran yang diluar jadwal yang direncanakan, membuat Nyonya Ameera koma selama sebulan."
"Jadi benar aku yang menyebabkan kematian ibu ku, bik?" Tangis Alesya pecah, saat mendengar cerita sang bibik.
"Yang terlihat dari luar seperti itu lah nona. Tapi saya tahu hal lain yang menjadi penyebab Nyonya Ameera melahirkan mu lebih awal pada saat itu." Ujarnya sambil mengelus rambut gadis itu.
"Saya merasa ada hal yang ganjal pada hari Nyonya Ameera akan melahirkan dirimu. Dia yang sedang berjalan-jalan dengan Nyonya Jenny, tiba-tiba mengalami syok. Kondisi nya yang sudah buruk sebelumnya menjadi semakin buruk. Dan harus dibawa ke rumah sakit dan menjalani operasi cesar.'
"Bibik mengetahui semua kebenaran ini dari buku diary ibu mu." Abibah mengeluarkan buku merah muda yang masih terawat itu kepada Alesya. "Simpanlah ini sebagai kenang-kenangan ibumu. Dan juga ini. Ini adalah gelang warisan keluarga Rahardian, simpan dan jangan sampai terlihat oleh Nyonya Jenny." Seru nya, dan meletakan benda-benda itu disamping Alesya.
"Jadi ayah Ronald adalah suami kedua ibu ku, bik? Mengapa dia bisa menikah dengan Ibu nya Agnes?"
" Yang bibik tau, semenjak menikah dengan ibu mu, Tuan Ronald mencari kesenangan di luar rumah. Karena sikap ibu mu yang menjadi sulit untuk didekati.. Mungkin di sanalah dia dekat kembali dengan mantan tunangannya itu. Dan dari diary ibu mu, bibik tau kalau Agnes adalah anak kandung Tuan Ronald dan Nyonya Agnes. Itulah yang membuat ibu mu syok dan terpaksa melahirkan mu secara prematur. Karena Nyonya Jenny, mengatakan bahwa dirinya hamil oleh Ronald. Bagai dipukul oleh palu yang sama di tempat yang sama. Sehingga ibu mu drop.
**
huhuhu... seddih ya ternyata...
mau tau kelanjutannya... simak episode berikutnya.
__ADS_1
jangan lupa like, komen and vote.
see you π