
Kini ketiga orang itu terlihat kembali menekuk kan wajahnya, berpikir keras mencari solusi dari permasalahan ini.
Lima belas menit pun berlalu. Tapi belum juga terlihat lihal solusi untuk masalah yang Marcus dan Dyana hadapi hinga tiba-tiba...
“Krringg...”
“Krringg...”
“Krringg...”
Ponsel Alesya berdering.
Kenzo melihat ke arah Alesya yang sepertinya tidak menyadari kalau ponselnya sudah berdering dari tadi.
“Sayang, ponsel mu!” Sebut Kenzo pada istrinya yang terlihat sangat konsentrasi berpikir saat itu.
“Hah?”
“Ponsel mu berdering. Ada seseorang yang menelpon mu.” Ujar Kenzo.
Alesya pun mengambil ponselnya yang ada di atas meja dalam keadaan tertelungkup.
“Frans? Seru Alesya pelan tapi dapat di dengar oleh Kenzo dan Marcus.
Kini kedua pria itu melihat ke arah Alesya yang sudah akan bersiap menerima telpon dari Frans.
“Ya Frans?” Ujar Alesya begitu menerima panggilan Frans.
“Kau dimana Alesya? Dyana menelpon mu dan Kenzo dari tadi tapi tidak ada satu pun diantara kalian yang mengangkat telponnya.” Seru Frans yang terdengar khawatir.
__ADS_1
“apa terjadi sesuatu pada bibi Frans?” Tanya Alesya yang mengira ada sesuatu yang terjadi pada Dyana terkait dengan kondisinya.
“Huh..” Terdengar Frans menghela nafas berat.
“Dia baik-baik saja sebenarnya tapi ada masalah dengan rencana kita Alesya. Ibunya Dyana tidak merestui Marcus dan Dyana. Aku tidak tahu pasti alasannya mengapa! Dyana menelpon ku sambil menangis, jadi aku tidak bisa menangkap dengan jelas perkataannya.” Ujar Frans yang sebetulnya sedang sangat lelah saat ini.
Alesya melihat Kenzo dan Marcus bergantian, lalu berkata,”kau dimana Frans? Dapatkah kau datang ke mansion ku saat ini. Aku rasa solusi masalah ini ada pada diri mu!” Ucap Alesya masih dengan memandang Kenzo dan Marcus yang membalas pandangan Alesya dengan tatapan heran.
“Harus kah sekarang?” Ujar Frans yang tidak enak harus datang dengan pakaian kacau seperti saat ini.
“Lebih cepat lebih baik. Tidak baik kan kalau kau membantu setengah-setengah seperti itu.” Kompor Alesya.
“Kau ini memang paling bisa Alesya. Tapi aku harap kau dan Kenzo tidak keberatan dengan kedatangan ku yang sangat berantakan ini.” Sebut Frans.
“tentu saja tidak masalah sama sekali. Kau tetap selalu tampan di mata ku Frans” Jawab Alesya yang langsung mendapat sorotan tajam dari Kenzo.
Alesya langsung mencubit pipi suaminya yang sedang cemburu itu.
“Baiklah, aku akan segera ke mansion mu sekarang.” Tukas Frans.
“Aku menunggu kedatangan mu Frans.” Jawab Alesya lalu menutup telpon itu.
“Frans akan kesini.” Ujar Alesya pada Kenzo dan Marcus.
“Untuk apa?” tanya Marcus yang tidak mengerti mengapa Alesya meminta Frans untuk datang ke mansion Kenzo.
“Benar sayang, mengapa kau mengajak Frans kemari. Dan kalau aku tidak salah dengar kau juga mengatakan kalau Frans adalah solusi dari masalah paman dan bibi.” Tanya Kenzo berturut-turut.
“begini...” Alesya pun mulai menjelaskan rencananya pada Kenzo dan Marcus.
__ADS_1
☘️☘️☘️☘️
“Aditya, kau dimana?” Tanya Frans yang saat ini baru saja keluar dari parkiran rumah sakit.
“Heem.. kalau begitu kau tidak perlu datang ke rumah sakit. Saat ini aku sedang dalam perjalanan ke mansion Kenzo Dayson. Kau langsung saja menuju mansion nya Kenzo. Aku tunggu kau di sana.” Ujar Frans pada asistennya.
☘️☘️☘️☘️
“Frans mana Stephanie?” tanya Stephan pura-pura tidak tahu kalau Frans sudah keluar dari rumah sakit itu.
“Frans sudah pulang kakak.” Ujar Stephanie sambil pura-pura sibuk dengan ponselnya.
“Hei!” Seru Stephan sambil mengambil ponsel Stephanie. “Can we talk?( Bisa kita bicara)” Ujar Stephanie sejurus kemudian.
“Of course (tentu).” Jawab Stephanie sambil mengambil posisi paling nyaman di atas tempat tidur itu.
“What do wanna talk? (apa yang ingin kau bicarakan?)” tanya Stephanie pada sang kakak.
“Do you love him? (Kau mencintainya?)” Tanya Stephan tanpa berbasa basi.
“Of course (tentu saja).” Jawab Stephanie sambil menatap lekat mata sang kakak.
“Stephanie, kau tahu apa pekerjaan ku?” Tanya Stephan tiba-tiba.
“Kau komandan militer tertinggi di Rusia.” Jawab Stephanie sekena nya.
“Lalu apa kau berpikir kakak kembar mu ini adalah seorang yang bodoh yang dengan begitu saja percaya bahwa Frans adalah kekasih mu?”
“Deg....”
__ADS_1
Stephanie langsung terkejut dan mengalihkan pandangan nya ke arah yang berbeda agar sang kakak tidak dapat membaca air muka nya saat ini.
**bersambung..