
Tujuh bulan pun telah berlalu dari semenjak kematian Jenny. Kenzo dan keluarga kecilnya dapat merasakan hidup tenang tanpa ada bayang-bayang Jenny yang terkadang cukup membuat Kenzo bimbang.
“kau kenapa sayang?” tanya Kenzo pada Alesya yang memegangi perut nya dari tadi.
“Entahlah Kenz! Tapi perut ku rasa nya sakit sekali.” Ucap Alesya.
“Bukannya HPL nya masih dua minggu lagi sayang?” Kenzo jadi panik, melihat Alesya yang terus mengerang kesakitan.
“Skala... Rama!!” Kenzo memanggil Skala dan Rama agar turun dari kamar mereka. Ya, sejak kejadian waktu itu, paman Rama di tahan di kantor polis. Dan Rama di angkat anak oleh Kenzo dan Alesya. Jadi kini Skala dan Rama buka lagi hanya sebatas sahabat saja tapi juga sudah menjadi saudara.
Awal nya Rama akan diangkat anak oleh Reza dan Tiara. Tapi Jumlah anak Reza dan Tiara saat ini sudah ada empat orang. Ada daffa, ada si kembar dan ada Raya. Anak yang diangkat oleh Reza dan Tiara dari Paris.
“Yaaa.. daddy!!” Sahut mereka berdua berlarian dari kamar nya. Skala dan Rama bahkan untuk saat ini masih satu kamar. Alasannya mereka ingin merasakan bagaimana rasa nya punya saudara.
“Seperti nya aku dan mommy kalian harus ke rumah sakit. Kalian ingin ikut bersama kami atau kalian tinggal di rumah?”
“Apa mommy sudah mau melahirkan?” tanya Rama bersemangat. Rama sudah merasa Kenzo dan Alesya bagaikan ayah dan ibu nya sendiri sebab Kenzo dan Alesya benar-benar menyayangi Rama tanpa membeda-bedakan Rama dengan Skala.
“Seperti nya begitu.” Jawab Kenzo, yang semakin panik karena Alesya tidak berhenti-henti memegang perut nya dengan ekspresi wajah menahan sakit.
“Kami akan ikut dengan kalian dad, iyakan Ska?”
“tentu kami akan ikut dong .. masa adik baru datang, para abang gantengnya ngumpet di rumah.” Tukas Skala.
“kalau begitu cepat katakan pada supir untuk menyiapkan mobil. Kita akan berangkat sebentar lagi.”
__ADS_1
**************************
“Bagaimana keadaan Alesya di dalam paman?” tanya Kenzo dengan wajah panik nya pada Marcus.
“Kau tenanglah Kenzo! Mereka sedang mengoperasi istri mu!” Jawab Marcus.
“Apa kau sudah menghubungi ayah dan ayah mertua mu?” Tanya Marcus pada keponakannya itu.
“Untuk apa aku menghubungi mereka?” Jawab Kenzo yang masih belum sadar dengan apa yang dia ucapkan.
“Kenz!!” Seru Marcus sambil memegangi kedua bahu Kenzo. “Kau belum memberitahu ayah kita dan ayah nya Alesya kalau mereka akan punya cucu??” Ujar Marcus dengan yang langsung membawa kembali kesadaran Kenzo yang tadi sempat melayang entah kemana.
“Astaga! Kenapa kau jadi begitu linglung Kenzo!” Seru Dyana yang duduk bersama Skala dan Daffa di sekitaran ruang operasi.
“maafkan aku ! Aku tidak bisa berpikir dengan tenang saat ini. Aku sangat khawatir, sebab minggu lalu saat aku menemani Alesya cek kandungan HPL nya masih dua minggu lagi. Tapi ini tiba-tiba lahiran gimana cerita nya!” Oceh Kenzo yang mengira waktu lahiran itu pasti, dan tidak bisa berubah sewaktu-waktu.
Namun baru saja Kenzo akan meninggalkan tempat itu dan baru saja di menekan nomor ayah, tiba-tiba seorang dokter datang sambil membawa seorang bayi perempuan di tangannya..
“Tuan Kenzo Dayso...putri anda telah lahir...”Seru sang dokter dengan sebuah senyum yang sangat menawan di mata Kenzo sebab sang dokter telah membawa putri yang telah Kenzo nanti-nanti datang menemui nya.
“Hallo.. Kenzo...!” Seru Albert di telpon itu, tapi tidak di hiraukan oleh Kenzo sebab Kenzo sedang berjalan menuju anak nya.
“paman! Tolong kau telpon ayah!” Ujar Kenzo sambil menyerahkan ponsel nya pada Marcus kemudian berlari menuju dokter yang menggendong putri nya..
Kenzo mengambil putri nya dari tangan sang dokter dan menanyakan keadaan istrinya yang masih ada di ruangan operasi.
__ADS_1
“bagaimana keadaan istri saya dokter?”
“Istri anda dalam keadaan baik, dan sebentar lagi akan kami pindahkan ke ruangan perawatan. Nanti anda bisa menemuinya di sana.” Jelas sang dokter.
“Boleh saya menemui nya sebelum dia di pindahkan ke ruangan perawatan?” pinta Kenzo pada dokter itu.
“Kalau begitu ayo ikuti saya tuan...” Dokter pun membawa Kenzo ke sebuah ruangan yang bersebelahan dengan ruang operasi tadi.
“Nyonya Alesya ada di dalam tuan.” Tunjuk sang dokter.
Kenzo membawa bayi mungil di tangannya untuk bertemu Alesya.
“Sayang.. apa kau bisa mendengar ku?” ujar Kenzo pelan.
Mata Alesya terbuka perlahan. Seulas senyum tampak di wajah nya yang terlihat sangat lemah itu.
“Ini anak kita, Kiara... “ Ujar Kenzo lagi.
Alesya hanya mengangguk kemudian kembali menutup matanya.
“terima kasih sayang, karena telah memberikan ku seorang putra dan seorang putri..” Kenzo mengecup kening sang istri dan keluar dari ruangan itu bersama putrinya.
Hidup Kenzo sungguh sangat terasa bahagia dengan kehadiran putri kecilnya. Kini Kenzo akhirnya bisa merasakan bagaimana momen -momen menegangkan saat harus menunggu kelahiran sang buah hati yang sempat tidak bisa Kenzo Rasakan saat kelahiran putra pertama nya Skala.
Semua bagaikan terbayar lunas sekarang.
__ADS_1
_Tamat_