Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 7#mulai dekat#5


__ADS_3

"Uncle Jack, apa kau sudah lama mengenal paman Kenzo?" Tanya Skala pada Jack ketika mereka makan malam.


"Begitulah.Aku sudah lama bersama nya." Jawab Jack santai.


"Menurut artikel yang ku baca tentangnya, dia adalah pengusaha muda yang handal dan kaya raya. Benar kah itu?"Skala kembali bertanya.


"Begitulah." Jawab Jack singkat. Dia tidak ingin dimarahi Kenzo kalau sampai dia salah bicara atau mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak ia sampaikan pada Skala.


"Jawaban mu sungguh tidak variatif uncle." Ejek bocah itu mendengar jawaban yang sama dari mulut Jack.


"Wah.. kau sungguh versi kecil dari tuan Kenzo,tuan muda Skala!!!" Seru Jack spontan begitu saja setelahnya mendengar celetukan dari bocah nakal ini.


"Aku dan paman Kenz sama? Kami begitu berbeda uncle. Bagaimana mungkin kau bisa berasumsi kami sama." Jawab Skala jutek.


"Kau tidak percaya?? Apa kau pernah bercermin? wajah mu, watak mu dan semua kesombongan pada diri mu sama persis seperti tuan Kenzo. Aku seperti sedang menghadapi tuan muda ku 20 tahun silam."


"Sepertinya kau perlu ke dokter uncle Jack."


"Kalau kau tidak percaya lekas selesaikan makan malam mu dan ikut aku ke ruang baca. Ada yang ingin ku perlihatkan pada mu." Ucap Jack bersemangat. "Sebenarnya aku ingin memperlihatkan hal ini ke tuan Kenzo karena dia tidak percaya kalian berdua sangat mirip." Lanjut Jack.


"Seingat ku, aku juga tidak pernah mengatakan kalau aku setuju dengan asumsi mu dan tidak pernah mengatakan aku akan ikut ke ruang baca bersama mu" Seru Skala.


"Aku sungguh merasa kalian adalah anak dan ayah!!" Sungut Jack jengah berdebat dengan bocah kecil ini.


"Apa kau tidak menyesal tidak melihat foto tuan Kenzo sewaktu kecil? " Tanya Jack sekali lagi memastikan.


"Tidak! sudah cukup aku melihatnya seharian ini. Kau tidak perlu membuat ku tidak bisa tidur karena harus melihat foto masa kecilnya." Jawab Skala dan mengelap mulutnya.

__ADS_1


"Terima kasih telah menemani ku makan malam uncle Jack, tapi seperti nya aku lebih baik ke atas dan istirahat. Besok akan ada presentase. Aku perlu mempersiapkan segala hal nya supaya perfect." Skala pun


pergi ke kamarnya dan meninggalkan Jack yang masih belum menghabiskan makan malamnya.


"Sabar Jack. Kau dulu juga pernah berurusan dengan bocah tengil seperti itu" Jack mencoba menenangkan dirinya. Menghadapi Skala seratus persen sama menjengkelkan nya seperti menghadapi Kenzo sewaktu muda.


###


"Selamat datang tuan dan nyonya Dayson." Sambut Frans dan mempersilahkan Kenzo dan Alesya untuk duduk.


"Terimakasih sudah bersedia memenuhi undangan makan malam ku Alesya." Sapa Frans dan mencium tangan Alesya.


"Hi tuan Kenzo." Sapa Frans dengan wajah datarnya.


Irfrans Aksena adalah seorang pengusaha yang sangat kaya raya di kota A. Selain merupakan pewaris tunggal keluarga Aksena, dia juga sosok yang tangguh dalam dunia bisnis. Di kota A, Irfrans merupakan rival nyata bagi Kenzo Dayson.


"Kau terlihat sangat cantik Alesya. Waktu sama sekali memudar kecantikan mu." Frans tidak segan-segan memuji Alesya di hadapan Kenzo.


Belum sempat Alesya membalas perkataan Frans Kenzo udah buka suara terlebih dahulu.


"Kau seperti nya sangat mengenal istri ku tuan Aksena." Kenzo mengangkat gelas wine nya dan menatap dingin pada Frans.


"Kalau dia tidak pergi delapan tahun lalu maka pasti saat ini dia bukanlah nyonya Dayson tapi melainkan nyonya Aksena." Jawab Frans tanpa ragu.


Jawaban Frans membuat Alesya dan Aditya saling tatap. Mereka heran melihat keberanian kedua pria ini berbicara seterbuka itu.


"Mereka ini kenapa?" Batin Alesya, melirik kedua pria itu.

__ADS_1


"Sayangnya kita tidak bisa hidup dalam pengandaian, tuan Aksena." Kenzo menggoyang-goyang gelas winenya dan tersenyum mencibir.


"Huh.Jangan terlalu yakin tuan Dayson. Karena tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan." Ujar Frans sambil tersenyum sinis.


Alesya melihat Kenzo sudah siap-siap untuk membalas perkataan Frans, dengan cepat Alesya mendahului Kenzo.


"Heem.. " Alesya mencoba mengalihkan bahan pembicaraan. "bagaimana kabar paman dan bibik Frans?" tanya Alesya.


"Mereka baik-baik saja. Walaupun mereka sangat sedih dengan kepergian mu Alesya." Jawab Frans sambil memegang tangan Alesya.


Wajah Kenzo menegang menahan amarah melihat Frans berani memegang tangan Alesya.


Alesya merasakan suasana mencekam ketika Kenzo menatap tajam pada Frans. Otomatis ia menarik tangannya. "Sampaikan permintaan maaf ku pada mereka." Ujarnya lembut sambil menarik tangannya.


"Aku rasa kalau kau sendiri yang mengatakan hal tersebut pada mereka, ayah dan ibu ku pasti akan senang. Apalagi mereka sudah lama tidak bertemu dengan mu." Frans pun menarik tangannya.


Frans sama sekali tidak memperdulikan keberadaan Kenzo di sana. Seakan-akan Kenzo hanya lah pajangan yang ada di ruangan itu.


"Berani sekali kau Irfrans Aksena!!" Gumam Kenzo dalam hati.


"Tentu kami akan senang kalau seandainya tuan Aksena mengundang kami untuk berkunjung ke mansion tuan Aksena." Seru Kenzo sambil mencium tangan Alesya. "Benar kan sayang?" Tanya nya lembut namun sangat mengintimidasi.


"drama apa ini Kenzo!" batin Alesya.


"Tentu saja." Jawab Alesya.


"Sebaiknya kita mulai saja makan malamnya karena aku sudah lapar." Alesya ingin segera mengakhiri makan malam yang mencekam ini.

__ADS_1


Dalam hati Alesya berjanji bahwa kelak dia tidak akan menghadiri acara apapun yang dihadiri oleh kedua pria ini.


__ADS_2