Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 13#Daddy aku rindu#4


__ADS_3

"Skala, bisa kah kau berjanji satu hal pada ku." Ujar Kenzo sebelum mulai menceritakan semua nya.


"Mau kah kau memaafkan ku setelah mendengar seluruh cerita ku?" Kenzo menatap manik mata Skala, berharap bocah ini memberikan kesempatan kepadanya untuk menjadi seorang ayah.


"Aku yakin kau adalah orang yang baik daddy. Katakan lah, aku tidak akan menghakimi mu untuk hal yang terjadi di masa lalu. Sebab hal itu tidak akan pernah bisa merubah takdir ayah dan anak yang ada diantara kita." Ujar Skala yang bagaikan angin syurga yang dapat menenangkan kegelisahan dan kekhawatiran Kenzo.


"Kau memang putra ku." Seru Kenzo dan ia pun mulai bercerita..


"Aku dan mommy mu tidak saling mengenal awalnya." Kenzo duduk di samping Skala.


Sejak mengenal Skala Kenzo menyadari bahwa Skala adalah anak yang pintar, namun tetap saja Kenzo kesulitan untuk memilih kata-kata yang tepat serta tertangkap radar untuk anak seusia Skala.


"Malam itu aku datang ke kota A untuk mengecek anak perusahan keluarga Dayson yang dibawahi oleh paman ku di kota itu. Rencana kedatangan ku sengaja aku rahasia kan dari siapapun bahkan dari kakek ku sendiri. Sebab aku berniat untuk melakukan inspeksi mendadak di perusahaan itu. Aku ingin menyelidiki alasan dibalik mengapa anak perusahaan kami di kota A ini selalu saja merugi dan sering meminta suntikan dana dari perusahan induk di kita B. "


Skala memperhatikan dengan seksama semua ucapan Kenzo.


"Aku datang bersama Jack. Selama dua hari aku memerintahkan Jack untuk melakukan inspeksi ke perusahaan yang dibawahi oleh paman ku itu sementara aku memutuskan untuk tetap berada di hotel. Aku tidak ingin ada orang yang menghembuskan isu bahwa ada konflik internal di dalam perusahaan. Itu akan sangat buruk untuk nama perusahan dan harga saham kita pasti nya."


"Setelah mendapatkan semua berkas yang kami perlukan, aku dan Jack sengaja untuk memeriksa semua berkas itu di hotel. Sebab kalau seandainya ada berkas yang terlewatkan aku masih bisa meminta Jack untuk mencarinya di perusahaan."


Kenzo berhenti sejenak bercerita, "Apa kau paham dengan yang ku katakan bocah kecil?" Kenzo mengacak-acak rambut Skala sebab ketika ia menoleh untuk melihat apakah putranya itu paham atau tidak dengan ucapannya terlihat wajah Skala sangat serius mendengar semua ucapannya.


"Heem!!" Ujar Skala dengan serius. "Lanjutkan cerita mu daddy."


Kenzo menarik nafas dalam dan memulai lagi ceritanya.


"Hanya saja karena terlalu sibuk memeriksa semua berkas-berkas itu, aku dan Jack menjadi lengah. Hingga tidak menyadari bahwa musuh sudah mengetahui keberadaan kami."


"Disinilah kisah ku dan mommy mu di mulai Skala."


"Malam itu seperti biasa, aku dan Jack turun untuk makan malam. Namun tiba-tiba paman ku menelpon Jack. Dia meminta Jack untuk pergi ke perusahaan sebab asisten nya mengatakan ada hal yang mesti ia tunjukan pada Jack terkait pemeriksaan keuangan perusahaan. Dan dengan bodoh nya aku membiarkan Jack pergi malam itu."


"Setelah Jack pergi aku melanjutkan makan malam ku sendirian di restoran di hotel itu. Aku sama sekali tidak berprasangka apapun. Aku makan seperti malam sebelum. Tapi siapa sangka musuh ternyata telah merencanakan dengan matang strategi untuk menjatuhkan ku. Mereka membubuhi sesuatu entah pada minuman atau makanan ku. Dan membuat ku-" Kenzo melirik Skala yang sedang serius mendengar ceritanya. "Apa sebaiknya yang harus aku katakan? Bagaimana cara mengatakan efek dari obat perangsang?Mengapa aku merasa phrase itu terlalu vulgar untuk bocah seumur Skala." Kenzo masih menggantung ucapannya.


Karena Kenzo tak jua melanjutkan ceritanya, Skala melambai-lambaikan tangan nya di depan wajah Kenzo. "Daddy are you oke? kenapa tidak lanjut bercerita?"


"ha?? ya!!" Seru Kenzo begitu kembali ke alam sadarnya. Kemudian dia melanjutkan ceritanya.


"Mereka membubuhi sesuatu ke salah satu makanan atau minuman ku yang membuat diri ku jadi hilang kendali." Ucap Kenzo hati-hati berharap anak ini tidak menanyainya.


"Maksud mu, kau jadi mabuk? Begitu daddy?"


Kenzo menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal sama sekali.


"Heeem.. bagaimana aku harus menjelaskannya pada mu. Aku akan jelas lebih rincinya setelah kau berusia delapan belas tahun nanti." Elak Kenzo.


"Intinya aku bukanlah diri ku saat itu. Kesadaran ku menurun namun bukan seperti aku sedang mabuk. Seluruh tubuh ku juga terasa terbakar. Dengan sisa -sisa tenaga yang masih aku miliki, aku berusaha untuk kembali ke kamar ku. Dalam pikiran ku saat itu jangan sampai musuh melihat ku hilang kendali.Aku harus segera masuk ke kamar ku."


"Dengan langkah kaki yang sudah sempoyongan dan pandangan yang sudah mulai tidak lurus lagi, akhirnya sampai ke kamar ku. Keadaan ku sangat buruk waktu itu Skala. Dan kau tahu Skala entah dari mana tiba-tiba mommy mu sudah ada di ranjang ku dalam kondisi tidak sadarkan diri. Itu perjumpaan ku dengan mommy mu untuk pertama kali nya. Dan disaat itu juga aku-" Kenzo menutup matanya, bukan karena ia tidak tahu padanan kata yang tepat untuk ia katakan kepada Skala tentang kejadian di malam itu tapi lebih karena ia malu atas tindakannya. Bagaimana kalau Skala membencinya karena hal itu?


"Tidak perlukan kau lanjutkan daddy, aku paham." Ujar Skala sok dewasa.

__ADS_1


Spontan Kenzo langsung membuka mata nya dan melihat Skala. Pernyataan Skala barusan membuat Kenzo lebih panik lagi. Ajaran apa yang sudah ditanamkan oleh Alesya dan si tua Rodio pada anaknya yang masih sebesar biji jagung ini. Seharusnya pikiran anak sekecil ini masih se suci embun di pagi hari.


"Daddy!! Daddy... !!"panggil Skala.


" Ya.. "


"Heem.. termenung lagi!!" Ujar Skala.


"Maaf kan aku." Ujar Kenzo masih menatap Skala heran.


"Kalau kau tidak tahu bagaimana harus menyampaikan hal itu pada ku maka kau bisa skip saja part itu." Ujar Skala dengan gampangnya.


"heemm!! heeem..!Baik.kita skip saja bagian itu." Ujar Kenzo usai berdehem untuk menghilangkan rasa canggung nya.


"Begitu aku bangun paginya, aku tidak melihat mommy mu. Dia sudah pergi."


"Tapi aku bukanlah pria sebrengsek itu Skala karena bagaimana pun mommy mu telah menyelamatkan aku malam itu. Aku pun memerintahkan orang-orang ku untuk mencari mommy mu."


"Walau aku tidak bisa mengingat dengan jelas wajah ibu mu sebab aku pun dalam keadaan yang tidak terlalu sadar. Tapi aku ingat ia memiliki tanda lahir yang sangat unik. Tanda lahir berbentuk Bintang di punggung nya."


"Berhari-hari orang-orang ku mencari nya tapi tidak berhasil untuk menemukan gadis dengan tanda bintang di punggung nya. Aku bahkan akhirnya memutuskan untuk tinggal di kota A demi mencari nya sambil menjalankan anak perusahaan yang baru disini. Tapi hasilnya tetap saja nihil." Kenzo berhenti sesaat dan memandang Skala.


"Apakah kau tahu kenapa aku tidak pernah bisa menemukan mommy mu?" Tanya Kenzo kepada Skala.


Skala menggeleng.


"Sebab aku lah yang membantunya kabur dari keluarga Diningrat delapan tahun yang lalu Ketika ia di jodohkan dengan seorang pria tua bernama Puji."


"Seperti yang aku katakan tadi Skala. Mommy mu ada di kamar ku dalam keadaan tidak sadarkan sedangkan aku sedang dibawah pengaruh obat, jadi wajar kami tidak saling kenal ketika berjumpa kembali setelah malam itu. Rendom sekali bukan? Terkadang tuhan mungkin bosan membuat kisah-kisah hidup yang biasa bagi manusia, hingga sesekali ia menciptakan kisah random seperti kisah ku dan mommy mu."


"Ya.. yang menjebak diri ku adalah Marcus, paman ku sendiri sedangkan yang menjebak mommy mu adalah Agnez. Saudari tiri nya. Kau sudah beberapa kali bertemu dengan Agnez kan?"


"Ternyata keluarga ini yang mommy bicarakan dengan kakek sebelum ia pergi ke kota A." Batin Skala.


"Lalu apakah sekarang kalian menikah karena sudah mengetahui semua hal ini?" Lanjut Skala bertanya.


Kenzo menggeleng. "Tidak. Itu hal random lainnya."


"Jujur, aku meminta mommy mu menikah kontrak dengan ku demi menghindari Agnez dan kakek ku yang cerewet itu. Aku meminta nya menikah dengan ku sebab ia adalah kakak tiri Agnez. Otomatis dia adalah anggota keluarga Diningrat sehingga untuk status keluarga, kakek ku pasti tidak keberatan. Aku bahkan sama sekali tidak tahu kalau dia sudah memiliki seorang anak sampai dia mengatakan bahwa ia sudah memiliki seorang putra."


" Saat itu aku belum memiliki perasaan apapun pada mommy mu. Perasaan ku muncul untuk mommy mu setelah aku bertekad untuk merebut mommy dari mu." Kenzo mengalihkan pandangan nya ke Skala. "Kau tahu, kau adalah rival pertama ku. Aku tidak pernah merasa begitu ingin bersaing dengan seseorang sebelum aku bertemu dengan mu. Mulai dari perebutan kemeja hari itu yang membuat ku terperangah karena sikap sombong, angkuh dan arogan mu. Hingga kau menantang ku untuk pertama kalinya ketika saat pertama kali mommy mu memperkenalkan kita. Rasa untuk memiliki mommy mu muncul ketika aku ingin mengalahkan mu. Tapi ternyata aku sendiri akhirnya terjebak dalam rasa cinta dan sayang ku untuk kalian berdua. Aku baru menyadari kau bahwa kau adalah putra ku ketika aku di resort. Aku bahkan meminta Jack untuk melakukan tes DNA pada mu. Dan ini hasilnya." Kenzo melihatkan hasil DNA yang ada di ponselnya. "Aku bertambah yakin tentang hal ini setelah tahu golongan darah kita sama." Kenzo menatap teduh pada Skala.


"Kau adalah putra ku. Aku tidak akan membiarkan kita terpisah lagi." Kenzo memeluk Skala, dalam.


"Kau bersedia memaafkan ku untuk semua kesalahan yang aku lakukan? Untuk semua keterlambatan ku datang sebagai seorang ayah? Untuk semua waktu yang kau dan mommy lalui tanpa aku?" Kenzo melepas pelukannya. Matanya kini berkaca-kaca menatap Skala.


"Tentu saja dad!! Tapi selain pada ku, kau juga harus meminta maaf pada mommy ku. Apakah mommy sudah tahu semua hal ini?"


Kenzo menggeleng. "Belum. Dia belum tahu apapun."


"Kalau begitu katakan semuanya pada mommy. Atau kau akan kehilangan nya."

__ADS_1


"Kehilangan dia? Apa maksud mu?"Tanya Kenzo bingung.


"Setahu ku, kakek hanya membiarkan mommy setahun untuk berada di kota ini. Sepulangnya mommy dari kota A, kakek akan menikahkan mommy dengan seorang pria, anak dari sepupu kakek. Itulah alasan kakek membiarkan mommy pergi ke sini."


"Kau harus bergerak cepat daddy. Jangan sampai aku harus memanggil pria lain dengan sebutan ayah atau papa." Ujar Skala memanas-manasi Kenzo.


"Dasar bocah nakal! Awas saja kalau kau berani memanggil pria lain dengan sebutan ayah!!" Kenzo menggelitik Skala.


"Aauh.. daddy luka ku!" Teriak Skala menahan sakit bekas operasi di bagian dadanya.


"Hem! Maaf kan aku. Aku lupa. Kau tidak apa-apa nak?" Seru Kenzo panik.


"I am ok." Jawab Skala sambil sedikit meringis lalu tersenyum jahil.


"Kau mengerjai ku!!!!" Sungut Kenzo.


"Lalu kapan kau akan mengatakan semuanya pada mommy?"


"Aku tidak tahu. Aku ingin membuat mommy mu jatuh cinta pada ku terlebih dahulu baru aku akan menceritakan semua pada nya. Apa kau bisa membantu ku Skala?"


"Tentu saja! Ini akan menjadi misi kedua ku di kota ini." Seru Skala bersemangat.


"Misi kedua?" Kenzo malah heran mendengar Skala mengatakan misi kedua. Sebab kalau ini adalah misi kedua nya, pastilah ada misi pertamanya kan?


"Ya misi kedua!!" Ulang Skala. "Misi pertama ku sudah berhasil. Jadi ini akan aku jadikan misi kedua ku."


"Memangnya apa misi pertama mu?" Tanya Kenzo yang masih penasaran.


"Misi pertama ku ialah mencari ayah kandung ku di kota ini. Dan aku sudah menemukannya. Kini ia sudah ada bersama ku dan sedang menatap ku dengan sebuah tatapan yang selama ini aku rindukan. Tatapan cinta dari seorang ayah." Skala memeluk Kenzo.


Kedua nya kini kembali mengharu biru dalam rasa kebahagiaan mereka.


###


~tamaat...


##


waduuuuh... tamat?? bisa diserang santet online otor kalau tiba-tiba sudah tamat 🤣🤣🤣🤣


###


jangan lupa untuk like, komen dan vote ya cinto.. dukungan mu selalu menjadi oksigen bagi ku #eaaak...


###


Btw hari ini otor bakalan di vaksin nih.


Kalau kamu udah vaksin atau belum? tulis di kolom komentar ya... ?


Terus pandangan kamu tentang vaksin di negara kita gimana? #Tulis pendapat mu dengan kata-kata yang tidak mengandung unsur SARA dan mesti sopan ya.

__ADS_1


###


cerita ny belum tamat ya zeyeng.. 🤭🤭🤭


__ADS_2