Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 44# Ujian Cinta #36


__ADS_3

"Siapa yang membolehkan mu untuk masuk ke dalam ruangan ini." Seru Marcus pada Frans yang sudah dengan berani memegang tangan Marcus.


"Tidak ada yang melarang aku masuk! jadi wajar saja aku bisa masuk." Jawab Frans cuek. Toh memang benar tidak ada yang melarang nya masuk. Bukankah tadi ada Kenzo di depan bersama Alesya. Mereka melihat kedatangan Frans..dan mereka sama sekali tidak melarang Frans untuk menemui Dyana.


"lepaskan tangan mu!" seru Marcus sambil menatap tajam pada Frans dan mengalihkan pandangannya kemudian pada tangan Frans yang memegangi tangannya.


"kau lepaskan dulu tangan Dyana!! Baru aku akan melepaskan tangan mu!!" seru Frans yang tidak mau kalah dari Marcus.


Marcus dan Frans kini saling menatap tajam.


"Keluar kalian berdua!!" usir Dyana, yang akhirnya dapat menarik tangannya karena Marcus terlalu fokus lada Frans.


Frans yang mendengar suara Dyana auto melihat ke arah Dyana, sebab sedari tadi Frans hanya fokus melihat ke arah Marcus sehingga lupa pada Dyana.


"Ya tuhan! Apa yang terjadi pada mu Dyana?" Frans langsung melepaskan tangan Marcus.Kini perhatian nya hanya tertuju pada Dyana.


"Bukan urusan mu!!" ujar Dyana sambil mengalihkan wajahnya agar Frans tidak dapat melihat nya. Dyana tidak ingin menambah jumlah orang yang kasihan pada nya.


"Kau bilang tidak apa-apaa???" Sebut Frans marah.


"lihat ini!! ini!! dan ini!!" sebut Frans lagi sambil menyentuh kaki, tangan dan sudut mata Dyana bergantian. " Kau bilang ini semua bukan apa-apa?"Seru Frans marah.


"Apa kau kira kau itu seorang pembalap hah?" omel Frans percis seperti emak-emak yang iangomelin anaknya.

__ADS_1


",Apa kau tidak bisa diam? kau membuat kepala Dyana sakit!!!" ujar Marcus pada Frans,sebab Dyana sudah memijit-mijit kepalanya.


"Dyana itu sakit karena dirimu!! bukan karena diri ku!!" seru Frans.


Kenzo dan Alesya yang sudah selesai berurusan dengan pihak kepolisian terkait masalah kecelakaan itu pun akhirnya kembali masuk ke dalam setelah mendengar suara ribut-ribut dari dalam kamar Dyana yang pintunya tidak tertutup dengan benar oleh Frans ketika Frans masuk tadi.


"aku akan mengusir mereka berdua!!" Seru Kenzo geram karena kedatangan kedua laki-laki itu sudah mengganggu waktu istirahat bibi nya.


Alesya pun bergegas mengikuti suami nya.Dia tidak mau Kenzo membuat suasana di dalam sana bertambah heboh.


"Bisa pecah perang dunia ketiga kalau ketiga laki-laki ini berada di satu tempat lebih dari lima menit." Seru Alesya dalam hati.


Kenzo pun sudah ada di dalam kamar itu dan menatap tajam kedua laki-laki yang sedang asik berdebat itu.


"Apa kalian tidak sadar kalau suara kalian sudah mengganggu waktu istirahat bibi ku!!!" Seru Kenzo tanpa mengalihkan pandangannya.


"tidak!!!" jawab Marcus dan Frans berbarengan sebelum Kenzo sempat mengulang perkataan Dyana.


Kenzo menghela nafasnya. Bagaimana bisa ada dua orang laki-laki keras kepala ini bisa berada disini dalam waktu yang bersamaan Kenzo benar-benar tidak paham dengan pengaturan di dunia ini.


"Keluar lah sebelum aku panggil satpam!!" Ancam Kenzo.


"Aku dan Dyana adalah ipar-iparan. Itu artinya kami adalah keluarga. Satpam tidak akan bis mengusir ku keluar." Jawab Marcus dengan wajah santainya. Sebab hubungan dengan Dyana masih dapat terhitung sebagai keluarga.

__ADS_1


Frans pun langsung memikirkan sebuah alasan agar dirinya tidak di seret oleh satpam keluar dari kamar Dyana.


"Kau pun tidak dapat mengusir ku karena bibi Mary, ibu nya Dyana langsung yang meminta ku untuk datang melihat keadaan Dyana kesini " tegas Frans dengan sedikit berbohong membawa-bawa nama ibu nya Dyana.


"Kalau kalian tidak percaya aku bisa menelepon ke rumah, sebab bibi Mary ada di rumah ku saat ini." Ujar Frans, meyakinkan semua orang bahwa Mary benar-benar telah mengutusnya ke sana.


"ibu ada disini?" gumam Dyana dalam hati.


Kenzo jadi bingung bagaimana cara nya untuk mengusir kedua orang itu dari dalam kamar Dyana. Kedua laki-laki itu punya alasan kuat untuk tetap berada disana.


Alesya yang berdiri di paling belakang dekat pintu hanya bisa tersenyum sambil mendorong pintu itu agar tertutup."seperti nya ini akan lama."


Setelah pintu kamar tertutup, Alesya berjalan mendekat ke arah Dyana.."heem.. kalau semuanya ingin berada disini, aku rasa tidak masalah selama kalian semua bisa menjaga mulut kalian untuk tidak bertengkar. Aku yakin yang tebaik saat ini untuk bibi adalah istirahat dengan tenang." Ujar Alesya menengahi.


Kenzo menatap malas pada Alesya. Dia tidak percaya istrinya malah membiarkan para pembuat onar itu tetap ada di ruangan itu.


Alesya mengedipkan matanya pada Kenzo seolah memberi tanda agar Kenzo untuk tetap diam dan tenang. Serahkan semua urusan ini padanya.


"mereka tetap boleh disini kan bi?" Tanya Alesya pada Dyana yang kelihatan sudah sangat pusing dengan kehadiran kedua orang ini.


"terserah! aku mau tidur!" jawab Dyana acuh dan langsung memalingkan wajahnya.


",Nah... karena bibi tidak masalah kalian ada disini.. silahkan posisi kan diri kalian senyaman mungkin di ruangan ini. Dan ingat aku akan langsung mengusir kalian berdua jika kalian mulai membuat onar kembali di ruangan ini." Ujar Alesya penuh penekanan. Wajah Alesya yang tadinya terlihat sangat ramah tiba-tiba menjadi terlihat memancarkan aura-aura singa betina, membuat Frans dan Marcus bergidik, langsung mencar mencari posisi mereka masing-masing.

__ADS_1


Kenzo yang melihat bagaimana kedua orang itu tanpa suara langsung menuruti perkataan Alesya, merasa memang istri nya ini punya aura yang menakutkan di balik hatinya yang selalu lemah ini.


***bersambung....


__ADS_2