Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 10#Penculikan Skala#1


__ADS_3

Agnez menatap ke arah luar jendela nya. Matanya memerah menahan rasa amarah yang tak terkira. "Alesya!! Akan ku buat kau menangis darah karena berani melakukan hal menjijikan itu pada ku!!!" Gumamnya sambil memegang kuat terali hitam itu.


"Apa kau sudah baikan Agnez?" Tanya Jenny yang risau melihat keadaan putrinya yang sangat berantakan semenjak tadi pagi.


"Baik? Ibu bertanya apakah aku sudah baikan?" Tanya Agnez dengan sini. "Aku jijik pada diri ku sendiri saat ini bu. Aku jijik!! Masih terbayang betapa kagetnya aku ketika terbangun melihat si tua bangka itu di samping ku." Agnez menggosok-gosok badannya dengan kasar.


"Apa yang kau lakukan Agnez!!!" Jenny memegangi tangan putrinya "Kau bisa melukai diri mu sendiri." Jenny berusaha keras agar Agnez tidak bisa menyentuh kulitnya.


"Aku jijik ibu! Aku jijik!!" Ratap Agnez sambil menangis.


"Tenanglah putri ku. Aku sudah membalas perbuatan Alesya! malam ini akan menjadi malam yang paling menderita bagi Alesya dan besok pagi akan menjadi hari dimana kita akan melihat dia menangis darah." Ujar Jenny sambil menahan tangan Agnez.


"Benar kah ibu?" Tanya Agnez sambil menangis.


"Benar!! Karena aku sudah menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa putra nya."


"Ibu menculik putra Alesya?"


"Ya aku sudah menculiknya dan meminta orang membawanya keluar dari resort lalu membunuh nya. Jasad nya akan di mutilasi. Kemudian satu persatu bagian tubuh anak itu akan kita kirimkan ke rumah Alesya. Pasti sangat menyenangkan melihat dia menderita setiap hari mendapat bingkisan dari kita."


"Kau memang luar biasa bu." Puji Agnez.


"Aku sudah tidak sabar melihat Alesya menderita seperti yang aku rasakan."


"Sebentar aku akan menelpon para pembunuh bayaran itu. Aku penasaran apakah mereka sudah membunuh anak itu." Jenny mengeluarkan ponsel rahasia nya.


"Dimana kalian?" Tanya Jenny pada salah seorang pembunuh.


"Kami sedang menuju perbatasan kota A dan kota C." Jawab si pembunuh.


"Ibu cepat tanyakan, apakah anak itu sudah mati?"Bisik Agnez tidak sabaran.


" Apa dia sudah mati?" Tanya Jenny.


"Kami akan menghabisinya malam ini. Kami akan membawanya ke tempat kami lalu mengambil beberapa organnya untuk kami jual. Baru setelah itu sisa tubuhnya akan kami kirimkan secara bertahap ke rumah yang kau minta." Jelas si pembunuh bayaran.


" Apa ada yang melihat mu ketika kau menculik anak itu?" tanya Jenny lagi.


"tidak.Kami selalu rapi dalam menyelesaikan semua pekerjaan kami. Kau tenang saja."


"Baiklah kalau begitu. Akan ku transferkan sisa uang mu sekarang. Lalu buang ponsel yang kau pakai itu. Aku tidak ingin aja jejak pembicara kita ditelpon." Ungkap Jenny.


"Baiklah. Segera ku lakukan setelah aku menerima uang dari mu."


Jenny pun menutup panggilan itu.


"Mereka kan menghabisi anak itu setelah mereka mengambil organ anak itu untuk di jual. Terserah lah.. aku tidak peduli. Yang penting bagi ku anak itu mati dan Alesya sebagai ibu pasti tersiksa dengan kematian anak itu."


"Lalu bagaimana dengan Kenzo bu. Apa dia akan mencurigai kita sebagai pelakunya?"


"Walau ia curiga sekalipun, dia tidak punya bukti untuk menuduh kita." Seru Jenny, sebuah senyum iblis muncul di wajah wanita yang sudah tidak muda itu lagi.


Jenny pun mentransfer sejumlah uang ke rekening pembunuh itu.


"Aku hanya khawatir ibu. Aku khawatir Kenzo tahu kita berada di balik rencana ini. Dia pasti tidak akan mengampuni kita."


"Tenanglah Agnez. Aku yakin mereka bersih dalam bekerja." Jenny menepuk lembut bahu putrinya.


"Lalu bagaimana dengan para wartawan tadi pagi?"


"Apa kau meremehkan ibu mu Agnez?Aku sudah menyumbat mulut mereka dengan uang. Kau tidak perlu khawatir akan berita tadi pagi itu akan tersebar."


"Terima kasih bu. Kau memang selalu bisa aku andalkan. " Agnes tersenyum lega.


"Tapi aku penasaran, siapa yang berada di belakang Alesya? Sehingga wanita sialan itu bisa membalikan keadaan. Dan bagaimana Alesya tahu kalau tuan Puji ada di resort ini? Dia bahkan tahu kamar tuan Puji." Jenny berpikir keras, menebak siapa orang yang membantu Alesya.


"Mungkin kah Kenzo yang sudah membantu Alesya bu?" Tebak Agnez.


"Tidak.Tidak mungkin Kenzo. Aku tidak melihat orang kepercayaan nya atau pun pengawalnya ada disekitar resort ini." Jawab Jenny, dengan roman yang penuh rasa penasaran.


"Aku rasa sebaiknya kita mulai mewaspadai Alesya mulai dari sekarang. Dia pasti muncul saat ini karena sebuah alasan." Seru Jenny.


Ketika Jenny dan Agnez ngobrol serius tiba-tiba Ronald masuk dengan wajah penuh amarah.


"Apa yang sebenarnya kalian telah rencana kan???" Tanya nya dengan amarah yang terlihat jelas di wajahnya.


"Sayang, apa maksud mu?" Jenny menghampiri Ronald dan menyentuh tangan suami nya.


Karena amarah yang tak terkira Ronald menepis tangan Jenny.

__ADS_1


"Jangan berpura-pura lagi!! Tuan Puji sudah mengatakan segalanya pada ku. Kalian berencana menjebak Alesya tapi malah kau Agnez yang terkena jebakan mu sendiri."


"Kau sudah salah paham sayang." Jenny berusaha menenangkan suaminya. Walaupun Alesya selama ini diperlakukan tidak adil oleh Ronald tapi Ronald tidak pernah bertindak berlebihan pada Alesya. Dia tetap menjaga Alesya karena Alesya adalah putri Ameera. Itulah mengapa dulu Ronald mengacuhkan Alesya tapi tidak pernah menyakiti fisik Alesya dan tetap membesarkan Alesya walau kasih sayang nya tidak ada untuk Alesya."


Ronald memejamkan matanya. Kepalanya terasa mau pecah karena tragedi pagi ini. Rasa lapar yang seharusnya menghampirimu sudah hilang entah kemana.


Ronald berjalan ke arah kursi dan duduk. "Kau harus menikah dengan tuan Puji." Ucap Ronald, lemah.


"Apa?" Seru Jenny kaget.


"Apa yang ayah katakan? aku harus menikah dengan si tua bangka itu!! Aku tidak mau!!!Aku tidak sudi ayah!!!!" Teriak Agnez.


"Tuan Puji akan menghancurkan perusahaan kita kalau kau tidak menikah dengan nya." Jelas Ronald.


"Aku akan berbicara dengan tuan Puji. Aku akan menjelaskan semuanya." Jenny ingin pergi mencari tuan Puji.


Tapi Ronald mencegah nya. "Tetap di kamar ini. Jangan memperburuk keadaan." Ujar Ronald. Dingin.


"Delapan tahun lalu kita sudah pernah berurusan dengan tuan Puji. Walaupun dia tidak sekaya Kenzo tapi relasi yang ia miliki cukup untuk membuat kita gulung tikar. Ditambah lagi, Kenzo saat ini pasti tidak akan mau membantu kita karena kalian secara gila menuduh Alesya pagi tadi." Ronald mengusap kasar wajahnya.


"Tidka ayah! Aku tidak mau!" Jerit Agnez sambil menangis. "ibu mohon batalkan pernikahan gila ini. Aku tidak mau menghabiskan hidup ku bersama pria tua yang sudah bau tanah itu." Rengek Agnez.


Jenny yang melihat keseriusan di wajah suaminya hanya diam. Dia tidak bisa berpikir jernih saat ini.


"Persiapkan diri mu Agnez. Aku akan menikahkan mu dalam tiga hari ini." Ronald berdiri dan berjalan ke arah pintu.


"Jangan berpikir untuk melarikan diri seperti Alesya. Kau tahu apa yang akan terjadi pada keluarga kita kalau kau melakukan itu." Ronal mengingatkan putrinya. Dia tidak ingin urusan ini tambah runyam.


"Ibu!!!" Agnez memeluk Jenny sambil menangis.


Jenny hanya mematung. Rencana besarnya benar-benar menjadi berantakan.


####


Ditempatkan lain terlihat Kenzo sedang mengejar mobil penculik Skala.


"Aku akan menyelamatkan mu bocah nakal." Gumamnya sambil terus membututi mobil hitam tanpa Plat itu.


Setelah mengikuti mobil itu selama dua jam akhirnya Kenzo melihat mobil itu berhenti disebuah gudang kosong.


Kenzo berhenti agak jauh dari mereka. Dari dalam mobil Kenzo dapat melihat seorang pria berbaju hitam keluar dari dalam mobil. Dan tak lama seorang laki-laki lainnya keluar dan membuka pintu mobil bagian belakang.


"Itu pasti Skala." Gumam Kenzo ketika melihat laki-laki itu membopong sesuatu yang terbungkus dengan kain warna putih.


Kedua laki-laki itu masuk sambil. membawa Skala yang terbungkus kain putih itu ke dalam gedung.


Kenzo tidak ingin bertindak ceroboh. Diamatinya sekeliling nya sebelum ia keluar dari mobil.


"Seperti nya mereka hanya berdua" Seru Kenzo lalu keluar dari dalam mobil sambil mengendap-endap ke arah gedung tua itu.


Kenzo melihat sebuah pintu di bagian belakang gedung terbuka. Ia pun berjalan ke arah pintu itu berlahan.


Kenzo masuk ke dalam gedung dari pintu yang terbuka tadi. Sebuah pistol sudah siaga ditangannya. Kenzo memang seorang pengusaha. Tapi dia atlit menembak nasional dan ahli bela diri. Hanya dua cecunguk seperti itu seharusnya bukan masalah besar baginya.


Dari tempat berdiri sekarang Kenzo dapat melihat kedua laki-laki itu. Satu orang sedang mengeluarkan Skala dari bungkusan kain putih. Dan satu lagi sedang mempersiapkan sebuah bak besar.


"Apa yang mereka ingin lakukan." Kenzo harus mengamati terlebih dahulu sebelum melakukan serangan.


Pertama ia harus benar-benar yakin hanya ada mereka saja di dalam gedung itu.


"Isi bak itu dengan sedikit air lalu tuangkan semua es di kulkas ke dalam bak itu. Pastikan kau memasukkan semua esnya." Perintah pria yang sedang sibuk dengan beberapa benda yang terlihat seperti perlengkapan bedah.


"Apa yang sebenanya mereka ingin lakukan." Gumam Kenzo.


"Bos!!" Seru salah satu dari penculik itu. "apa kali ini kau tidak memakai obat bius lagi?" Tanya nya.


"Tidak perlu. Toh anak ini diperintahkan untuk dihabisi." Jawab pria itu.


"ooh.. jadi dia bos nya." Batin Kenzo.


"Mereka pasti ingin mengambil organ Skala." Pikir Kenzo ketika melihat pisau-pisau bedah dan beberapa kotak yang seperti nya adalah tempat penyimpanan organ.


"Akan aku keluar kan terlebih dahulu organ kalian sebelum kalian mengeluarkan organ putra ku." Gumam Kenzo sambil terus mengawasi dari jarak jauh.


"Aku akan menghabisi mereka begitu mereka menjarak dari Skala. "


Kenzo tidak ingin mereka menjadikan Skala sandra.


"Bos.. tolong bantu aku mengangkut bungkusan es ini."

__ADS_1


"segitu saja kau tidak bisa!!" Gerutu pria berbaju hitam itu.


Mereka berdua pun mengangkat Bungkusan besar itu bersama-sama.


Kenzo yang melihat kedua penjahat itu sudah agak menjauh dari Skala segera menembakkan pistolnya sambil berlari ke arah Skala.


"Bos, awas!!" Teriak si anak buah.


Mereka berhasil menghidar dari tembakan Kenzo sementara Kenzo sudah mengambil tubuh Skala dan membawanya bersembunyi di balik drum besar yang ada di gudang itu.


Kenzo menyandarkan tubuh Skala yang masih belum sadar itu ke drum tersebut.


Kemudian Kenzo mengintip dari balik drum tersebut.


"Door!!" Sebuah tembakan hampir saja mengenai Kenzo kalau seandainya dia tidak cepat menghindar.


"Tunggu lah disini!!Aku akan membunuh mereka dan membawa mu pulang." Seru Kenzo.


Kenzo pun berlari kencang ke arah yang berlawanan dari arah tembakan tadi sambil menembak ke arah kedua penculik itu.


Kedua penjahat itu berpencar. Salah seorang dari mereka sengaja terus menembaki Kenzo sedang kan seorang nya lagi mengendap-endap berputar mengincar bagian belakang Kenzo.


Seperti nya mereka berdua memang sudah biasa menghadapi situasi seperti saat ini. Terbukti gerakan mereka seperti sudah terarah dengan satu orang sebagai umpan agar musuh berfokus pada serangan yang dihadapi nya sedang yang satu lagi mencari titik buta musuh sehingga menyerang tanpa musuh sadari.


Suara tembakan yang bersahutan membangunkan Skala.


Skala membuka matanya berlahan. "tempat apa ini?" Gumam bocah cilik itu.


Skala lalu teringat ketika dua cleaning service masuk ke kamar nya dan tiba-tiba membiusnya.


"Apa aku di culik?" Skala langsung menyadari situasi yang sedang terjadi.


Pelan-pelan Skala bangun. Dari balik tumpukan drum itu Skala dapat melihat kalau Kenzo sedang berkelahi dengan seorang pria.


"Jadi suara tembakan tadi-" batin Skala.


Kenzo yang kini tidak lagi saling tembak dengan penjahat itu tapi sudah berkelahi dengan tangan kosong terlihat sangat hebat dimata Skala. "Wah paman Kenz keren sekali." Gumam Skala dalam hati ketika melihat Kenzo berkelahi.


Saat sedang asik memperhatikan Kenzo, tidak sengaja Skala melihat seorang laki-laki sedang bersembunyi dan bersiap untuk menembak Kenzo.


"Paman Kenz dalam bahaya." Skala langsung berlari ke arah Kenzo sambil berteriak, "Daddy awaaaaas!!!!"


Kenzo yang mendengar suara Skala langsung memutar dengan keras leher lawan yang sedang ia hadapi hingga pria itu terkulai tidak berdaya.


Kenzo melihat ke arah Skala namun tiba-tiba sebuah suara tembakan terdengar dan tubuh bocah kecil itu pun roboh karena sebuah timah panas menembus dada nya.


"Skala!!!!!" Teriak Kenzo.


Kenzo pun berlari ke arah Skala sambil terus menghindar dari tembakan yang diarahkan padanya.


Sambil berlari Kenzo melihat pistolnya yang terjatuh ketika ia berkelahi melawan pria tadi. Kenzo dengan cepat mengambil pistol itu dan langsung menembak pria yang sedari tadi menembakinya.


Pria itu tidak sempat menghindari dari tembakan Kenzo yang tepat mengenai Kepalanya.


Kenzo langsung memegang tangan putranya. "Skala.Sadar nak!!" Seru nya panik.


Kenzo mengambil batu es yang ada di dalam bak mandi dan memasukkannya ke dalam sapu tangannya. Dia berharap es ini paling tidak dapat memperlambat darah keluar dari dada Skala karena Kenzo tidak melihat benda lain yang dapat ia gunakan. Dia pun tidak terlalu paham soal ini.


Kenzo melatakan es batu tadi di dada Skal dan menekan nya pelan. "Bagaimana kalau ini malah memperburuk keadaan." Gumam nya panik.


Segara Kenzo memindahkan Skala ke dalam mobilnya dan membawa Skala ke rumah sakit.


Sambil menyetir Kenzo terus menekan es batu yang ada di dada Skala.


Syukurnya ada rumah sakit tidak jauh dari gedung tua itu. Kenzo pun menggendong tubuh mungil itu masuk ke dalam rumah sakit sambil berteriak seperti orang gila.


Perawat pun berdatangan dan mengambil Skala dari tangan Kenzo.


"Cepat selamat kan dia." Ujar Kenzo sambil menitikkan air mata.


Tubuh Skala pun di bawa masuk ke ruangan bedah. Dia harus segera mendapatkan tindakan melihat kondisinya yang sudah sangat kritis.


Kenzo mengambil ponselnya di mobil dan menelpon Jack. Ia meminta Jack untuk memberitahu Alesya. Kenzo takut kalau-kalau Skala membutuhkan donor darah. Darah Alesya pasti cocok dengan Skala.


####


waaaah... kira-kira Skala selamat gak ya??? 🀨


penasaran?. tunggu lanjutannya besok.

__ADS_1


###


jangan lupa untuk like, komen dan juga vote untuk otor ya. biar setiaaap hari otor semangaat up panjang kali lebar.. 😁


__ADS_2