
“Lalu apa kau berpikir kakak kembar mu ini adalah seorang yang bodoh yang dengan begitu saja percaya bahwa Frans adalah kekasih mu?”
“Deg....”
Stephanie langsung terkejut dan mengalihkan pandangan nya ke arah yang berbeda agar sang kakak tidak dapat membaca air muka nya saat ini.
“Lihat aku Stephanie” Seru Stephan dengan suara beratnya.
Dari derap langkah Stephan yang terdengar semakin dekat, Stephanie yakin saat ini Stephan sudah ada tepat di sampingnya.
“Kau baru saja mengenal Frans kan?” Tanya Stephan sambil memegang dagu Stephanie dan mengarahkan wajah cantik saudari kembarnya itu untuk melihat ke arahnya.
Mata Stephanie berkedip berkali-kali. Dia tidak tahu harus berkata apa. Dilihat dari gelagat saudara kembarnya itu, Stephanie yakin Stephan pasti sudah mengetahui segala kebohongannya.. Tapi kalau Stephanie mengakuinya sekarang maka Stephan pasti akan menjodohkannya dengan orang lain. Stephanie harus berpikir cepat dan cermat.
__ADS_1
“jawab aku!” Ujar Stephan dengan tatapan tajamnya pada Stephanie.
“Kau tidak pernah melihat ku membunuh orang tanpa sebab yang jelas kan Stephanie? Apa kau ingin Frans, pria yang secara tidak sengaja kau temui itu menjadi orang pertama yang mengalami hal tersebut?” Ancam Stephan yang terdengar sangat bersungguh-sungguh.
Jantung Stephanie terasa berhenti mendengar ancaman Stephan. Dia tidak pernah melihat Stephan seserius ini bila berbicara dengan nya.
“Apakah Stephan benar-benar serius kali ini?” Seri Stephanie dalam hati.
“Jawab aku Stephanie! Kau tahu aku bukan lah orang yang sabaran kan?” Lanjut Stephan tanpa mengalihkan pandangan nya sedikit pun dari Stephanie.
“Kakak benar. Aku dan Frans tidak lah sepasang kekasih. Kami pun baru bertemu hari ini di butik karena ketidaksengajaan.” Jawab Stephanie yang akhirnya berani untuk berkata yang sebenarnya pada Stephan.
Stephan hanya diam sambil terus menatap Stephanie yang bercerita.
__ADS_1
“Tapi sungguh kak! Aku tidak bermaksud membohongi mu! Itu semua terjadi karena kau memaksa ku menikah dengan seorang pria yang tidak aku cintai!” Tukas Stephanie. “ mana dia adalah seorang bandar narkoba lagi!” Celetuk Stephanie sambil memasang wajah cemberutnya.
“Banda narkoba? Apa kau gila Stephanie! Mana mungkin aku yang seorang komandan militer tertinggi di Rusia bersedia menikahkan adik ku dengan sembarangan orang!” sela Stephan.
“James itu adalah salah satu perwira ku! Dan dia adalah anak salah satu keluarga terpandang di angkatan militer kita. Tidak salah jika kau mengira dia adalah seorang bandar narkoba karena sejak lima tahun yang lalu dia sedang dalam misi penyamaran dalam perdagangan narkoba di kawasan eropa.” Jelas Stephan dengan tatapan tidak percaya ternyata yang membuat adik nya kabur dari pernikahan yang sudah dirancangnya ini adalah hal ini.
“Ya, mana aku tahu..” Ujar Stephanie yang sudah mengetahui kesalahannya.
“Kau!!!” Seru Stephan yang rasanya ingin rasanya menyentil kepala adiknya itu yang dengan seenaknya hanya mengatakan “Ya, mana aku tahu..” setelah perkara besar yang telah di sebabkan nya.
“Tapi kau tidak akan menikahkan ku dengan dia lagi kan?” Stephanie memberanikan diri bertanya pada sang kakak. Dalam hatinya dia benar-benar tidak peduli apakah James adalah seorang perwira yang hebat atau tidak, yang pasti Stephanie tetap kekeuh tidak ingin menikah.
Tapi Stephanie sedikit lega karena kebenaran ini terungkap, itu artinya dia tidak perlu repot-repot memaksa Frans untuk pura-pura menjadi suaminya.
__ADS_1
“Kalau begini mah, mending jujur dari tadi.” Seru Stephanie dalam hati.
***bersambung