
Setelah kondisi kembali kondusif, Kenzo pun melanjutkan rapat dewan direksi. Untungnya semua dewan direksi sepakat untuk mengangkat Alesya sebagai direktur perusahaan itu menggantikan Ronald. Selain karena Alesya memilki jumlah saham tertinggi karena digabungkan dengan saham milik Kenzo, keberadaan Kenzo yang berdiri sebagai orang dibelakang Alesya tentu saja membuat suara semakin bulat untuk Alesya.
"kalau begitu, untuk sementara sebelum kebijakan baru dikeluarkan oleh Alesya sebagai pimpinan perusahaan yang baru, saya rasa semua nya bisa berjalan seperti biasanya." ucap Kenzo sebelum mengakhiri rapat dewan direksi hari itu.
Alesya yang sudah duduk di samping Kenzo tersenyum dengan penuh rasa syukur bahwa hal ini berakhir dengan baik bahkan sangat baik.
Rapat dewan direksi pun ditutup dengan beberapa arahan dari Alesya sebagai pimpinan perusahaan yang baru.
"saya hara kita dapat bekerjasama dengan baik mulai dari sekarang." Ujar Alesya lalu mempersilahkan semua orang untuk bubar.
***
“Kenz, terima kasih.” Alesya menggenggam tangan Kenzo ketika mereka berdua berjalan keluar dari ruangan rapat itu dan menuju ke ruangan direksi perusahaan yang tadinya ditempati oleh Ronald.
“untuk?” Tanya Kenzo pura-pura tidak paham akan maksud perkataan Alesya.
“Untuk segalanya.” Alesya sungguh bersyukur dipertemukan dengan Kenzo dalam hidupnya.
"heeem.. apa kau mengira semua ini gratis nyonya Dayson?" ujar Kenzo sambil menyipitkan matanya. Benar-benar mengisyaratkan kalau dia menginginkan sesuatu dari Alesya sebagai balasan semua perbuatan baiknya hari ini.
Alesya melepaskan genggaman tangannya, dan melihat Kenzo dengan tatapan penuh curiga!.
"apakah kau melakukan ini dengan tersembunyi Kenz?" Alesya yang menangkap maksud candaan Kenzo sebagai sesuatu yang serius, terlihat sangat lucu.
"tentu saja!!" Kenzo tidak menyia-nyiakan moment ini untuk mengerjai istrinya itu.
__ADS_1
"dia sudah cukup lama disamping ku! tapi masih belum bisa membedakan kapan aku serius dan kapan aku sedang bercanda dengan nya." batin Kenzo.
Alesya memandang Kenzo semakin lekat. Ia sangat ingin tahu apa alasan Kenzo sebenarnya membantu dirinya.
"lihat lah wajah mu saat ini!!" Ujar Kenzo. "kalau ada yang melihat nya maka mereka akan berpikir aku ini bukanlah suami mu!!" Lanjut Kenzo. "apa kau selalu seserius ini nyonya Dayson?" sambung Kenzo, mencair suasana yang tadinya sempat menegang bagi Alesya.
"issahh!! tega nya kau mengerjai ku Kenzo Dayson!!" Jerit Alesya sambil mencubit pinggang Kenzo.
"hei... hei!! hentikan! apa kau tidak malu jika ada pegawai mu yang melihat tingkah mu ini nyonya Dayson?" Kenzo menangkap tangan Alesya dan mengaitkan tangan itu ke pinggang nya
"Kenz!! apa yang kau lakukan?? ini baru akan sangat memalukan jika ada yang melihat kita!!" ujar Alesya pada Kenzo. Tapi hal itu tentu saja hanya sebatas perkataan Alesya sebab dia sendiri sangat menikmati moment itu seperti halnya Kenzo.
"kau ini nyonya Dayson, lain di mulut dan lain di hati. Mulut mu berkata malu tapi hati mu berkata ingin." goda Kenzo.
“Kau itu adalah istri ku nyonya Dayson, tentu saja aku akan selalu ada untuk mu.” Timpal Kenzo sambil mencium pucuk kepala Alesya.
"tapi aku tetap harus mengucapkan rasa terima kasih ku pada mu." Alesya menatap lekat manik mata Kenzo yang jaraknya hanya sejengkal dari matanya.
"kalau kau sudah berniat begitu maka kau harus melakukan nya dengan benar.." Kenzo menarik tubuh Alesya mendekat padanya.
Alesya tentu saja paham maksud perbuatan Kenzo ini, dan Alesya pun mulai semakin mendekat untuk mencium Kenzo namun ketika jarak mereka hanya tinggal sebatas udara yang tak kasat mata tiba-tiba...
"kadang hidup sebagi Jomblo itu memang harus banyak-banyak mengurut dada!!"Seru jack yang tiba-tiba sudah ada disekitar Kenzo dan Alesya. "apalagi kalau di dalam zona kasmaran seperti ini. Sakit nya tuh di sini!!!" Goda Jack, dan langsung ngacir sebelum ditampol oleh bosnya.
Kenzo dan Alesya yang mendengar suara seseorang dari belakang langsung mengatur jarak diantara mereka.
__ADS_1
"apa yang ku pikirkan!!" rutuk Alesya dalam hati. "jelas-jelas ini masih di kantor!!!" Alesya sungguh menyesal terbawa suasana.
Kalau Alesya kagok karena terpergok oleh Jack, Kenzo malah sebaliknya. Dia terlihat sok cool sambil merapikan bajunya dan bersikap tidak terjadi apa-apa.
Alesya hanya bisa geleng-geleng sambil tersenyum melihat Kenzo... "bisa-bisanya dia sok cool setelah ketahuan seperti tadi.."
Alesya menunda memberikan ucapan terimakasih nya pada Kenzo. Kini lebih aman jika mereka langsung menuju ruangan kerja Kerja Alesya dari pada kepergok oleh pegawai lainnya.
Ketika Alesya dan Kenzo merasakan hari yang sangat luar biasa menyenangkan hari ini sebab segala sesuatu nya berjalan sesuai rencana bahkan terlalu mulus untuk sebuah hal yang diduga akan membutuhkan banyak sekali rintangan, beda kisah dengan Agnez yang juga turut menonton siaran langsung antara ibu dan ayahnya melalui ponsel yang diberikan oleh Jasmin.
Jasmin yang merasa perseteruan Jenny dan Ronald yang ditayangkan secara live untuk dapat membuat Agnes menjadi semakin terpuruk dengan senang hati datang ke kamar Agnez dan memperlihatkan hal itu pada Agnez.
“ternyata semua anggota keluarga mu sama busuknya dengan diri mu Agnez!” seru Jasmin dengan nada mengejek. “ benar kata pepatah, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Seharusnya melihat kelakuan mu ini, aku sudah bisa menebak bagaimana kelakuan kedua orang tua mu. Gen itu memang tidak bisa di bohongi.” Jasmin terus saja mengeluarkan kata-kata yang menyakiti Agnez. Sedangkan Agnez hanya bisa terduduk lemas. Kemana lagi ia harus mengadu sekarang. Setelah video itu tersebar luas, hanya menghitung hari saja ayah dan ibu nya di tangkap oleh polisi atas banyak sekali tuduhan yang kejahatan yang mereka lakukan di masa lalu pada mendiang ibunya Alesya.
Ingin rasanya Agnez menangis saat itu juga. Tapi dengan menangis dia malah mewujudkan tujuan kedatangan Jasmin ke kamarnya. Jadi walaupun berat Agnez tetap menahan agar air mata nya tidak membasahi pipinya.
“Kini kau benar-benar sebatang kara Agnez.” Seru Jasmin. “aku rasa tuan Puji pun akan segera menceraikan mu.” Ujar Jasmin lalu beranjak keluar dari kamar Agnez.
Sekeluarnya Jasmin dari kamar itu, pertahanan Agnez langsung roboh. Dia menutup mulutnya agar suara tangisnya tidak terdengar keluar dari kamar nya.
“aku harus bagaimana sekarang?” ucap Agnez tersedu-sedu. Keluarga nya saat ini benar-benar sudah hancur. Tuhan sungguh sudah mengembalikan semua perbuatan mereka pad Alesya plus dengan bunga-bunga nya selama ini.
Agnez yang larut dalam kesedihannya hanya bisa meringkuk di atas ranjang nya itu.
***bersambung...
__ADS_1