Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 34 #Saling tikam#2


__ADS_3

“Tuan Ronald!! Tolong jaga sikap mu!!” Seru Kenzo, marah. Dia tidak terima kalau ada perkataan buruk yang ditujukan pada Alesya walaupun dia tahu Alesya saat ini hanya sedang berakting menjadi wanita lemah.


“Maafkan aku Kenz! Tapi aku benar-benar putus asa!!!” Ujar Ronald sambil melonggarkan dasinya.


Kenzo menatap Ronald dengan tatapan dinginnya, “ini adalah saat yang aku nanti-nanti..!!” seru Kenzo dalam hati.


“Jack, ..” seru Kenzo.


Jack pun mengeluarkan beberapa lembar dokumen yang terletak di dalam sebuah map dan memberikan kepada Ronald.


“Ini adalah persyaratan dari ku.” Ujar Kenzo blak-blakan.


“bagaimana pun aku adalah seorang pengusaha. Dalam dunia ku tidak mengenal hubungan keluarga.” Ucap Kenzo, dengan suara yang tenang.


“Kau sudah mempersiapkan ini?” Ujar Ronald sambil mengangkat lembaran kertas yang berisi perjanjian itu.

__ADS_1


“kau jangan salah paham. Sebagai pengusaha aku tentu sangat mengerti maksud undangan dari asisten mu semalam. Itulah mengapa aku meminta asisten ku menyelidiki hal ini dan membuat analisa keadaan perusahan Diningrat hingga perhari kemaren. Dari hasil analisa itulah aku dapat menyimpulkan bahwa kau akan meminta ku yang selama ini adalah partner perusahaan Diningrat sekaligus pemegang saham nomor tiga di perusahaan ini serta menantu mu untuk menjadi investor utama dari perusahaan Diningrat yang kalau tidak segera mendapatkan asupan dana hanya akan tinggal nama.” Jelas Kenzo panjang kali lebar.


“silahkan kau baca dulu persyaratan dari ku.”


Alesya terkejut melihat sisi Kenzo yang satu ini. Selama ini Alesya belum pernah melihat bagaimana Kenzo ketika menangani negosiasi seperti ini. Aura seorang pengusaha terpancar jelas dari diri suami nya itu.


Untuk sesaat Alesya sangat terpesona dengan diri Kenzo. Namun lamunannya langsung buyar ketika tiba-tiba Ronald melempar semua kertas-kertas itu ke atas meja.


“apa maksud ini semua Kenzo Dayson!!!!!” bentak Ronald.


“Itu sama saja kau mengambil alih perusahaan ku!!!” Kecam Ronald yang langsung emosi setelah membaca persyaratan yang Kenzo ajukan.


“tentu saja berbeda.” Jawab Kenzo dengan suara beratnya.


“Aku tidak meminta mu untuk mengalihkan perusahaan mu pada ku. Hanya hanya meminta mu menyerahkan saham milik Agnez dan Jenny pada Alesya. Lagi pula setahu ku dia tidak memiliki saham sama sekali di perusahan Diningrat. Padahal tadi kau mengatakan kalau perusahaan ini adalah peninggalan kakek Aleysa.” Balas Kenzo dengan entengnya.

__ADS_1


“jadi aku rasa tidak ada masalah jika aku mengajukan persyaratan itu sebagai pertukaran kali in. Toh baik Alesya maupun Agnez, mereka berdua adalah putri mu. Semua ini hanya akan berputar-putar disekitar mu.” Kenzo berusaha meyakinkan Ronald kalau tidak ada yang perlu Ronald takutkan dengan pengalihan saham itu.


“Aku akan membantu perusahaan Diningrat stabil seperti sebelumnya.” Lanjut Kenzo. Wajah nya terlihat sangat tenang sedangkan Ronald tentu saja terlihat tidak ikhlas. Dia takut kalau seandainya Alesya berbelok dan menusuknya dari belakang seperti yang dilakukan oleh Jenny dan Agnez maka ia akan benar-benar kehilangan segalanya. Sebab Penggabungan saham yang sudah di miliki oleh Kenzo dan saham yang akan dialih nama kan ke Alesya akan mencapai 65% total saham. Itu artinya mereka berdua lah yang akan menjadi pemilik perusahaan ini.


Tapi kalau Ronald tidak menyetujui hal ini maka perusahaan ini hanya tinggal menghitung hari untuk gulung tikar.


Ronald masih belum bisa memutuskan. Kedua hal ini sama-sama tidak menguntungkan baginya.


“bagaimana?” tanya Kenzo pada Ronald. Kenzo tidak boleh memberikan waktu yang lama untuk Ronald berpikir.


Alesya memperhatikan Ronald dan Kenzo bergantian. Sejujurnya Alesya juga terkejut dengan hal yang dilakukan oleh Kenzo. Ini benar-benar diluar ekspektasi nya. Dalam pikirannya hanya ada pilihan membantu dan tidak membantu tapi di dalam pemikiran Kenzo malah sebaliknya, dia dapat menembak dua burung dalam satu kali tembakan. Menyelamatkan perusahaan dan mengembalikan perusahaan pada nya. Kenzo memang bukan sembarang orang, pikir Alesya.


"kau sungguh membuat ku terkejut tuan Kenzo Dayson?" gumam Alesya dalam hati, senang karena memiliki pria yang luar biasa dalam hidupnya.


***bersambung..

__ADS_1


__ADS_2