Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 44#Ujian Cinta #15


__ADS_3

“hallo paman.” Sapa Kenzo begitu menerima panggilan itu. Feeling Kenzo mengatakan ini pasti ada kaitannya dengan kedatangan Mai ke rumah nya.


“Hallo Kenz. Maaf mengganggu waktu istirahat mu. Bagaimana kabar mu Kenz.” Romano pun membuka pembicaraan itu dengan sedikit berbasa basi.


“Aku baik-baik saja paman.”Jawab Kenzo datar. Dia sudah bisa menebak apa yang akan Romano bicarakan dengannya. Tapi tentu saja tidak sopan jika dia langsung menembak maksud dari telpon pamannya ini.


Kenzo dapat dikatakan sangat jarang berbicara dengan ayah Mai ini. Baik dulu ketika Mai dan Kenzo masih tinggal di kota J bahkan ketika ayahnya Mai ini menikah ibunya Dyana, yang kalau dalam silsilah keluarga Kenzo maka Romano ini adalah kakeknya.


“Kenz, dapat kah kita bertemu? Kebetulan aku sedang berada di kota A saat ini.” Ujar Romano beralasan pada Kenzo, Padahal kenyataan dia memang langsung terbang ke kota A dari Australia begitu mengetahui Mai tidak bisa di larang untuk datang ke kota A.. Romano takut terjadi sesuatu yang buruk dengan Mai, sebab Mai sebelum datang ke kota A sedang menjalani Kemo untuk penyakit kanker yang Mai idap.


“Paman Romano sudah ada di kota A?” Seru Kenzo dalam hati. Kenzo semakin yakin, pasti tujuan paman Romano mengajak bertemu berkaitan dengan Mai.


“ajak juga istri mu Kenz. Ada hal yang ingin aku bincangkan dengan kalian berdua.” Lanjut Romano.


Kenzo melihat ke arah Alesya yang terlihat penasaran akan jawaban yang akan Kenzo berikan. Walaupun Kenzo tidak men-speaker kan telpon itu tapi karena Alesya duduk pas didepan Kenzo maka Alesya juga dapat mendengarkan apa yang dikatakan oleh Romano, meski samar-samar.

__ADS_1


“Kalau paman akan berbicara tentang Mai, maka mohon maaf paman, tidak ada yang mesti kita bicarakan. Aku sudah menjelaskan semuanya langsung pada Mai. Dan dia juga sudah bertemu dengan istri ku. Aku yakin Mai pasti akan memahami hal itu.” Jawab Kenzo, tegas tapi tetap sopan.


Terdengar Romano menarik nafas nya berlahan. “Aku memang ingin berbicara tentang Mai pada mu dan istri mu Kenz. Tolonglah, sekali ini saja Kenz, beri aku kesempatan untuk bicara pada kalian berdua. Apapun keputusan yang akan kalian ambil setelah mendengarkan cerita ku nanti, itu aku kembalikan sepenuhnya pada kalian berdua. Tapi sangat penting bagi ku untuk menceritakan semua ini pada mu. Jadi aku mohon kau dan istri mu bersedia untuk datang Kenz.” Romano benar-benar berharap Kenzo tidak akan menolak nya.


Kenzo melihat Alesya mengangguk seakan-akan menyuruh Kenzo untuk menyetujui permintaan Romano untuk berjumpa.


Sebelum memberikan jawaban pada Romano, Kenzo menatap Alesya dalam-dalam seolah berkata, "apa kau yakin ingin berjumpa dengan paman Romano?"


Seolah paham dengan maksud tatapan dari suami nya itu, Alesya pun memegang tangan Kenzo dan kembali mengangguk kan kepala nya, tanda dia ingin Kenzo dan dirinya bertemu dengan Romano.


Kenzo hanya bisa menghembuskan nafas pelan.. Kalau memang Alesya berkeinginan untuk memenuhi undangan itu, maka Kenzo terpaksa untuk bersedia ikut memenuhi undangan itu.


"Kalau kau tidak sibuk, dapat kah kita bertemu sekarang di hotel tempat aku menginap? aku akan menunggu kau dan istri mu di kamar ku.Tapi aku mohon jangan katakan apapun pada Mai tentang keberadaan ku di kota ini." Ujar Romano panjang kali lebar.


"Baiklah kalau begitu. Kirimkan saja alamat hotel beserta nomor kamar tempat paman menginap. Setelah mengganti pakaian kami akan ke tempat itu." jawab Kenzo sambil menatap Alesya dengan tatapan yang Alesya tidak pahami maknanya.

__ADS_1


"terima kasih Kenzo!! Aku sungguh berterima kasih karena sudah bersedia untuk datang menemui ku." ujar Romano penuh syukur.


"baiklah paman. Sampai ketemu nanti."


"Ya, sampai bertemu nanti Kenzo!" Romano pun menutup telpon ini.


Kenzo meletakan ponselnya di samping nya dan menatap Alesya. "mengapa kau bersedia untuk datang Alesya?" Kenzo sungguh tidak mengerti jalan pikiran istrinya ini. Kalau dia yang ada diposisi Alesya saat ini maka sudah pasti dia tidak akan menemui ayahnya Mai. Karena sudah jelas sekali, niat Romano untuk mengajak mereka ketemuan pasti dalam rangka membujuk Kenzo dan Alesya untuk menerima Mai dalam kehidupan rumah tangga mereka.


"Bukankah tuhan menciptakan telinga pada kita agar kita menggunakan nya untuk mendengar Kenz? Baru setelah itu, setelah kita mendengarkan semua nya, kita serahkan kepada hati kita untuk menentukan mana yang terbaik tanpa ada yang tersakiti. Sehingga keputusan yang kita ambil nanti nya tidak berdasarkan logika semata, tapi juga berdasarkan pertimbangan dari hati di sana. " Terang Alesya dengan penuh pengertian.


"aku tidak tau apakah istri ku ini terlalu naif? terlalu bodoh? atau terlalu baik? Bagaimana bisa-bisa nya kau memilih untuk tetap berpikir dengan jernih secara jelas-jelas ada wanita di balik pintu ini yang sudah bersiap-siap untuk mengambil suami mu dari tangan mu Alesya." Ujar Kenzo yang geram dengan watak istrinya ini.


Kenzo bahkan sempat berpikir apakah aksi balas dendam Alesya akan tetap berjalan sempurna tanpa campur tangan nya jika hati Alesya selembut ini. Selalu memikirkan orang lain untuk setiap langkah yang akan di ambil. "apa jadi nya diri mu tanpa diri ku sayang?" Seru Kenzo dalam hati menatap istrinya dengan penuh rasa heran atas sikap istrinya ini.


"Sayang.. terkadang kau juga ingat, tuhan selain menciptakan telinga untuk banyak mendengar dan hati untuk selalu merasakan mana yang baik dan mana yang buruk, tuhan juga menciptakan otak yang berfungsi sebagai rambu-rambu untuk hati dalam pengambilan keputusan nya. Bahkan aku juga yakin tuhan berpesan pada telinga, hati dan otak untuk saling bergandengan dalam mengambil keputusan. Jadi tidak ada keputusan yang terlalu menggunakan hati ataupun keputusan yang terlalu menggunakan logika benar salah nya si otak. Semuanya adalah keputusan berdasarkan pertimbangan antar apa yang didengar telinga, dirasakan hati dan di satukan oleh otak. Apa kau paham sayang?"tanya Kenzo di akhir penjelasan panjang nya.

__ADS_1


**bersambung


besok senin! jangan lupa vote untuk otor ya cinto...


__ADS_2