Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 49# menuju pernikahan#1


__ADS_3

Keesokan hari nya..


"Frans, maaf aku tidak bisa membantu mu. Aku sudah berkali-kali masuk ke kamar paman tapi aku tidak bisa mengambil hal yang kau minta kemarin." ujar Alesya dengan nada menyesal pada Frans melalui telepon.


Tidak terdengar jawaban dari Frans untuk beberapa saat.


"Frans?" panggil Alesya karena Frans diam.


"Heem.. tidak apa-apa Alesya. Aku akan mencari cara lain nanti." Jawab Frans akhirnya.


"baiklah. Frans, aku sungguh minta maaf. Andaikan ada hal lain yang bisa aku bantu jangan ragu untuk menghubungi ku" Ucap Alesya.


"Begitu aku mendapatkan kan ide yang lain...aku pasti akan menghubungi mu." Tukas Frans


"Baiklah. ." jawab Alesya dan menutup telepon Frans.


***


"Frans.. apakah kau jadi pergi bersama Dyana? Kalau tidak hari maka tidak akan sempat lagi untuk fitting pakaian kalian." ujar Nania pada putra nya dari balik kamar Frans.


"Iya Nyonya Aksena..tunggu saja di bawah. Aku akan segera turun." jawab Frans pada ibunya.


"Heem.... apa yang harus aku lakukan sekarang?"Frans bolak balik di dalam kamarnya.


"Aku harus bisa mencari cara" Gumam Frans sambil bolak balik.


"heeem..." Frans terus berpikir, mencari solusi untuk rencana.

__ADS_1


"Ha!!" Sebuah ide muncul di otak Frans.


"Bawakan perban ke kamar ku." Perintah Frans pada pelayannya. Lalu dia pun mengirim sebuah pesan ke Alesya.


"Semoga rencana ku kali ini tidak gagal lagi." gumam Frans dengan wajah terlihat begitu ikhlas.


***


"Frans?!!! tangan mu kenapa?" tanya Nania begitu melihat kondisi Frans yang turun dengan tangan di balut perban.


"Tadi aku terjatuh dan tangan ku seperti nya terkilir." Jawab Frans plus dengan wajah meringis nya.


"Jatuh? Kau jatuh dimana??" tanya Dyana yan. juga heran mengapa Frans tiba-tiba cedera.


"Lalu apa kita akan jadi pergi?" Tanya Dyana lagi tanpa menunggu jawaban dari Frans


"Tentu saja.. ini bukan lah masalah sama sekali." Jawab Frans, tersenyum.


"Kalau kalian butuh bantuan kami, aku dan ibu mu bisa ikut bersama."Tawa Mary


"Tidak perlu sebab sudah ada kenalan ku yang akan membantu kami disana." Jelas Frans dengan yakin.


"kenalan? Siapa Frans?" Tanya Nania.


"Ibu tidak perlu khawatir... sungguh. Dyana akan aman bersama ku." Ujar Frans.


Dengan sebelah tangan Frans mendorong kursi roda Dyana.

__ADS_1


"Kalau tangan mu sakit . . aku rasa kita tidak perlu pergi untuk mencoba gaun pengantin itu.," ujar Dyana yang sebetulnya nya memang sangat malas untuk pergi ke butik bersama Frans.


"Kau bercanda?! Memang nya kau mau memakai gaun yang tidak sesuai dengan ukuran tubuh mu pas hari pernikahan mu?!" Seru Frans dan membantu Dyana untuk masuk ke dalam mobil.


"Pegangan ke bahu ku.." Perintah Frans pada Dyana.


"Tapi kan tangan mu sakit Frans? Tangan mu akan bertambah sakit kalau aku bertumpu disana." tolak Dyana. Dia tidak ingin membuat keadaan Frans menjadi bertambah parah.


"Dyana...tangan ku yang sakit itu hanya yang ini. Tidak disini. Kau jangan khawatir. Aku ini pria yang kuat." jawab Frans sombong.


Akhirnya Dyana pun masuk ke dalam mobil dengan berpegang pada bahu Frans.


***


"Selamat siang tuan .." Ujar Salah seorang staff di butik itu pada Marcus yang terlihat kesal.


"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya staff itu sekali lagi


"hamm... ya.. heem...aku ada janji dengan teman ku di sini. Tapi seperti nya dia belum datang." jawab Marcus kikuk.


"Kenzo ini dimana? padahal aku sangat jelas mendengar kalau Alesya mengatakan Kenzo meminta ku menemani untuk mengukur Jas barunya." gumam Marcus dalam hati sambil terus menelpon telpon Kenzo yang ternyata dalam keadaan mati.


"Apa yang kau lakukan disini Marcus?"Tanya Frans yang tiba-tiba muncul dari belakang.


"Frans? Dyana...?" seru Marcus kaget melihat Frans dan Dyana ada di butik yang sama dia menunggu Alesya.


**bersambung..

__ADS_1


😎😎😎


*Tuliskan pendapat mu tentang karya otor yang ini ya.. *biar kalau karya ini tamat bisa jadi bahan refleksi bagi otor. Terima kasih * dan jangan lupa untuk like dan Vote nya.


__ADS_2