Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 44#Ujian Cinta #18


__ADS_3

Dyana dan Mai cukup lama berdebat. Saking sudah lama dan asiknya berdebat, Dyana dan Mai tidak menyadari kalau Kenzo dan Alesya sudah berdiri tak jauh dari mereka saat ini.


“Apa yang kalian lakukan!!!” Seru Kenzo yang entah sejak kapan berdiri di situ bersama Alesya.


“Apa Kenzo mendengarkan semua yang aku katakan tentang istrinya?” Hati Mai sedikit panik tapi dia tetap memasang wajah cool nya, pura- pura tidak ada yang terjadi antara dia dan Dyana.


“Dan kau Mai!! Bukan kah aku sudah sangat jelas mengatakan pada mu tadi kalau kau harus pulang ke Australia hari ini juga!!” tegas Kenzo, menatap Mai dengan tatapan dinginnya seakan mampu menembus jauh ke dalam mata Mai.


“Heem.. aku tidak mendapatkan tiket pesawat pulang Kenz..” Ujar Mai bohong, dia bahkan sama sekali tidak mengecek penerbangan ke Australia hari ini setelah Kenzo menyuruhnya pulang tadi.


“Kalau begitu aku akan meminta Jack untuk menyiapkan pesawat pribadi ku guna mengantarkan kau pulang ke Australia sekarang. Jadi kau segera ambil barang-barang mu dan tunggu Jack datang menjemput mu kemari.” tegas Kenzo. Kenzo benar-benar tidak boleh kehabisan akal untuk mengalahkan taktik murahan yang dimainkan oleh Mai.


Kenzo pun mengluarkan ponselnya dan meminta Jack untuk mempersiapkan pesawat saat ini juga.


Mai yang melihat Kenzo menelpon Jack langsung gusar. "Tapi ini sudah sangat sore Kenz." Tukas Mai

__ADS_1


"Aku rasa sebaiknya aku menginap saja di tempat mu malam ini. Aku yakin di sini ada banyak sekali kamar kosong. Aku bisa menggunakan yang mana saja yang kau berikan untuk ku.” Celetuk Mai seenaknya. Dia berkata seakan-akan Kenzo akan mengabulkan permintaan nya yang tidak masuk akal itu. "sudah jelas - jelas datang ke rumah Ku untuk menghancurkan rumah tangga ku dan Alesya, kini bisa-bisa dengan mudah meminta untuk menginap di rumah ini. Benar-benar wanita ini sudah gila!!" Seru Kenzo dalam hati.


“Dia benar-benar tidak tahu malu.” Dyana pun ikut bergumam di dalam hati, merasa sangat malu dengan tingkah saudari tiri nya itu.


“tidak!! Aku tidak memperbolehkan kau untuk menginap di rumah ku malam ini. Pilihan mu hanya dua Mai. Kau pulang ke Australia dengan menggunakan pesawat pribadi ku sekarang juga!! atau, kau silahkan tinggalkan rumah ini dan menginap di hotel atau tempat lain, terserah! Aku tidak peduli.” Ucap Kenzo dingin. Dia benar-benar ingin Mai menghilang dari pandangan nya.


Alesya melirik Kenzo dan Mai bergantian. Sebenarnya sempat terbersit di dalam pikiran Alesya untuk menahan Mai agat tetap tinggal di sini mengingat Mai saat ini sedang sakit. Tidak mungkin kan untuk menyuruh Mai pergi dalam kondisi seperti itu. Bagaimana kalau terjadi hal yang buruk dengan Mai di luar sana. Tapi sisi lain, Alesya juga sedikit jengkel pada Mai yang baru saja menyebut nya dengan sebutan wan*ta murahan.


Alesya kembali melihat ke arah Kenzo yang berdiri di samping nya. Alesya sadar, Kenzo sengaja memberi Mai pilihan itu karena Kenzo juga pasti kesal dengan ucapan Mai tadi.


"sebaik nya aku diam saja." batin Alesya, tidak ingin ikut campur.


Hanya saja memilih salah satu dari kedua pilihan yang diberikan oleh Kenzo juga tidak menguntungkan bagi Mai. Apapun pilihan yang dia pilih hasilnya akan tetap sama saja, yakni dia harus keluar dari rumah itu. Dan Mai tidak ingin kalau dirinya sampai keluar dari dalam rumah Kenzo. Dalam pikiran Mai, untuk dapat merebut kembali Kenzo maka paling tidak dia harus bisa tinggal satu atap dengan Kenzo.


Kini Mai mengalihkan pandangan ke Alesya setelah yakin kalau Kenzo akan tetap pada pada keputusan nya semula. Mai yakin, hanya Alesya yang dapat membuat Kenzo berubah pikiran sehingga membiarkan tinggal bersama mereka.

__ADS_1


"Alesya... " panggil Mai. Dia terpaksa meminta bantuan dari Alesya jika ingin tetap bertahan di rumah Kenzo. "aku mohon, izinkan aku untuk menginap di sini semalam saja.????" Ujar Mai, tidak tahu malu. Tadi jelas-jelas sudah menghina Alesya, sekarang malah meminta pertolongan Alesya.


Dyana melirik Mai sambil mendengus kasar. "Benar-benar tidak tahu malu!!!!" gumam Dyana.


Sebenarnya Dyana ingin melarang Alesya tapi setelah melihat Kenzo menggenggam erat tangan Alesya, Dyana merasa itu tidak perlu lagi untuk dia lakukan. Kenzo sudah memberi kode pada Alesya melalui genggaman tangannya itu.


Alesya kembali melirik suami nya itu, yang berdiri tegap dengan ekspresi ibarat pangeran dari negeri


es saking dinginnya pandangan yang Kenzo berikan pada Mai.


Lalu Alesya melihat ke arah tangannya yang di genggam oleh Kenzo dengan erat. Alesya tahu itu adalah kode yang Kenzo berikan agar dia tidak berbicara yang bertentangan dengan apa yang Kenzo katakan tadi.


"Maaf Mai.. tapi tidak ada yang dapat aku katakan jika Kenzo sudah mengambil keputusan seperti tadi. " jawab Alesya.


"Cih!! sudah ku duga!!Dasar wanita lemah!!" celetuk Mai pada Alesya yang menurut Mai tidak berani untuk mengungkapkan pendapat nya.

__ADS_1


"Jaga mulut mu Mai!!!" Bentak Kenzo, benar-benar marah, karena Mai kembali menghina Alesya. Bahkan kali ini tepat berada di depan hidung Kenzo.


**bersambung...


__ADS_2