
“Ayah.. kau jangan marah-marah!! Jangan semua penyakit mu kaget dan kambuh!” Timpal Alesya. Dia berinisiatif untuk langsung menjawab perkataan ayahnya setelah dia melihat wajah Kenzo yang langsung berubah setelah mendengar perkataan ayahnya.
“Alesya! Katakan pada suami mu!! Dia jangan coba-coba untuk membujuk cucu ku ini supaya tinggal bersama nya. Dan katakan juga pada nya, dari pada dia sibuk membujuk Skala untuk tinggal di kota A, aku rasa lebih baik jika dia lebih berusaha untuk memberikan Skala seorang adik sehingga kalian tidak merasa kesepian di sana.” Tukas Aldion seenak dengkulnya.
Wajah Alesya langsung memerah mendengarkan perkataan ayah nya barusan. Lidah nya terasa kelu. Tidak tahu harus menjawab apa. Di sangat malu pada Kenzo. Bisa-bisa nya sang ayah berkata begitu di depan suami nya. "ayah!! kau sungguh membuat ku malu!!" Seru Alesya dalam hati.
“Skala itu kan putra ku! Kenapa malah aku yang dimarahi?” Ujar Kenzo dengan emoticon menangis di hatinya. "lagi pula dia bisa mengatakan langsung semua hal itu pada ku! Tidak perlu pakai perantara Alesya."Kenzo menghela nafas, tidak abis pikir dengan tingkah mertuanya ini.
“Ayah!! Kau ini kalau bicara suka tidak di filter terlebih dahulu!!” Seru Alesya yang masih malu dengan perkataan ayahnya.
“kenapa aku harus memfilter perkataan ku! Aku merasa tidak ada yang salah dengan ucapan ku barusan.” Aldion benar-benar tidak merasa ada yang salah denga ucapannya.
Alesya dan Kenzo pun hanya bisa saling pandang. Memang benar tidak ada yang salah dengan perkataan Aldion. Satu-satu nya hal yang salah disini ialah Aldion berbicara di depan Skala, Damian dan Rose. Dan mungkin saja ada beberapa pelayan yang juga sedang ikut mendengar pembicaraan itu.
“benar Alesya! Kami juga sudah tidak sabar untuk mendengar kabar baik dari kalian.” Imbuh Rose dari belakang.
"jangan kan kalian, aku dan Kenzo pun sangat menginginkan seorang adik untuk Skala." ucap Alesya dalam hati.
“nenek benarkan Skala sayang?” Terdengar suara Rose yang sedang meminta pembenaran atas perkataannya pada Skala.
“Ya, benar nek!” jawab Skala riang pada Rose yang juga dapat didengar oleh Alesya dan Kenzo dari ujung telpon itu.
“kau dengar itu Kenzo Dayson! Skala juga mengatakan kalau dia tidak sabar untuk punya seorang adik! Jadi kau harus berusaha dengan keras!! Kalau perlu...-"
Ucapan Aldion terpaksa berhenti sebab Alesya menginterupsi perkataanya.
__ADS_1
"Ayah Please!!!" ujar Alesya cepat, sebelum ayahnya berkata yang bukan-bukan di depan Skala.
Perkataan Aldion benar-benar membuat wajah Kenzo dan Alesya memerah. Memangnya kapan mereka tidak berusaha dengan keras. Tapi kalau dikatakan seperti itu di depan umum tentu saja mereka menjadi sangat malu.
“kau tenang saja ayah.. dalam bulan ini kami akan segera memberikan mu kabar bahagia itu!!” jawab Kenzo asal. Dia sengaja mengatakan itu untuk menyumpal mulut semua orang. Terutama ayah mertua nya itu, yang dia rasa sedikit lebih cerewet saat ini bila dibandingkan ketika ia dan Alesya datang ke kota J beberapa waktu lalu.
“Akan ku tagih perkataan mu itu Kenzo Dayson!!” Aldion langsung menyambut kata-kata yang dilontarkan oleh Kenzo barusan.
Alesya yang merasa kalau hal itu tidak mungkin terjadi langsung mencubit pinggang Kenzo,”apa yang kau katakan?? Bulan ini?” Seru Alesya sambil berbisik.
“tentu saja bulan ini sayang! Kalau perlu kita kejar tayang!” jawab Kenzo seeanaknya hingga membuat dia harus kembali merasakan cubitan Alesya.
“Eeeheem.. heemm!! Kalian harus berbisik sedikit lebih jauh lagi dari ponsel itu. Kami dapat mendengar dengan jelas semua yang kalian katakan.” Ucap Aldion dengan suara beratnya.
“iish!! Itu semua karena mu Kenz!!” Aleysa kembali mencubit Kenzo.
"Daddy.. apa maksud kejar tayang itu?" Tanya Skala dengan polos nya. Dari sekian banyak buku yang dia baca dan hal yang dia dengar tapi tidak ada satu pun yang menggunakan istilah itu.
Alesya langsung melotot pada Kenzo seolah berkata, "bagaimana kau akan menjelaskan hal ini pada putra mu tuan Dayson?"
"eehmm.. Skala, aku ada sedikit pekerjaan. Aku akan menelpon mu nanti!" Kenzo terpaksa harus segera mengakhiri pembicaraan nya dengan Skala sebelum anak itu bertanya lebih banyak lagi.
"Ini semua karena mu ayah!!!" Seru Kenzo dalam hati.
"Apakah pekerjaan mu itu ada kaitannya dengan kejar tayang ayah?" Tanya Skala, auto membuat Kenzo terbatuk-batuk sementara Aldion, Damian dan Rose tertawa lepas.
__ADS_1
"Ska sayang. Nanti mommy telpon lagi ya.. bye sayang." Alesya langsung mengambil ponsel dari tangan Kenzo dan menggantikan Kenzo untuk berbicara.
"Baik lah kalau begitu Mommy! See you mom.. dad. Love you!" Skala pun menutup panggilan itu.
Alesya langsung turun dari tempat tidur dan mengambilkan segelas air untuk Kenzo.
"Ini minum dulu..." ucap Alesya dan menyerahkan gelas itu pada Kenzo.
"Terima kasih sayang." jawab Kenzo.
Setelah Skala menutup panggilan itu.. Kenzo baru bisa bernafas lega. Dia benar-benar lupa kalau putra nya itu sangat kritis.
"lain kali kau jangan mengeluarkan istilah-istilah yang aneh-aneh tuan Dayson!!" sindir Alesya yang tahu kalau Kenzo kali ini benar-benar merasa kapok sudah sembarangan bicara.
"ini semua adalah salah ayah! Dia dulu yang memancing ku dengan berbicara mengenai topik itu." jawab Kenzo dengan wajah juteknya.
"bisa-bisanya kau menyalahkan ayah.. sudah jelas.. " ucapan Alesya kembali terhenti sebab ponsel Kenzo kembali berbunyi.
"Apa Skala yang menelpon lagi?" tanya Alesya, heran mengatakan putranya kembali menelpon mereka.
Kenzo menggeleng setelah dia melihat siapa nama yang muncul di ponselnya. "bukan.. ini bukan dari Skala... ini dari paman Romano." Jawab Kenzo, yang terbiasa memanggil Romani dengan sebutan paman sebab sebelum Romano menikah dengan adik kakeknya, dia merupakan ayah dari temannya, yakni ayahnya Mai.
***bersambung..
kira-kira kenapa ya ayahnya Mai menelpon Kenzo?
__ADS_1
tuliskan tebakan mu di kolom komentar.. dan jangan lupa untuk selalu like setelah membaca setiap bab yang Otor tulis.. terima kasih...