
"Apakah dengan minum-minum di tepi pantai ini dapat menyelesaikan semua permasalahan mu?!" Seru Marcus yang berdiri tepat di belakang Kenzo. Semilir angin di tepi laut itu menyapa wajah tampan kedua pria itu.
Kenzo menoleh ke arah Marcus.. "pergilah dari sini.. aku tidak ingin bertemu dengan mu!!" ujar Kenzo yang mulai ragu kalau Marcus terlibat dalam kecelakaan itu.
Kenzo kembali meminum minuman yang ada ditangan nya. Semenjak tahu bahwa apa yang ada di dalam ingatan nya tidak lebih dari buih-buih di lautan luas itu, Kenzo pun enggan percaya dengan apa yang dia ingat tentang Marcus.
"Berhenti minum minuman itu Kenz!!" Marcus merebut minuman itu dari tangan Kenzo lalu melempar minuman itu jauh ke tengah lautan.
Kenzo menatap Marcus dengan tatapan marah. karena telah membuang satu-satunya hal yang bisa membuat nya tenang saat ini.
"Bukan kah saat ini seharusnya kau sudah membuat perhitungan dengan ku! Aku yang telah menyebabkan kau dan kedua orangtuamu mengalami kecelakaan itu!!" ujar Marcus sengaja memancing Kenzo ke jalan yang telah ia rencanakan.
"Apa kata mu!!" Kenzo tidak percaya dengan apa yang barusan didengar nya. Bertahun-tahun lamanya Marcus selalu mencoba meyakinkan Kenzo bahwa dia bukanlah pelaku dari kecelakaan itu. Tapi hari ini Marcus dengan sadar mengatakan bahwa dialah yang telah mencelakai Kenzo dan kedua orang tua Kenzo.
"Percuma juga aku menutupi semua kebenaran itu. Kelak ketika ingatan mu kembali, kau pasti tahu kalau aku lah yang telah menyabotase mobil yang akan dipakai oleh kalian waktu itu." ujar Marcus terdengar tanpa ada penyesalan sedikit pun.
"Aku tidak pernah menyukai Robert... Dia adalah duri dalam hidup ku!! Aku yang mengurusi semua perusahaan Dayson.. tapi apa yang ia dan istrinya lakukan.?? mereka hanya sibuk jalan-jalan keluar negeri menghabiskan uang yang ku dapat dengan jerih payah ku!!" Marcus memulai kebohongan nya untuk memprovokasi Kenzo..Marcus berharap bila Kenzo percaya dengan versi cerita bohong yang ia katakan ini maka Kenzo tidak akan berupaya untuk mengingatkan kembali apa yang terjadi pada peristiwa kecelakaan itu. Dengan kata lain, Kenzo tidak perlu tahu, bahwa Kenzo lah penyebab kecelakaan maut itu.
Kenzo yang mendengar perkataan Marcus langsung terbawa emosi. Dalam keadaan mabuk seperti ini memang sulit bagi Kenzo untuk mempertahankan pengendalian dirinya yang luar biasa itu.
"Brengsek kau Marcus!!!" Kenzo melayangkan tinjunya tepat di sudut bibir Marcus, membuat pria itu terdorong ke belakang.
"Bagus Kenz...kau harus percaya dengan apa yang aku katakan ini!!" Seru Marcus dalam hati.
"Cuih...!" Marcus meludah begitu merasakan ada darah di sudut bibirnya.
__ADS_1
"Aku sungguh menyesal kau tidak ikut pergi bersama kedua orang tua mu Kenz!!" Lanjut Marcus yang seakan-akan sengaja mengundang tinju berikut nya dari Kenzo untuk mendarat di wajah nya.
"Tutup mulut mu Marcus!!!!!!" Teriak Kenzo yang kembali masuk dalam rencana yang telah dibuat oleh Marcus. Kali ini hati dan pikiran Kenzo benar-benar sudah tidak dapat berpikir waras. Dia memukuli Marcus berkali.
Kenzo lebih suka mendengarkan ketika Marcus berbohong pada nya dengan mengatakan bahwa Marcus tidak bersalah. Bahwa Marcus tidak terlibat dengan kecelakaan itu seperti yang sudah-sudah Marcus lakukan dibandingkan mendengar Marcus mengakui semua perbuatannya. Hati Kenzo bagai terkoyak dua kali mendengar semua perkataan itu keluar dari mulut orang yang disayangi.
"Diam lah!! Diamlah!!!" Seru Kenzo sambil terus memukuli Marcus. Alih-alih menangkis pukulan Kenzo yang dialamatkan kepada nya, Marcus hanya diam, pasrah dan tersenyum pada Kenzo.
Hal yang dilakukan oleh Marcus ini malah membuat Kenzo semakin hilang kendali. Dalam pikiran Kenzo dalam ini, Marcus sengaja mengejek dirinya yang telah dibodohi selama bertahun-tahun lamanya
"Luapkan semua kemarahan dan kesediaan dalam hati mu Kenz... setelah itu lupakan semua masala ini. Tinggalkan semua beban ini pada ku." Seru Marcus dalam hati.
"Kenzo!!!!" teriak Alesya sambil berlari ke arah Kenzo yang sedang memukuli Marcus.
"Lepaskan aku Alesya!! lepaskan aku!! Aku harus bisa membunuhnya!! Bajingan ini telah mengakui semua perbuatannya! Dia pantas untuk mati!" ujar Kenzo geram. Dan masih ingin memukuli Marcus hingga semua tenaga tidak ada lagi.
"Kau benar Kenzo! Kau harus menghabisi ku selagi kau memiliki kesempatan untuk melakukan itu, sebab ketika kesempatan itu jatuh ke tangan ku, aku tidak akan ragu untuk menyakiti mu... istri mu dan juga putra yang sangat kau sayangi itu!!" ucap Marcus kembali menyulut emosi Kenzo.
"Brengs*k kau Marcus!!!" Kenzo mengangkat kepalan tangannya setinggi-tingginya membuat Alesya yang sedang memegang tangan itu terlontar ke belakang.
Alesya buru -buru berlari. Dan entah apa yang merasuki Alesya, dia langsung memposisikan dirinya tepat di depan Marcus. Ya kini Alesya menjadi tameng untuk Marcus.
"Alesya!! apa yang kau lakukan??!!!!!!!" bentak Kenzo untuk pertama kalinya pada Alesya.
Wajah Alesya pucat pias ketika kepalan Kenzo yang pastinya sangat penuh dengan tenaga itu tepat berada di depan matanya.
__ADS_1
"Minggir Alesya!!!!!!" Ujar Kenzo dengan mata yang sudah memerah memandang ke arah Alesya.
Alesya bahkan hampir tidak mengenali suaminya itu lagi.
"Apa kau tidak mendengar perintah suami mu Alesya?" Ujar Marcus dari belakang Alesya.,"Minggir lah... biar semua urusan ini cepat berakhir.," lanjut Marcus.
"Diam lah kau Marcus!!!" Ucap Alesya pada Marcus. Ucapan yang keluar dari mulut Alesya terdengar bergetar.
"Kenzo!! Hentikan!!" ujar Alesya pada suaminya yang masih belum menurunkan kepalan tangannya dari depan wajah Alesya.
"Kalau kau masih ingin memukuli nya . maka kau bisa mulai dengan memukuli wajah ku terlebih dahulu!!" Ancam Alesya pada Kenzo.
Urat-urat di wajah Kenzo terlihat jelas. Ini berarti emosi sudah sangat menguasai jiwanya. Dengan kesal, Kenzo melayangkan tinju nya ke pasir yang ada disebelah nya.
Nafas Kenzo terlihat naik turun tidak beraturan. Pasti ini karena ia sedang memendam rasa marahnya.
Kenzo berdiri dan menarik Alesya dengan kasar
"Kau tidak tahu apa-apa Alesya!! Dugaan mu salah!! Pria ini... Pria ini sudah mengakui kesalahannya!!! Dia memang membenci ayah ku!! Itulah sebabnya dia mampu berbuat seperti itu pada keluarga kami. Dia tega menghancurkan keluarga yang sangat mencintai nya!!" Kenzo sudah tidak mampu lagi menahan rasa perih yang begitu menyayat hatinya. Tubuhnya melemah hingga dia terjatuh dalam posisi bertahan pada kedua lututnya dan tangannya masih memegang kedua lengan Alesya.
"Kenz ... kau akan tahu kebenaran setelah kau melihat isi kotak ini." Alesya mengambil kotak dari tasnya yang ia peroleh dari dalam mobil Kenzo yang terparkir di depan. Mungkin karena terburu-buru turun, Kenzo bahkan lupa untuk mengunci pintu mobilnya.
**bersambung
*ingat untuk tinggal kan komen mu ya zeyeng... *biar kalau karya ini tamat bisa jadi bahan refleksi bagi otor. Terima kasih * dan jangan lupa untuk like dan Vote nya.
__ADS_1