
"Sayang kemarilah" Panggil Kenzo pada Alesya dan memintanya untuk datang ke sisinya
"Seperti nya, ayah mertua ku belum tahu akan pernikahan kita. Sebaiknya kita harus meminta izin dengan benar dengan ayah mu. Tuan Ronald, Agnes silahkan duduk." Pinta Kenzo dengan nada sopan. " Dan Jack, tolong bawa semua pengawal tuan Ronald keluar dari ruangan ku. Ada hal pribadi yang harus kami bicarakan."
Alesya berjalan ke sisi Kenzo. Lalu sebuah senyum terbit di sudut bibirnya. "Pembalasan dimulai adik ku tersayang!" Gumam Alesya, dalam hati.
"Tuan Ronald, maaf. Aku tidak mengabari mu soal pernikahan kami." Kenzo mengambil tangan Alesya dan menciumnya. "Aku awalnya tidak tahu kalau wanita yang aku nikahi adalah putri mu yang kabur sembilan tahun lalu hingga kemaren Agnes mengatakan pada ku ketika dia bertemu Alesya di ruangan ini.
" Aku sebenarnya pagi itu juga terkejut, karena ternyata istri ku mendaftar dan ikut wawancara sebagai calon sekretaris ku. Bahkan dia meminta Jack untuk tidak mengatakan hal ini pada ku." Jelas Kenzo.
"Sayang.. ada yang ingin kau katakan pada ayah?" Tanya Kenzo, lembut pada Alesya.
Alesya hanya diam, melanjutkan aktingnya sebagai wanita lemah dan butuh perlindungan.
"Heemm.. bagaimana kalau sebaiknya masalah ini kita bicarakan di rumah saja." Tawar Kenzo, mengulur waktu agar dia dan Alesya dapat lebih mempersiapkan alasan yang tepat. Kemaren Kenzo terlalu sibuk bersaing dengan Skala sehingga dia lupa menyusun sebuah skenario yang masuk akal bersama Alesya.
"Baiklah. Aku tunggu kalian di mansion ku malam ini!" Ujar Ronald, lalu pergi meninggalkan ruangan Kenzo.
Agnes dengan tatapan kesalnya juga ikut meninggalkan ruangan Kenzo.
Setelah semua nya pergi, Alesya menatap Kenzo dan berkata, "Mau sampai kapan kau menggenggam tangan ku Ken?"
Kenzo yang sadar dengan perbuatannya yang terus menggenggam tangan Alesya sedari tadi tidak serta merta melepaskan tangan Alesya setelah Alesya menegurnya. Dia terus menggenggam tangan lembut wanita itu. Ada sesuatu yang membuat nya tidak ingin melepaskan tangan Alesya. "Apa salah seorang suami menggenggam tangan istrinya?" Tanya Kenzo dengan polosnya
"Tidak ada yang salah!" Jawab Alesya, "Kalau mereka menikah normal dan tidak menikah kontrak seperti kita." Lanjut Alesya, dan menarik tangannya.
Kenzo menahan tangan wanita cantik itu dan menatap Alesya. "Ken, lepaskan tangan ku sekarang juga. Atau kau akan sulit melepaskan nya kemudian hari." Ucap Alesya, membalas pandangan Kenzo.
"Hahahaha... kau memang sangat berbeda Alesya!" Tawa Kenzo pecah, melihat keseriusan di wajah Alesya. Akhirnya Kenzo melepas tangan Alesya. "Di saat adik mu mati-matian ingin aku menggenggam tangannya, kau malah ingin aku melepaskan tangan mu!" Lanjut Kenzo.
"Beda orang, beda keinginan, Ken!" Jawab Alesya singkat. "Mungkin bagi Agnes kau adalah tujuan hidupnya, namun mungkin tidak bagi ku." Jelas Alesya.
__ADS_1
"Jadi apa tujuan hidupmu, nyonya Dayson?" Tanya Kenzo, kini dia menopangkan dagunya di kedua telapak tangannya yang disatukan di atas meja. Dan masih menatap mata indah Alesya.
"Apa aku boleh menjawabnya sambil duduk di sofa itu tuan Dayson?" Tanya Alesya, dan menuju sofa yang ada ditengah ruangan Kenzo. Dia tahu cepat atau lambat Kenzo pasti akan bertanya tentang tujuan sebenarnya kepulangannya.
"Tentu saja Nyonya Dayson." Kenzo pun mengikuti Alesya untuk duduk di sofa itu.
Alesya duduk dan menyilangkan kaki nya.
"Jadi apa tujuan mu hidup mu Nyonya Dayson?" Tanya Kenzo sekali lagi.
"Aku hanya ingin hidup dengan damai bersama putra ku di tanah kelahiran ku, tuan Dayson." Alesya belum bisa mengatakan tujuan sebenarnya dia kembali ke kota ini. Walaupun Kenzo pernah menolong nya melarikan diri dan kini telah menjadi suami sekaligus pelindung nya, namun Kenzo tetap saja orang asing yang akan berpisah dengannya satu tahun dari sekarang. Jadi tidak ada alasan untuk menceritakan misi nya pada Kenzo.
"Heem... baiklah kalau begitu. Aku akan memberikan kehidupan yang tenang bagi mu dan Skala." Ujar Kenzo.
"Aku yakin, kau menyimpan sebuah rahasia yang besar Alesya. Aku akan menunggumu untuk mengatakan hal itu pada ku."
"Jadi bagaimana rencana kita?" Tanya Alesya.
"Aku rasa, malah sebaliknya." Ujar Alesya. "Sebaiknya kita ke rumah keluarga ku dulu, baru setelah nya kerumah kakek mu. Pertama karena rumah kakek mu ada di luar kota. Kedua aku rasa butuh lebih dari sehari untuk meyakinkan kakek mu untuk menerima ku yang sudah memiliki putra ini. Jadi Aku rasa kita besok saja pergi ke rumah kakek mu." Jelas Alesya.
"Lalu bagaimana dengan Skala?" Tanya Kenzo, walaupun dia yakin Skala telah berbicara dengan Alesya. Namun Kenzo tetap ingin memastikan bocah nakal itu menepati janjinya.
"Semalam Skala sudah memberikan izin. Kau tidak perlu berinteraksi terlalu dalam dengan Skala, bagaimanapun pernikahan ini hanya untuk setahun. Aku tidak ingin Skala menganggap mu sebagai daddynya." Jelas Alesya.
Kenzo menatap Alesya, ada perasaan sedih dalam hati Kenzo ketika mendengar perkataan Alesya barusan. "Kau tidak perlu khawatir, kami tidak seakrab itu seperti nya." Balas kenzo.
"Jadi apakah kita akan membawa Skala bertemu dengan ayah ku?atau kita akan menutupi soal Skala dari nya?" Tanya Alesya.
" Lebih baik kita perkenalkan saja Skala. Katakan saja, kau pernah menikah dan suami mu meninggal. Kemudian kita bertemu dan jatuh cinta lalu menikah, bagaimana?" Tanya Kenzo.
"Hemm... apa mereka akan percaya? Bagaimana kalau mereka bertanya dimana dan kapan kita bertemu, apa yang harus kita jawab agar semua kini kelihatan nyata dan natural?"Sambung Alesya.
__ADS_1
" Katakan saja kita bertemu ketika aku merintis usaha ku di kota D beberapa tahun lalu namun saat itu kau sudah menikah dan memiliki seorang putra Kemudian kita bertemu lagi sebulan yang lalu, dan memutuskan untuk menikah karena kau sudah kembali sendiri.Bagaimana?" Tanya Kenzo.
"Boleh juga." Jawab Alesya singkat.
"Baiklah kalau begitu kau pulang lah sekarang, dan jemput Skala. Pergi lah dengan Jack dan tunggu aku di mension ku." Perintah Kenzo.
" Tapi bagaimana dengan barang-barang ku dan Skala di apartemen?"Seru Alesya kaget Kenzo memintanya mendadak pindah.
"Orang-orang ku akan menjemput barang-barang mu dan Skala. Serahkan kunci apartemen mu."
"No.Kenz.Beri aku waktu dua jam untuk berkemas dan aku akan berada di mansion setelah berkemas dan menjemput Skala." Pinta Alesya. Karena ada beberapa berkas yang dia tidak ingin anak buah kenzo temukan.
"Baiklah, ini alamat Mansion ku. Sebagai orang yang lama tinggal di kota ini, kau pasti tahu alamat ini kan?" Kenzo memberikan kartu namanya pada Alesya.
"Dan ini untuk mu." Kenzo memberikan sebuah kartu ajaib untuk berbelanja pada Alesya.
" Aku tidak perlu ini" Tolak Alesya. "Lagi pula aku masih memiliki uang ku sendiri. Kau tidak perlu repot-repot memainkan peran suami yang baik dan perhatian pada istri jika hanya kita berdua disini." Ingat Alesya, pada Kenzo.
Kenzo yang mendapat penolakan kedua kalinya dari Alesya dalam satu hari ini sungguh merasa getir dalam hatinya. "Apa wanita ini benar-benar tidak ada terpukau sedikit pun pada ku?" Tanya Kenzo dalam hatinya.
...*****...
...hohohoo.. apakah kenzo sudah merasakan benih-benih cinta pada Alesya?...
...Mampu kah Kenzo mengalihkan pandangan Alesya yang tertutupi dendam pada cinta yang mungkin saja mulai tumbuh di hati Kenzo?...
...Ikuti terus up otor ya cintooo.......
...#ingat untuk selalu beri dukungan mu untuk otor ya kengkawan agar otor bisa terus hidup dalam alam hayal tingkat dewa ini.. #eaaak......
...dengan cara like, vote and komen......
__ADS_1
...bye.....