
"Tidak ada hal seperti itu di dunia ini Alesya! Aku sudah melihat semua bukti yang ada. Bahkan aku sangat ingat, aku melihat Marcus masuk ke dalam mobil kedua orang tua sebelum kecelakaan itu terjadi. Itu saja sudah sangat cukup untuk membuktikan keterlibatannya dalam peristiwa itu." tegas Kenzo yang sangat yakin dengan serpihan ingatan yang ia miliki. Ingatan ketika Kenzo melihat Marcus masuk ke dalam mobil yang akan dipakai oleh ayahnya.
"Kenz.. Apa yang kau lihat itu belum tentu adalah hal yang sebenarnya." Ujar Alesya pada Kenzo. Alesya tahu bahwa yang ada di dalam ingatan Kenzo saat ini hanya sepenggal dari keseluruhan peristiwa yang sebagian besar telah Kenzo lupakan. Dan sayangnya Kenzo selalu berpegang pada sepenggal ingatannya itu hingga mendorong dirinya sendiri untuk semakin menjauh dari orang yang sangat menyayanginya.
"Aku tidak pernah salah Alesya. Aku melihat dengan mata kepala ku sendiri bahwa Marcus masuk ke dalam mobil ayah ku sebelum kejadian itu." Tekan Kenzo sekali lagi. "Coba kau pikirkan baik-baik Alesya. Memangnya apa yang dicarinya di dalam mobil ayah ku waktu itu. Tidak ada!! tidak ada apapun disana. Aku yakin dia masuk ke mobil ayah ku hanya untuk melakukan sabotase komputerisasi pada mobil ayah ku. Marcus sangat ahli dalam hal ini." Tuduh Kenzo yang sungguh tidak berdasar. "Sehingga wajah, saat polisi yang menyelidiki kecelakaan kedua orang tua ku tidak menemukan apapun penyebabnya kecelakaan itu. Mereka benar-benar tidak ada menemukan masalah dengan rem nya atau yang lainnya. Dan aku yakin itu karena Marcus sudah menyabotase mobil itu dengan sangat halus." Kenzo semakin mempertajam tuduhannya pada Marcus. Keyakinan yang salah itu seperti nya sudah tertanam sangat dalam di hati Kenzo.
"Sepertinya berdebat tanpa bukti dengan Kenzo saat ini akan menjadi hal yang sia-sia." Gumam Alesya dalam hati.
"Ikutlah dengan ku ke suatu tempat besok pagi Kenz." Pinta Alesya pada Kenzo. Alesya akan membawa Kenzo menemui dokter yang merawat Kenzo selama koma pasca kecelakaan itu. Sudah saat nya semua tabir kebenaran ini harus diungkap pada Kenzo. Membiarkan Kenzo selalu dan selalu membenci Marcus adalah hal yang sangat salah meskipun itu dilakukan untuk alasan apapun jua.
"Aku akan membuktikan pada mu bahwa apa yang kau pikirkan dan percayai selama ini salah. Dan aku harap kau tidak terjatuh terlalu dalam di lubang penyesalan saat itu semua tabir kebenaran terungkap." Gumam Alesya dalam hati, menatap sendu pada suaminya itu.
"memangnya kau akan membawa ku kemana besok pagi?" Tanya Kenzo penuh selidik.
"aku akan membawa mu ke suatu tempat ... heemm aku tidak akan memberitahukan hal ini malam ini pada mu tuan Dayson. Biar kau merasa penasaran sepanjang malam ini." Jawab Alesya, sambil mempermainkan Kenzo.
"Apa kau yakin kau ingin membuat ku terjaga sepanjang malam ini karena rasa penasaran ini?" Kini tatapan mata Kenzo mulai berubah. Dia menatap Alesya bagaikan kucing menatap snack wishkas yang terletak tanpa penjagaan.
"Kau jangan berpikir macam-macam Kenz!!" Alesya memperingatkan suaminya begitu dia melihat tatapan mata Kenzo yang lapar. Terkadang ALesya tidak paham dari mana datangnya semua tenaga Kenzo ini. Dia bagaikan mesin yang tiada hentinya untuk hal yang satu ini.
"memang nya aku akan berbuat apa?" Tanya Kenzo pura-pura polos. Kini malah Alesya yang jatuh dalam permainan kata-kata yang dibuat oleh Kenzo.
"Sudah!! aku mau masuk dulu. Aku ingin melihat Bibi, Jack dan terakhir aku akan menemui Skala" Alesya tidak ingin memperpanjang perdebatan ini dengan Kenzo.
__ADS_1
Lebih baik saat ini Alesya pergi ke kamar Dyana untuk mengambil bukti-bukti yang diserahkan oleh Marcus pada nya beberapa waktu lalu yang Alesya titipkan di kamar Dyana. Karena untuk mengambil semua bukti-bukti yang ada di kamar Dyana itu pasti akan membutuhkan waktu mengingat ada Marcus didalam kamar itu saat ini. Marcus pasti tidak akan setuju jika Alesya berniat untuk mengatakan hal yang sudah ia sembunyikan selama bertahun-tahun lamanya.
"Aku harus bisa mengusir Marcus untuk sementara waktu." pikir Alesya dalam hati.
Kenzo yang melihat istrinya itu terdiam seakan-akan tengah berpikir tentang sesuatu, menyentuh tangan Alesya untuk menyadarkannya.
"Alesya ada apa?" tanya Kenzo lembut.
"Hah? kau bilang apa Kenz?" Tanya Alesya yang masih belum sepenuhnya kembali dari dunia bawah sadarnya nya.
"Aku tidak mengatakan apa-apa." Ujar Kenzo yang berpikir mungkin istrinya ini sedang kelelahan mengurusi semua ini.
"Aku akan menyusul mu nanti. Aku masih ingin disini untuk menenangkan pikiran ku. Terlalu banyak orang di rumah ini membuat sedikit pusing." Ujar Kenzo, tidak ingin menahan Alesya lebih lama lagi.
Alesya sangat paham jika saat ini suami nya membutuhkan waktu untuk memikirkan baik-baik mengenai masalah Kenzo dan Marcus. Biarlah Kenzo disini. Semoga hembusan angin malam dan pancaran sinar rembulan dapat membuat hatinya yang sekeras batu itu menjadi lebih lunak.
"Bukan disini.. Tapi disini." Tunjuk Kenzo pada bibirnya.
"Kenz!! ada banyak pelayan yang wara wiri." Sungut Alesya yang tak habis pikir mengapa suami selalu saja suka mengumbar kemesraan di depan umum.
Kenzo menahan pinggang Alesya." kau tidak akan bisa pergi sebelum melakukan apa yang aku perintahkan." Ujar Kenzo dengan wajah tidak bersalah nya itu.
"Baiklah tuan Dayson." Alesya pun mencium bibir Kenzo lembut. Dan tentu saja hal ini tidak akan di sia-sia kan oleh Kenzo. Dia pun membalas ciuman itu dengan sangat lembut.
__ADS_1
"Katakan pada Skala, aku akan bicara pada nya nanti. Jadi dia jangan tidur dulu." Pesan Kenzo pada Alesya.
"Baiklah akan aku minta dia untuk menunggu mu hingga datang ke kamarnya. Tapi jangan terlalu lama, aku tidak suka Ska tidur larut malam."Tukas Alesya.
"ini hanyalah obralan ringan antar lelaki. Tidak akan sampai pagi..kau tenang saja." jawab Kenzo sambil tersenyum.
"kalau sampai pagi, kau tidur saja di kamar putra mu itu sekalian." balas Alesya sewot.
"Tidak! aku tidak bisa tidur di kamar Skala.." Ucap Kenzo dengan tatapan yang serius pada Alesya."Aku sudah kadung janji dengan ayah Aldion bahwa aku akan memberinya seorang cucu lagi bulan ini. Jadi aku tidak akan melewatkan satu malam pun untuk ritual bercocok tanam bersama mu." Ujar Kenzo sungguh tanpa filter membuat kuping dan wajah Alesya kompakan memerah.
"Ya ampun Kenz!! kau kira aku ini lahan untuk kau garap?" Ujar Alesya sewot.
"Tentu saja! kau adalah lahannya dan aku adalah petani yang memiliki bibitnya. Supaya semua tanaman ku dapat tumbuh dengan sempurna di lahan ini, tentu aku harus rajin menggarapnya setiap malam. Bahkan kalau perlu lima kali sehari." Jelas Kenzo sambil memegangi perut Alesya.
"Dasar laki-laki mesum!!" gerutu Alesya sambil mengalihkan tangan Kenzo.
Kenzo yang melihat Alesya pergi dengan bersungut padanya pun hanya bisa tertawa. Tapi dia sungguh serius dengan semua perkataannya tadi. Dia akan sangat berusaha agar dia dan Alesya dapat dikarunia anak kedua.
Kenzo tahu, semua orang menantikan hal itu dan tidak terkecuali dirinya.
Tidak dapat menjaga dan merawat Alesya sewaktu mengandung Skala, akan Kenzo bayar dengan memperlakukan Alesya bak ratu di kehamilan Alesya yang kedua ini. Lalu kenangan - kenangan yang terskip ketika merawat Skala sewaktu masih bayi, akan Kenzo ukir dengan sangat dalam dalam hati dan pikirannya, ketika ia menjaga anak kedua nya ini.
Mungkin bila dibandingkan dengan siapapun yang mengharapkan anak kedua Kenzo dan Alesya, sesungguhnya Kenzo lah orang yang paling menanti-nantikan momen ini.
__ADS_1
***bersambung
*ingat untuk tinggal kan komen mu ya zeyeng... *biar kalau karya ini tamat bisa jadi bahan refleksi bagi otor. Terima kasih * dan jangan lupa untuk like dan Vote nya.