Perjuangan Cinta Mr. Arrogant

Perjuangan Cinta Mr. Arrogant
BAB 8#Rencana jahat Jenny dan Agnes#5


__ADS_3

"Aku benar-benar tidak ingin berteman dengan mu Alesya!" Gumam Kenzo dalam hati dan pergi ke kamar Skala.


Sesampainya di kamar Skala, Kenzo melihat bocah nakal itu sedang memainkan rubiknya.


"Apa suasana hati mu sekacau rubik itu?" Tanya Kenzo mendekat dan mengambil Rubik dari tangan Skala.


Skala hanya melihat Kenzo dengan tatapan malasnya. Lalu melipat tangan nya di atas meja dan membenamkan kepala nya.


"Apa ada sesuatu?" Tanya Kenzo.


"Paman Kenz, apa yang akan kau lakukan jika kau salah menuduh seseorang?" Ucap Skala tapi masih membenamkan kepala ditangannya.


"Heeem.. aku rasa... -" Kenzo pura-pura berpikir keras.


"Aku rasa aku akan minta maaf." Jawab Kenzo sambil bersandar di meja yang sama dengan Skala membenamkan wajah nya.


"Heeem.. lalu apa yang akan kau lakukan jika karena mu, orang itu sampai tidak masuk sekolah." Skala menoleh pada Kenzo.


"mungkin aku akan mendatangi rumah dan meminta maaf." Jawab Kenzo.


"Paman apakah kau bersedia mengantarkan ku ke rumah seseorang?"


"Aku rasa aku bisa mengantarkan mu. Tapi dengan syarat kau harus menceritakan semuanya dulu pada ku." Kenzo menarik salah satu kursi kosong dan duduk di depan Skala.


Skala menatap Kenzo.

__ADS_1


"Baiklah.Aku rasa aku memang harus menceritakan ini pada mu. Tapi berjanjilah. Kau tidak akan menceritakan nya pada mommy ku. Karena mommy akan sangat marah kalau tahu dengan sikap ku ini."


"Oke.Aku berjanji."


"Ada seorang anak laki-laki bernama Daffa. Dia adalah teman sekelas ku tapi sebenarnya aku sama sekali tidak mengenalnya. Dia cukup populer di kelas kami." Skala mulai bercerita.


"Hanya saja sejak kedatangan ku kepopuleran nya mulai berkurang." Ucap Skala sombong.


"Narsis sekali anak ini." Pikir Kenzo.


"Dua hari yang lalu ketika kami praktikum membuat fenomena meletusnya gunung merapi aku diminta oleh guru untuk menemaninya mengantar sesuatu ke kantor. Lalu aku pergi ke kantor dan meninggalkan tugas praktikum ku di atas meja ku.Aku rasa seharusnya tidak akan terjadi apapun pada tugas praktikum ku toh ruang kantor hanya beberapa ruangan dari kelas ku. Tapi begitu aku kembali ku lihat beberapa anak sedang berkerumun di sekitar meja ku. Dan Tugas praktikum ku yang seharusnya ada di atas meja saat itu ada di lantai dengan kondisi yang berserakan.. Disamping tugas praktikum ku itu aku lihat seorang anak laki-laki yang berjongkok. Dan dia adalah Daffa. Aku juga memperhatikan tangan nya. Tangannya dipenuhi oleh bahan pratikum ku. Otomatis aku marah dan menuduh nya telah merusak tugas pratikum ku."Skala diam sesaat.


"Dan kau tahu paman, dia tidak melawan ataupun menjelaskan apapun. Dia hanya diam mendengarkan ku memarahinya. Lalu dia kembali ke kursinya." Jelas Skala panjang kali lebar.


"Aku sungguh kesal saat itu." Ucap Skala.


Skala mengangguk penuh penyesalan. "Itu bukan perbuatannya. Ternyata tugas praktikum ku terjatuh tidak sengaja oleh salah seorang siswa perempuan. Dan Daffa sebenarnya datang untuk membantu memperbaiki tugas ku sebelum diangkat ke atas meja." Skala kembali membenamkan wajahnya.


"Kenapa aku bisa langsung menuduhnya tanpa bertanya pada teman-teman yang lain. Lagi pula kenapa mereka semua hanya diam melihat aku memarahi Daffa!!"


"Dari mana kau tahu kalau Daffa memang tidak merusak tugas pratikum mu?" Tanya Kenzo penasaran.


"Anak perempuan yang menjatuhkan tugas praktikum ku datang dan menceritakan semuanya. Dia juga meminta maaf. Sebenarnya waktu itu dia ingin mengatakannya tapi Daffa melarangnya."


"Aku mesti gimana paman?" Tanya Skala tidak bersemangat. "Dia sampai tidak masuk sekolah hari ini." Skala menduga Daffa tidak masuk sekolah karena malu Skala memarahinya di depan umum.

__ADS_1


"Apa kau tahu dimana rumahnya?"


Skala menggeleng. "Aku tidak tahu"


"Tapi aku tahu siapa orang tuanya paman Kenz."Jawab Skala tiba-tiba bersemangat.


"Siapa?" Tanya Kenzo.


"Ayahnya bernama Aldian Reza Kusuma dan Ibunya bernama Haniza Tiara Putri." Keluarganya sangat terpandang dan kaya raya." Skala membaca catatannya. Dia sengaja ke bagian tata usaha untuk mendapatkan data.Hanya saja Skala sengaja tidak bertanya alamat Daffa karena dia malu,bagaimana bisa teman sekelas tapi tidak tahu alamat temannya.


"Aku dengar keluarga mereka adalah keluarga yang sangat kaya raya. Perusahaan ayahnya adalah perusahaan design permata nomor satu di Indonesia."


"Apa kau mau menemuinya?"


"Apa kau tahu alamat rumahnya?" Tanya Skala.


"Tidak akan sulit mencari alamat rumah nya. Karena ayahnya memang sangat terkenal di kota ini."


"Bersiaplah. Aku akan menelpon ayah nya terlebih dahulu."


"Terima kasih paman Kenz. Kau sangat baik." Ujar Skala dan memeluk Kenzo.


Kenzo yang mendapat pelukan dadakan dari Skala terdiam. Ada perasaan hangat mengalir dalam hatinya.


###

__ADS_1


Jangan lupa untuk like dan komen ya zeyeng.. kalau bersedia untuk berikan hadiah ke otor.. sumpah otor kagak akan nolak... hehehe


__ADS_2