
"Arya tunggu!!" Cegat Marcus cepat menahan. tangan Arya. ",Biar aku saja. Kau segera urus pendonoran kornea mata dari Agnes setelah itu jenazah nya. Aku akan segera kembali setelah berbicara dengan Alesya." Ujar Marcus lalu mengambil kembali surat ditangan Alesya dan membawa serta kotak yang diberikan oleh Frans tadi.
"Baiklah." Jawab Frans yang memang merasa Marcus lah yang lebih tepat untuk menjelaskan semua kondisi Agnes ke Alesya.
Marcus pun keluar kamar.
"Mana Alesya?" Tanya Marcus pada Kenzo dan Skala.
"Disana.." tunjuk Kenzo ke arah semacam koridor yang terlihat sepi. Tadi nya Kenzo ingub mengejar Alesya dan bertanya apa yang terjadi. Tapi Kenzo mengurungkan niatnya. Yang dibutuhkan oleh Alesya bukan lah sederetan pertanyaan mengenai apa yang terjadi... tapi ketenangan pikiran untuk melepaskan segala dendam dari hati dan dengan ikhlas memaafkan...itulah yang Alesya butuhkan saat ini. Keberadaan Kenzo disampingnya saat ini hanya bagaikan air yang disiramkan ke gardu listrik yang korslet.. maksud biar masalah selesai tapi malah memperbesar masalah.
Marcus mengangguk dan menepuk pundak Kenzo lalu pergi ke tempat saat ini Alesya berada.
Semakin mendekati tempat Alesya berdiri, langkah Marcus yang tadi nya berlari perlahan berubah menjadi derap kaki normal dan tegas.
"Aku tahu.. dia sudah melakukan banyak sekali kesalahan pada mu Alesya.. juga kepada keluarga mu. Bahkan pada Skala yang masih kecil itu. Dan jika aku ada diposisi mu saat ini, aku pun tidak akan pernah bisa memaafkannya." Marcus mulai menyusun untaian kata-kata begitu dia sampai tepat dibelakang Alesya.
"Tapi paling tidak, andaikan masih berat bagi mu untuk memaafkan Agnes, ambillah surat ini. dan bacalah Agnes telah menuangkan semuanya disana." Ucap Marcus yang sebenarnya hanya lah tebakan belaka.
"Paman cukup! Aku tidak ingin mendengar apapun tentang dirinya. Atau menerima apapun benda pemberian darinya." Jawab Alesya penuh geram. Tidak mungkin akan semudah ini dia melupakan semua hal buruk yang telah dilakukan oleh Agnes.
"Oke.. aku paham. Tapi hanya satu saja pinta ku pada mu Alesya. Cukup kau dengarkan saja aku yang bercerita dan membacakan surat ini untuk mu! Karena bagaimanapun mendiang mengamanatkan ini pada ku. Aku akan sungguh merasa berdosa jika aku tidak menyampaikan semua yang ingin dia sampaikan pada mu." pinta Marcus yang terdengar lebih seperti memohon itu
Alesya hanya diam. Dia tidak menolak ataupun mengatakan iya untuk hal itu.
Marcus menganggap diam Alesya sebagai tanda setuju dari nya.
__ADS_1
"Terima kasih Alesya." ucap Marcus.
Marcus melihat ke arah Alesya sebentar. "Sebaiknya aku bacakan saja surat ini terlebih dahulu.."Batin Marcus yang akhirnya mengurungkan niatnya untuk bercerita dan lebih memilih untuk membaca surat yang Agnes tulis untuk Alesya.
perlahan Marcus pun mulai membacakan surat yang dituliskan oleh Agnes untuk Alesya. "semoga aku tidak ikut menangis ketika membaca surat ini." Ujar Marcus lalu menarik nafas dalam-dalam kemudian melepaskan nya pelan. Bari setelah dirinya siap, dia mulai membacakan surat itu kata demi kata.. kalimat demi kalimat..
**
DEAR ALESYA,
EM..AKU SESUNGGUHNYA TIDAK TAHU HARUS MENULIS APA DI SURAT INI UNTUK MU ALESYA. SEBAB BAGI KU SECARIK SURAT INI TIDAK AKAN PERNAH MAMPU MEMBUAT DIRI MU UNTUK MEMAAFKAN SEMUA KESALAHAN YANG PERNAH AKU LAKUKAN PADA MU. TERLALU BANYAK DOSA KU PADA MU ALESYA. BAHKAN DISAAT TERAKHIR KU, AKU TIDAK PUNYA KEBERANIAN UNTUK MENGHADAPI MU SECARA LANGSUNG SEKEDAR UNTUK BERSUJUD MEMINTA PENGAMPUNAN MU DENGAN BENAR. INILAH DIRI KU YANG SEBENARNYA. TIDAK LEBIH DARI SEORANG PENGECUT YANG LEBIH MEMILIH UNTUK BERSEMBUNYI DAN MENGIRIMI MU SURAT INI.
KALAU KAU MERASA AKU TIDAK PANTAS UNTUK DIMAAFKAN MAKA BENAR KAU ADALAH SEORANG MANUSIA ALESYA SEBAB TIDAK AKAN ADA SATU PUN MANUSIA DI BUMI INI YANG BILA ADA DI POSISI MU SAAT INI BERSEDIA MEMAAFKAN MANUSIA LAKNAT SEPERTI DIRI KU.
TAPI HANYA TIGA HAL YANG KU MOHON KAN PADA MU MELALUI GURATAN PENA INI. YANG PERTAMA, KU MOHON LEPASKAN SEMUA DENDAM DI HATIMU.
DENDAM ITU TERLALU HITAM DAN KELAM UNTUK ADA DI HATI MU YANG PUTIH DAN BERCAHAYA. JANGAN HILANGKAN DIRI MU YANG PEMAAF, YANG DAHULU KU KENAL, HANYA KARENA DENDAM YANG TAK BERKESUDAHAN ITU
KAU BOLEH MEM****BENCI KU SEUMUR HIDUP MU TAPI LENYAP ITU SEBAGAI TUJUAN HIDUP MU****.
AKU TAHU KEDATANGAN MU KEMBALI ADALAH UNTUK MEMBALAS DENDAM PADA KU. DAN SANGAT WAJAR JIKA KAU MELAKUKAN ITU.
SEANDAINYA KAU DATANG TANPA DENDAM WAKTU ITU, TENTU AKU AKAN MENCURIGAI MU SEBAGAI MALAIKAT TANPA SAYAP HAHAHA,.BUKAN KAH PERKATAAN KU INI CUKUP LUCU ALESYA? COME ON TERTAWA LAH UNTUK KU, UNTUK KALI INI SAJA.
KAU TAHU ALESYA, SAMBIL MENULIS SURAT INI AKU TERUS MENCOBA UNTUK MENGENANG KAPAN YA TERAKHIR KALI KITA PERNAH TERTAWA BERSAMA? APAKAH ITU TIDAK DAPAT KU KENANG KARENA MEMANG AKU TIDAK PERNAH BENAR-BENAR TERTAWA BERSAMA MU ATAU AKU BENAR-BENAR SUDAH LUPA SEANDAINYA ITU PERNAH ADA.
__ADS_1
AKU TIDAK MAU MENULIS SATU PERSATU KESALAHAN KU PADA MU. BUKAN KARENA AKU TIDAK MENYESALI SEMUA KESALAHANKU ITU TAPI AKU YAKIN KAU PASTI LEBIH HAPAL MENGENAI HAL ITU DARI PADA DIRIKU. TAPI AKU INGIN MENULISKAN SAAT - SAAT KU BERSAMA MU, DIMANA AKU BENAR-BENAR MERASA KAU ADALAH KAKAK KU. KAKAK YANG SELALU MELINDUNGI KU.
KAU INGAT ALESYA? WAKTU AKU MEMECAHKAN POT BUNGA BESAR PEMBERIAN TEMAN AYAH DARI CINA. SAAT ITU KAU DAN AKU SEDANG BERMAIN BERSAMA, TANPA SENGAJA AKU MENYENGGOL POT BUNGA ITU HINGGA TERBELAH SEMPURNA MENJADI DUA.
AKU SANGAT KETAKUTAN,,TAKUT AYAH AKAN MENGHUKUM KU. TAPI BAHKAN SEBELUM AYAH BERTANYA SIAPA YANG MEMECAHKAN POT BUNGA ITU, KAU SUDAH MAJU DAN MENJADI TAMENG UNTUK KESALAHAN KU. KAU MENGATAKAN KAU ITU ADALAH KESALAHAN MU SEHINGGA AYAH MURKA DAN MENGHUKUM MU SELAMA SEMINGGU.
TAPI SATU HAL YANG KAU TIDAK TAHU ALESYA, JAUH DI DALAM LUBUK HATI KU, SAAT ITU AKU TELAH BERNIAT UNTUK MELIMPAH KESALAHAN PADA MU. HANYA SAJA ITU TIDAK TERLAKSANA KARENA HATI MU YANG TERLALU BAIK ITU ALESYA. ASTAGA, PADAHAL AKU BERNIAT UNTUK MENCERITAKAN HAL YANG TIDAK BERKAITAN DENGAN AIB KU, TAPI TERNYATA TIDAK ADA SATU PUN DARI SEMUA KEBERSAMAAN KITA YANG MERUPAKAN KENANGAN INDAH YANG PANTAS UNTUK DI KENANG.
BENARKAH SEBURUK ITU DIRI KU ALESYA? MENGAPA AKU TIDAK PERNAH MENYADARI HAL ITU? BAGAIMANA CARA KU BISA MENGHADAP TUHAN DENGAN SEMUA DOSA YANG BERDIRI LEBIH BESAR DIRI KU SENDIRI?SUDAHLAH, ITU ADALAH BEBAN KU KAU TIDAK PERLU IKUT MEMIKIRKANNYA.
EEM... PERMOHONAN KU YANG KEDUA. AKU SUNGGUH BERHARAP KAU BERSEDIA MELAKUKAN. AKU MOHON TERIMA LAH AKU SEBAGAI ADIK MU MESKI DENGAN RASA BENCI YANG MASIH TERPATRI DI DALAM SANA. IZIN KAN AKU MEMANGGIL MU KAKAK UNTUK TERAKHIR KALINYA DI DALAM SURAT INI, BIAR AKU BISA BERCERITA DENGAN PENJAGA NERAKA BAHWA AKU MEMILIKI SEORANG SAUDARI YANG KELAK AKAN TINGGAL DI SYURGA.
DAN PERMOHONAN KU YANG TERAKHIR, TERIMALAH SYAL YANG TELAH KU BUATKAN KHUSUS UNTUK MU DI AKHIR-AKHIR SISA HIDUP KU.
KENAKAN LAH SYAL ITU BEGITU KAU SUDAH MEMUTUSKAN DAPAT UNTUK MEMAAFKAN KU, KAPAN PUN HATI MU TERBUKA UNTUK ITU AKU AKAN SELALU MENANTI.
ALESYA KAKAK KU...
SUNGGUH TERLAMBAT BAGI KU UNTUK DAPAT MENCIUM DAN MEMELUK MU.
SEMOGA HIDUPMU SELALU LIMPAHKAN KEBAHAGIAN DAN DIJAUHKAN DARI ORANG-ORANG SEPERTI DIRI KU, SAUDARI KU..
**Agnes Diningrat.
**bersambung...
__ADS_1
πππ
*Tuliskan pendapat mu tentang karya otor yang ini ya.. *biar kalau karya ini tamat bisa jadi bahan refleksi bagi otor. Terima kasih * dan jangan lupa untuk like dan Vote nya.