
“ayo kau masuk lebih dulu Ska,” ujar Alesya pada putranya.
Skala pun membuka pintu dan masuk ke kamar itu dengan tenang.
“ska?”sapa Kenzo pada putranya yang baru saja masuk ke kamar nya itu. “ayo kemari! Kau mau tidur bersama kami disini?” goda Kenzo pada putranya itu. Kenzo yakin Skala pasti akan menolak ide nya untuk tidur bersama.
“benarkah aku boleh tidur bersama daddy dan mommy malam ini ?” Tanpa disangka-sangka Skala malah menerima ide Kenzo.
Walaupun sempat merasa aneh dengan sikap putranya itu, tapi tentu saja Kenzo tidak keberatan kalau Skala yang notabene masih anak-anak itu untuk tidur bersama mereka. Toh selama ini mereka memang tidak pernah benar-benar tidur bertiga."kenapa Skala malam ini sangat manja?" pikir Kenzo dalam hati. Tapi ya sudah lah, mungkin karena sudah tidak ada lagi rahasia diantara mereka semua, Skala ingin mencoba kehangatan keluarga untuk pertama kali nya.
“tentu saja.” Jawab Kenzo sambil menepuk-nepuk tempat tidur di samping agar Skala segera naik ke tempat tidur itu.
Alesya yang sedari tadi berdiri tidak jauh dari tempat tidur hanya bisa mengamati hal ini sambil tersenyum. Dia tahu, ini pasti bagian dari rencana Skala.
"apapun keputusan Kenzo nanti, semoga adalah yang terbaik untuk kita semua." Alesya berusaha untuk dapat ikhlas menerima apapun yang akan Kenzo putuskan. Alesya tahu Kenzo adalah pria yang bijaksana. Dia pasti memilih keputusan yang terbaik untuk kita semua.
“Apa kau akan terus memperhatikan kami dari sana saja Alesya?" Tanya Kenzo pada Alesya yang sedari masuk ke kamar itu hanya mematung di depan pintu sambil mengamati dirinya dan Skala. "Mengapa semua orang bertingkah aneh malam ini?" untuk sesat Kenzo merasa ada hal yang aneh pada anak dan istrinya.
"Kau tidak berniat untuk bergabung disini bersama kami nyonya Dayson?” kini giliran Alesya yang diminta oleh Kenzo untuk segera naik ke atas tempat tidur.
Alesya tersenyum dan langsung bergabung ke atas tempat tidur itu bersama Kenzo dan Skala.
" Wah.. apa kita muat tidur bertiga disini?" seru Alesya sambil mengambil posisi disebelah kanan Skala.
Kini posisi Skala berada diantara kedua orang tuanya.
__ADS_1
“wah kenapa aku baru menyadari kalau tidur seperti ini terasa sangat hangat ya?” seru Skala sambil memejamkan mata. Dia benar-benar merasa sangat nyaman dengan posisi tidur seperti ini.
“benarkah Ska? Apa kau suka tidur seperti ini?” tanya Kenzo penuh antusias. "makanya jangan sok dewasa!! kalau anak kecil itu maka harus bertingkah seperti anak kecil pula!!!" ujar Kenzo sambil mencubit hidung mancung milik putra nya itu.
“Heem... ini sangat nyaman daddy!!!” Ujar Skala sambil menarik tangan Kenzo dan Alesya agar memeluknya. “apalagi kalau dipeluk oleh daddy dan mommy seperti ini. Heeeem.. rasa nya sangat hangat dan nyaman.” Ujar bocah cilik itu lalu memejamkan matanya seakan-akan ia benar-benar tengah menikmati momen itu.
“kalau begitu, aku izinkan kau untuk tidur bersama ku dan mommy setiap malam Ska. Jadi nanti setelah kita kembali ke kota A, jika kau ingin tidur bersama kami kau tinggal katakan saja.” Ujar Kenzo pada Skala yang memang sudah memejamkan matanya itu.
Kenzo merubah posisinya. Kini ia memiringkan tubuhnya agar bisa melihat wajah putranya yang tiba-tiba saja menjadi sangat manja malam ini.
“bagaimana? Apa kau suka dengan tawaran ku ini?” tanya Kenzo pada putranya masih terlihat memejamkan mata itu.
Skala sama sekali tidak menjawab pertanyaan Kenzo. Dia diam saja seakan-akan dia memang sudah tertidur karena saking merasa nyaman dan hangat diantara kedua orang tuannya.
Rasa nya Kenzo tidak percaya kalau Skala bisa tertidur begitu saja. Padahal beberapa menit yang lalu anak ini masih aktif berbicara dengan nya.
Alesya melihat raut wajah bingung Kenzo dibalik samarnya lampu dikamar itu.
“aku yakin bocah nakal ini belum tidur.” Jawab Alesya, sambil tersenyum. Dia tahu kalau putra mereka saat itu hanya pura-pura tidur saja.
“Ska, apa kau masih akan pura-pura tidur?” seru Alesya yang kini ikut memiringkan badannya ke arah Skala. Dan mencubit hidung Skala.
Sebuah senyum nakal muncul di wajah Skala. Hal ini membuat Kenzo menjadi gemas melihatnya dan langsung menggelitik Skala. “oooh. Kau sudah berani menipu ku ya bocah nakal!! Awas saja kau!! Tidak akan ku biarkan kau tidur dengan tenang malam ini!!” Seru Kenzo sambil terus menggelitik Skala yang mencoba menutupi dirinya dengan selimut dan bantal.
“daddy!! Ampun!! Ampun!! Aku mengaku salah!!” teriak Ska sambil terus menghindar dari tangan-tangan Kenzo yang dengan sangat aktif menggelitik pinggang dan ketiak Skala.
__ADS_1
“Mommy!! Please help me!!” teriak Skala, kali ini Skala juga meminta bantuan mommy nya agar menolongnya dari serangan gelitikan sang daddy namun Alesya hanya diam mematung tanpa berbuat apapun.
Saat ini memang sekilas sepertinya Alesya sedang tersenyum memperhatikan Skala dan Kenzo yang sedang asik bergelut namun jika di lihat dengan seksama maka akan terlihat mata Alesya saat ini sudah mulai berkaca-kaca.
Baru saja dia, Kenzo dan Skala akan memiliki hidup yang sempurna sebagai keluarga yang utuh kini malah sudah harus berpisah lagi sebab Skala memilih untuk menetap di kota J bersama kakek nya. Hati Alesya terasa pedih jika mengingat hal itu. Tapi seperti yang ia pikirkan tadi di kamar Skala, kondisi ayahnya saat ini juga sangat memerlukan keberadaan Skala di sisinya. itu lah yang membuat hal ini menjadi sangat berat untuk diputuskan oleh Alesya.
“Ska,..”Ujar Alesya dengan suara nya yang tenang. “Apa kau mau bergelut semalaman dengan daddy mu atau kau ingin menyampaikan hal itu sekarang juga?”
Kenzo yang mendengar perkataan Alesya menjadi bingung dan menghentikan serangan nya pada Skala.
“apa ada yang ingin kau sampaikan pada ku Ska?”tanya Kenzo sambil membuka selimut yang menutup muka Skala.
Muka Skala berlahan muncul dari balik selimut itu. Dia menoleh pada mommy nya terlebih dahulu baru setelah itu dia menoleh pada Kenzo.
Dalam hati Skala sungguh berharap Kenzo akan memahami alasannya untuk menetap di kota J bersama Aldion, sang kakek dan memberikannya izin untuk melakukan hal itu.
“daddy,..”Seru Skala dengan wajah yang terlihat serius..
Kenzo menatap lekat putranya itu, entah mengapa kini jantung Kenzo tiba-tiba berdetak kencang. “ada apa ini?”pikir Kenzo dalam hati.
*******bersambung...
Heeem... lanjutin up gk ya malam ini? Atau sambung besok pagi aja...
jangan lupa like.. komen dan vote🤭
__ADS_1